Pada peristiwa perang Badar Rasulullah SAW keluar bersama 314 orang sahabatnya menghadapi pasukan yang berjumlah 1.000 orang.
Abdullah bin Abbas meriwayatkan bahwa ketika seorang sahabat mengejar dengan gigih seorang musyrik yang ada di depannya, tiba-tiba ia mendengar suara pukulan dan suara penunggang kuda yang menghentakkan kudanya. Lalu sahabta tersebut melihat orang musyrik itu jatuh tewas terkapar dengan keadaan hidung dan wajahnya terluka berat akibat pukulan keras. Hal tersebut ia ceritaka kepada Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Kau benar, itu adalah pertolongan Allah dari langit ketiga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pertolongan Allah SWT begitu dekat dengan para sahabat.
Kenapa?
Karena para sahabat membantu agama Allah SWT maka Allah SWT pun membantu mereka.
Allah SWT berfirman : “Yaa ayyuhaladzina aamanu intan surullaha yansurkum wayushabit aqdaamakum”
Artinya : “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS. Muhammad 7)
Sebelum sahabat angkat tangan (berdoa) Allah SWT telah turun tangan membantu mereka
Allah SWT berfirman : “dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman”. (QS. Ar Ruum 47)
Tiga ribu malaikat telah diturunkan Allah SWT untuk membantu para sahabat. Sebenarnya satu malaikat saja diturunkan Allah SWT untuk membantu sahabat niscaya mereka akan menang.
Kenapa pertolongan Allah SWT begitu jauh kepada kita?
Karena hari ini manusia sudah tidak mau lagi menolong agama Allah SWT makanya Allah SWT tidak lagi tolong ummat ini.
Dengan cara apa menolong agama Allah SWT?
Dengan cara dakwah. Mengajak manusia mentaati perintah Allah SWT
“Allahumma rabba hazihid dakwatit tammah” dakwatit tammah adalah dakwah yang sempurna. Jadi, azan adalah dakwah yang sempurna. Dalam melantuntan azan tidak ada masalah, mau anak kecil, yang dewasa, yang tua, yang tidak punya ilmu, yang berilmu tinggi, tamat SD atau Sarjana dsb.
Azan adalah dakwah yang paaaling sempurna. Tidak perduli semua kalangan diseru.
Orang miskin, orang kaya, ulama, pejabat, pedagang, orang bodoh, orang pintar semua diajak.
Dakwah itu mengajak.
Dalam dakwah pun begitu. Walaupun tidak tamat SD boleh berdakwah, walaupun tidak bisa baca Al Qur’an boleh berdakwah kepada siapa saja baik ulama maupun pejabat.
Orang yang menyeru azan kalau ulama lebih baik lagi. Kalau berdakwah, ulama tentu lebih baik lagi.
Jadi siapa saja boleh buat dakwah sebagai mana azan siapa saja boleh. Padahal azan adalah dakwah yang sempurna.
Jadi, tanggung jawab dakwah ini tanggung jawab semua orang islam.
Allah SWT berfirman : Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Ali 'Imran 110)
Ibnu katsir mengatakan ayat ini mengandung makna umum mencakup semua ummat ini dalam setiap generasinya
Jadi, siapa yang bantu agama Allah SWT, pasti dan pasti Allah SWT akan bantu kita.
Intan Surullaha Yansurkum Wayushabit Aqdaamakum
Haiya alal falah, Haiya alal falah
Kalau ingin menang, datanglah memenuhi panggilan azan untuk shalat berjamaah.
Para sahabat mengatakan : “Manusia yang tidak mau shalat berjamaah kemesjid, hakikatnya dia tidak mau menang dan diberi kemenangan”.
Untuk belajar usaha dakwah ini. Luangkanlah waktu
3 hari setiap bulan
40 hari setiap tahun
4 bulan seumur hidup
Insya Allah
Sehingga pertolongan Allah itu lebih dekat dengan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar