Selasa, 16 Oktober 2012

Surat Terakhiku Sebelum Berangkat Di Jalan Allah


Hari ini aku pergi meninggalkanmu.....meninggalkan rumah kita yang penuh kenangan...hari aku pergi karena perintah Dzat yang telah menancapkan getaran dihatiku saat pertama kali kita bertemu.....hari aku pergi untuk menyenangkan hati seseorang yang telah mengorbankan seluruh hidupnya untuk kebahagiaan kita hari ini sehingga aku dan kamu bertemu dalam keadaan islam...... Hari ini aku pergi untuk menghapuskan luka Sayyidul Ambiyya Muhammad SAW karena lautan maksiat yang telah dibuat oleh orang yang mengaku ummatnya.Jadi....wahai istriku...!! aku pergi tinggalkan kamu untuk datang kepada Dzat yang memiliki hatii kamu dan aku hingga cinta bersemi diantara kita.....aku pergi tinggalkan kamu bukan berati aku tak menyayangimu...tetapi....ada mata yang tak pernah mengantuk yang mengawasi cinta kita.....ada tangan yang akan pukul kita jika cinta kita melebihi cinta kepada Nya...Jika esok ketika kau terbangun tak kau dapati aku disisimu maka....cepatlah bertahmid....Alhamdulillah mengapa...? bukankah Ummul Mu'minin Aisyah R.ha ketika merasa senang karena hidup bersama Rasulullah SAW kekasih Allah SWT maka Rasulullah SAW katakan : " bahwa orang yang paling bahagia adalah orang suaminya keluar di jalan Allah karena.....dia bukan hidup dengan kekasih Allah SWT tetapi dia hidup bersama Allah SWT. Jika esok....ketika melihat kamar kita sepi tak ada canda ceria ....bayangkan olehmu rumah-rumah sahabiyah.....!! suami mereka selalu pergi membawa pedang terkadang tak ada kabar yang ada hanya kubur....tetapi mereka tetap katakan...: biarlah rumah-rumah kami sepi asalkan rumah-rumah diseluruh alam penuh dengan nur iman.... Jika esok tak ada tangan yang memberimu suapan seperti yang biasa aku lakukan padamu.....yakinlah wahai istriku...!! Allah SWT akan beri suapan kepadamu hidangan yang memiliki 70 rasa di Jannah yag tak akan jadi kotoran yang menjijikan.Jika esok ....musibah, dan sejuta cobaan datang kepadamu lihatlah kepada hatimu...!! kemana engkau berlari....Saat itu Allah ingin melihat Iman kamu yang hari-hari bergantung kepadaku....segeralah kamu berwudhu...dan dirikan sholat...!! adukan segala urusanmu kepada Robb mu kau akan bahagia didunia yang sementara dan akhirat yang selama-lamanya......jika saat itu kamu cari pertolongan dengan kebendaan itulah kegagalan kamu dalam hidup kamu akan menderita selama-lamanya. ketahuilah masalah selesai atau tidak itu bukan maksud tetapi Ta'aluq hatimu kepada Allah SWT itu adalah suatu kejayaan yang besar....Istriku....!! jangan tipu Allah SWT dengan kau meminta .....iyya ka na bu'du wa iyya ka nasta'in sementara kau meyakini bahwa kejayaan dalam mengumpulkan benda-benda.Janganlah kau terpengaruh dengan keadaan dunia karena Allah SWT beri dunia ini kepada orang yang di cintai dan juga kepada orang yang di benci, didalam kesenangannya ada kesusahan.....kesudahan dari penderitaanya adalah kebahagiaan sehingga senang atau susah kamu tetaplah menaati Allah SWT. Jangan kamu bangga seandainya kamu dapatkan seluruh dunia tetapi kamu kehilangan Allah SWT itu adalah kerugian yg besar,....!!! karena sekalipun kamu dapat menjaring Jibril a.s dengan jaring yang kamu buat dan bisa kamu perintah sesuai kehendak hatimu itupun bukan suatu kejayaan......jika hari-harimu kehilangan Allah SWT karena orang yang kehilangan Allah SWT maka kehilangan segala-galanya. Jika esok kau pandang rumah tetangga kita penuh dengan suara canda tawa terdengar dari sana......dan suami mereka selalu dirumah tak pernah khuruj fii sabilillah janganlah kamu iri....!!! kamu justru belas kasih kepada mereka.....karena mereka sedang membangun tangisan dan permusuhan yang hebat di rumah mereka.....ketahuilah...!!! bahwa setiap orang yang membangun rumah tangga hakekatnya adalah membangun tempat menangis dirumah mereka akan datang malaikat maut yang menjemput setiap nyawa tak ada belas kasih dan tak tangguh sedikitpun.....walau mereka katakan " Jangan ambil istriku.......jangan ambil anakku...saat itulah suami mereka akan menyesal lalu salahkan seluruh ahli keluarganya...Ya Allah ...!! karena kesibukan ku memenuhi hajat istri dan anakku aku lalai menjadi naib Nabi Mu, aku kini malu berjumpa dengan kekasih Mu aku tak gembirakan hati Sayyidul Mursalin.....aku lempar sunnah-sunnahnya dan aku asik makan , minum bersama istriku seperti hewan.....sementara hati Nabi Mu terkoyak-koyak....dan anak istri merekapun akan katakan :.." Mana tanggung jawabmu ...? kau tak pernah sirami hatiku dengan nur iman....kau tak isi buku catatan amalku....ketahuilah istriku....!! bahwa setiap amal suami adalah tabungan buat istrinya....bayangkan olehmu...!! bagaimana jika suami hanya pandai cari uang apakah buku amalmu akan bertambah....??Jadi.......Istriku...!! kepergianku melewati batas negri adalah untuk menyiapkan pesta-pesta yang besar untuk kita.....!! bagaimana menurut pendapatmu jika seorang ayah meruntuhkan rumahnya untuk diganti dengan rumah yang lebih besar.....yang lebih indah.....!! apakah istrinya marah.....?? tentu saja tidak...!! mereka akan semakin senang dan sayang kepada ayahnya.......Istriku........!!! terlihat aku hancurkan rumah tangga kita tetapi sebenarnya aku sedang membangun rumah bahkan istana yang besar yang terbuat dari lempengan emas yang tembus pandang.......Ingatlah...!! bahwa kenikmatan dunia ini tak seutuhnya ...lihatlah ketika kau makan buah akan terganggu denggan bijinya dan ketika kau berjalan di taman ada kerikil yang menusuk......ahli dunia akan gelisah bahkan tak bisa tidur dengan nyenyak.......akupun demikian .....aku tak akan bisa tenang karena belum bisa sempurnakan iman kamu dan anak-anak......aku takut suatu hari nanti bumi di belah dan isi dada di keluarkan sedang Allah SWT berfirman ...." Iman kamu tertolak....!! walaupun kita berhaji....dan berjuta kebaikan kita buat tetapi Allah SWT akan murka karena telah di syari'atkan....Lihatlah oleh kamu apakah....? pemilik toko akan rela apabila dipagi hari ketika akan buka...sedang tokonya diduduki oleh orang lain....!! dan seekor ayam tak akan masuk kandang jika didalam kandang itu ada seekor musang....!!! Dan Allah tak inginkan di hati hambaNya ada najis dunia yang mengotori......Ketahuilah....!!! Dunia ini bangkai dan yang mengejarnya adalah anjing.....!!! Itulah sebabya aku harus pergi......di jalan Allah SWT untuk membuang segala kecintaan dunia......mudah-mudahan Allah SWT akan mencintai kita dan kan memudahkan perjalanan kita pada saat terakhir kita di dunia. Ketahuilah...!!! bahwa kematian adalah hari raya bagi orang yang memiliki Iman Kamil sedang bagi orang kafir kematian adalah puasa selama-lamanya.......Aku tinggalkan kamu untuk merubah kesedihan dalam kematian menjadi hari raya yang terindah sebagaimana kekasih Allah SWT yang telah sukses melewatinya. Ingatlah....!!! maut adalah kendaraan setiap insan menuju kepada Allah SWT pada saat itu mesin yang di butuhkan bukanlah harta atau kerajaan tetapi Iman dan amal sholeh, sedangkan jalan untuk mencapai kesempurnaan iman adalah dengan korbankan harta dan diri di jalan Allah SWT.....Percayalah...!!! walaupun aku yang maju dihadapan musuh....tetapi kamu yang terlebih dahulu di bukakan pintu syurga oleh Ridwan a.s, kamu akan menunggu ku 500 tahun berhias di depan cermin emas dan kamu akan menjadi ratu dari 70.000 bidadari dan malaikat.....tahukah kamu....!! bahwa kecantikan bidadari 70.000 kali cantiknya wanita tercantik di dunia.....??? sedangkan engkau Wahai istriku....!!! kecantikanmu 70 kali dari bidadari.....jadi bagaimana...??? aku akan terkesan dengan selainmu......!! Itulah sebabnya kamu jangan tertipu dengan wanita dunia......apapun yang mereka buat tak ada harganya di sisi Allah SWT....jika Iman tak ada di hati......Syech Malik bin Dinar katakan :...." nilai seorang wanita tercantik di dunia tak lebih daripada 2 butir kurma saja.....!!!! mereka akan mengeluarkan bau yang tak sedap apabila tidak mandi.....Maafkan aku yang tak pernah membawamu pergi kesalon dunia karena aku tak ditipu oleh mereka baju yang kamu pakaipun dari bahan yang murah dan hanya berwarna hitam menutup wajah manismu.....ketahuilah baju itu lebih baik daripada seluruh dunia dan seisinya karena itu adalah pakaian istri raja dunia akhirat yaitu Ummul Mu'minin Istri Rasulullah SAW.....jangan terpesona ...!!! dengan perhiasan dunia ....gelang yg mereka pakai akan dipanaskan dan di tempelkan dipunggung mereka.....gincu yg mereka pakai akan menarik mulut mereka sampai keperut......rambut yang disasak akan digantung menjadi ikatan sedang dibawahnya dinyalakan api yang membara.....!!!Tahukah engkau......!!! wahai istriku bahwa satu helai rambut wanita yg tampak akan disiksa seratus tahun di dalam neraka....!!! hari itu tak ada lagi siulan yang mengagumi, tak mata yg berani menatap bahkan tak ada yg berani mengaku mengenalnya...mereke teriak.....!!! ohhh alangkah baiknya jika dahulu aku berhijab.....aku telah terfitnah.....dan aku menyebar fitnah.....ku tampakan betisku di toko-toko kurias wajahku di kantor-kantor, ku perdengarkan suaraku di khalayak ramai, ku pandang setiap mata laki-laki yang berbicara kepadaku, ku biarkan selain suamiku mencium bau parfumku......Yaa Allah......!!! maafkan aku....saat itu mereka teriak lapar.........!!! maka diberi makan dari buah Zaqqum yaitu buah yang berduri sebesar kepala setan kemudian ditelankan ...dipaksa sehingga tersangkut dileher, kemudian mereka teriak hausssss.......!!! maka di beri minimuan dari gizzlin yaitu cairan nanah dan darah yang sangat panas sehingga saking hausnya lansung meneguknya maka bukan hanya zaqqum yg turun ke perut tetapi seluruh isi perut akan terburai melalui anus.......Istriku.......jika kamu terus istiqomah menggunakan purdah didunia maka Allah SWT akan menjemputmu untuk hadir di pesta-pesta para Nabi-Nabi. Dan puncak kebahagiaan seluruh penghuni jannah ketika melihat wajah ALLah SWT dan mendengar Allah SWT membaca firmanNya.....surat At Rahman.....itulah sebabnya aku nasehati kamu.....agar kamu tundukan pandangan karena mata yg tak di jaga dan di gunakan untuk maksiat maka di kubur adalah yg pertama kali akan di hajar oleh Syuja'ul Aqro dan di mahsyar bangkit dalam keadaan buta dan jagalah mulutmu dari ghibah karena busuknya ghibah akan mengotori seluruh samudra, janganlah berdusta....karena kamu bagaikan membungkus racun dengan gula-gula...manis ketika berdusta tetapi ...kamu akan di benci seluruh manusia dan satu kali berdusta malaikat akan berlari 100 mil darimu jangan tertipu dengan pesta dunia karena pesta dunia akan berkahir dengan kelellahan dan kemarahan .....Lihatlah......!! dimanakah rumah yg dulu berpesta...? kemanakah wanita-wanita yg dahulu bernyanyi....???? semuanya tinggal puing-puing dan desiran angin......Istriku tetaplah kamu selalu bertawakal kepada Allah SWT walaupun langit dan bumi dihimpitkan...janganlah kamu mencari jalan yang haram karena Allah SWT tetap memberi jalan keluarmu yg halal walaupun hanya setitik celah.....tetaplah kamu dirumah maka Allah SWT akan memelihara kamu sebagaimana memelihara seorang bayi..... Banyak wanita memiliki alasan klasik.....untuk tinggalkan "benteng tarbiyat" yakni rumahnya sehingga agama menjadi lemah mereka katakan : aku terjepit masalah ekonomi, anakku butuh biaya sekolah, penghasilan suamiku tak mencukupi dll....sehingga membenarkan hukum yg menjadikan mereka berada di etalase kaca milik orang-orang kafir....Ketahuilah olehmu......!!! itu semua terjadi karena kelemahan iman mereka, mereka punya ,masalah dengan Allah SWT sehingga Allah SWT hadirkan masalah dalam hidup mereka dan asbab keluarnya mereka dari rumah....Jangan kau sia-sikan umurmu.....masa luangmu.....kajilah Sunnah-sunnah Nabimu dan berusahalah agar hidupmu sebagaimana sahabiyah....jadikan siang dan malam mereka sebagai siang dan malammu sehingga keridhoan Allah SWT datang kepadamu sebagaimana telah datang kepada mereka.Jangan kau tambah ilmu kamu tentang keduniaan yg menyebabkan kamu mencintainya.. Aku bangga apabila ada orang bertanya kepadamu...? dimanakah tempat belanja yg terhebat.....? sedangkan kamu mengatakan tak tahu...!!!!ketahuilah bahwa para sahabiyah mereka tak hafal jalan-jalan di kampung mereka sendiri tetapi mereka hafal jala-jalan menuju syurga itulah sebabnya mereka telah hantarkan suami mereka dan anak-anak mereka ke syurga dengan jalan pintas.Istriku, walau kaum hawa lemah tapi teriakan mereka mampu mengubah dunia.....berapa banyak orang masuk penjara dunia karena wanita berteriak : Suamiku aku ingin rumah yg besar......aku ingin baju yg mahal......aku ingin makan yg enak.....aku ingin....aku ingin.......Dll.sehingga lelaki telah kehilangan akal sehatnya berbuat kejahatan....!! berapa banyak laki-laki terjerumus dalam Lam-lam dan Ghoya suatu lembah di neraka....!!! Istriku......!! hiduplah dengan sederhana karena kesederhanaan adalah pupuk dari agama dan agama akan subur dengan kesederhanaan dan Allah SWT akan menolong HambaNya yg ada dalam kesederhanaan jika rumah kamu begitu banyak barang yg kau beli maka kamu akan sibuk mengurus dan membersihkannya tetapi kamu lupa bersihkan hati, hidupkan ta'lim sehingga hadirkan malaikat yg akan buat suasana ketaatan dan akan menularkan sifatnya kepada anak-anak kita.......Ketahuilah...!!! bahwa kehidupan ini pada hakekatnya ruh bukan jasad.....saat kematian tiba kenapa kita menangis....??? padahal jasad masih ada dihadapan kita karena hakekat kehidupan yaitu ruh telah pergi.......ruh ibarat penunggang sedangkan jasad adalah kudanya. Jika ta'lim ta kamu buat sedang jasad makan sehari 3 kali bagaimana ruh kamu bisa kendalikan jasadmu....?????Aku pernah datangi suatu negri di musim panas dan aku coba untuk berjalan tanpa alas kaki rasa panas begitu menusuk sampai ke sendi......aku membayangkan suatu masa di padang mahsyar dimana bumi yg baru dari tembaga yg mendidih akan di bentangkan setiap yg membawa harta akan berdiri disana seluruh tubuh tenggelam dalam peluh.....tak mungkin aku tega melihat kamu....ada dalam barisan itu hanya karena benda-benda dunia yg nikmatnya sesaat.....Ketahuilah bahwa ....ketika seorang bercita -cita kaya raya maka ia telah daftarkan dirinya untuk antri dalam barisan itu untuk di hisab yg panjang......yakinlah bahwa Allah SWT tak letakan.....kemuliaan dalam harta sebagaimana Qarun ata dalam kekuasaan sebagaimana Fir'aun, kaum Madyan ahli dalam perdagangan , kauh nuh yg begitu yakin dengan aktsariyat, kehebatan pertanian kaum saba, tekhnologi yg dimiliki kaum tsamud, kekuatan tubuh yg dimiliki sebagaimana kaum Ad tetapi Allah telah hinakan mereka dan hancurkan mereka karena tak ada Iman dan Amal sholeh......Istriku ,.......bacalah Al qur'an sebagaimana seorang murid membacanya di depan gurunya......dan kamu harus hadirkan seolah-olah kamu membacanya didepan Allah SWT karena setiap huruf yg kamu baca akan dilipatkan pahalanya 10 kebaikan dan jika kamu amalkan apa yg kamu baca ......di hari kiamat nanti maka kedua orang tua mu akan dipakaikan mahkota yg terangnya melebihi sinar matahari....jangan kamu lupa berzikir......setiap nafas yg keluar dari hidung sertailah nama Allah SWT. Istriku.....jangan berhajat kepada harta orang lain karena hidup ini tak di pengaruhi benda. Benda tak pengaruhi keadaan dan keadaan tak pengaruhi benda tetapi benda dan keadaan di pengaruhi oleh amal kamu, kedatangan harta ke dalam rumah tidak identik dengan datangnya rahmat ke rumah kita.....karena rahmat datang bukan dengan harta tetapi dengan amalan......Sekali lagi wahai istriku....!!! aku ingatkan kamu......jangan dengar omongan orang atau saran mereka untuk selesaikan suatu persoalanmu tetapi langsunglah kamu berdiri dua rokaat untuk minta bantuan kepada Allah SWT .Mungkin banyak orang berkata...: sampai kapan suamimu selalu pergi tinggalkan kamu khuruj fii sabilillah...????Ketahuilah bahwa menjaga iman seperti menjaga sawah dari rumput setiap hari harus di bersihkan ...sampai kapan...???? yakni sampai panen.....jadi aku terus usaha sampai di petik ruh kita oleh Izrail A.s Banyak orang cibir kita bahkan ada mufti bagi fatwa bahwa meninggalkan anak istri untuk khuruj fii sabilillah adalah haram...... ketahuilah bahwa mufti pertama dalam sejarah ummat ini adalah Abu Bakar Siddiq R.a beliau telah habiskan semua hartanya untuk Allah SWT dan Rasul Nya dan beliau telah perintah semua laki-laki tinggalkan madinah sehingga 3 hari di Madinah tidak Adzan ....jalan kehidupan ini hanya dua saja .....yaitu jalan nafsu atau jalan ittiba'....jalan nafsu adalah hewaniat lihatlah olehmu seekor kerbau.....!!! dia asyik makan sementara kawannya disembelih.....sedang jalan ittiba' hanya satu...Katakan (wahai Muhammad SAW ) bahwa inilah jalan ku menyeru manusia kepada Allah SWT atas bashiroh, aku dan semua orang yg mengikutiku.....( Yusuf 108)seprti kita hendak pergi ke suatu kota.....kita hafal perjalanannya dari tanda-tanda yg ada berapa sungai, berapa tikungan,berapa jembatan yg kita lalui....???? kalau sekiranya jalan yg kita tempuh tak sesuai dengan tanda yg kita tahu apakah kita akan sampai ...????? tentu saja tidak bahkan kita akan tersesat...!!! Istriku banyak orang merasa di jalan kebenaran mengaku cinta Nabi SAW tetapi mereka tak merasakan penderitaan Nabinya, mereka duduk dirumah ,sholat pergi ke kantor, ke toko mengaku sudah berada di jalan Nabinya sementara Nabinya berjalan dibawah terik matahari untuk jumpa manusia...dicaci, di pukul, hingga keluar darah dari tubuhnya ....itulah sebabnya Nabi SAW menjanjikan kepada ummatnya : " barang siapa yg menolong aku dan membantuku hingga tersampainya risalah Tuhanku maka baginya Syurga..." Seluruh sahabat telah ambil takaza ini merekapun tinggalkan rumah mereka,,,....akupun telah habiskan uang kita untuk perkara ini dan pulang tak bawa hadiah tetapi aku pulang membawa pakaianku yg penuh dengan debu fii sabilillah sentuhlah olehmu.....karena debu yg menempel di jalan Allah SWT akan jadi tameng asap api neraka.....Wahai istriku.....!!! jika kamu lihat aku tak pergi dari rumah disaat nisob dan tak sempurnakan takaza ummat maka itu berati aku tak mencintaimu lagi...kenapa...??? perkawinan kita hanya di dunia Allah akan pisahkan kita di akhirat sebab aku telah jadikan kamu sebagai penghalang usaha dakwah......Tidak...!!!!!! ini tak boleh terjadi kamu harus beri semangat kepada aku....siapkan tas dan tarik tangan ku ke depan pintu...lalu kunci pintu itu agar aku tak masuk lagi....Katakan kepadaku........." Pergilah suamiku...persiapkan pesta-pesta yg besar untuk kita..." dan katakan pula padaku..: Aku ingin dipan-dipan dari emas, Aku ingin minum khamar yg tak memabukan, Aku ingin minum susu, madu dari sungai yg mengalir didepan rumah kita, Aku ingin naik kuda yg bersayap, Aku bosan dengan asap dapur kita, Aku ingin pelayan yg tak minta upah, Aku ingat ketika waktu kamu hamil wahai istriku......!!! kamu minta buah yg tak ada musimnya , aku mencarinya ke seluruh pelosok kota karena aku menyayangimu......perkawinan dunia adalah permainan cintanya pun cinta main-mainan cinta yg sesungguhnya tak ada penghianatan, tak pernah puji orang lain, suami istri saling mengagumi, tak pernah bandingkan dengan orang lain.....dan itu semua hanya ada di syurga Na'im................Sebelum aku akhiri suratku aku ingin beri pujian untuk pengorbananmu yg telah mengikhlaskan ku untuk pergi fii sabilillah......tetapi aku tak pandai bersyair tak seperti ahli dunia namun, aku hanya bisa mengatakan :Aku mengagumimu matamu yg memerah saat kamu menangis meminta hidayah.....Aku mencintaimu pipimu yg merekah saat kamu melayaniku dengan menyiapkan secangkir kopi disaat aku lelah. Aku takjub dengan hidungmu yg mengeluarkan isak tangis saat kamu bertobat atas masa lalu kita. Aku mencintai belaian tanganmu saat kau mengusap kepala anak kita yg berbuat salah. Aku menikmati indahnya senyumanmu saat kau menghibur anak kita yg menangis. Aku bahagia melihat payudara mu saat ditempelkan kebibir anak kita sementara tubuh mu masih terbalut hijab dan lisanmu melafazkan Al Qur'an. Aku bersyukur Allah SWT menjodohkan aku dengan kamu......aku tau banyak lelaki berhajat kepadamu....untuk itu aku tak akan sia-siakan kamu aku akan menjagamu dari musibah dunia dan akhirat.....Istriku........aku mencintaimu tapi aku tak selalu ada bersamamu , aku sering tinggalkan kamu.......maafkan aku.....!!!Hanya aku berharap mencium harum nafasmu di dalam syurga tak ada lagi perpisahan......memelukmu takkan lagi kulepaskan.....Yaa....Allah anugrahkan kami ......rahmati kami...... gembirakan istriku walau dalam kesunyian dengan ada asbab ataupun tidak, bersihkan hati istriku...dari kecintaan dunia .....agar mudah melafazkan nama Mu saat terakhir kehidupan dunianya.....perpisahan kami......dalam memperjuangkan agama Mu jadikan asbab berkumpulnya kami dalam keluarga yg sebenarnya di jannah....jadikan kesedihan kami, kerinduan kami asbab Engkau ampuni kesalahan kami.......jadikanlah.....asbab pengorbanan kami Engkau ridho kepada kami dan jadi asbab hidayah buat seluruh alam.........amin....amin......amin.
»»  Baca selanjutnya...

Latar Belakang Masyaihk Kita (Ulamak Dakwah dan Tabligh)


1. Orang-orang yang arif pernah menyatakan bahawa apabila Allah Ta’ala menyukai seseorang, Dia menyembunyikan kelebihan-kelebihan orang itu semasa dia hidup

2. Orang-orang yang arif menyatakan bahawa terdapat dua peranan penting terhadap personaliti seseorang.

a. Kerana tradisi dan kelebihan keluarga akan diwarisi daripada satu generasi ke generasi yang lain.

b. Nabi Muhammad (saw) dan sekelian para-para anbiya (as) dilahirkan di kalangan salsilah keluarga yang mulia. Hadis Bukhari memberitahu kaisar Rom juga percaya anbiya mesti di kalangan keluarga yang mulia.

4. Hadrat Maulana In’amul Hasan (rah) telah dianugerahkan kedua-dua martabat ini.

5. Allah Ta’ala telah memilih beliau daripada kalangan keluarga Siddiq, silsilah Hadrat Abu Bakr as Siddiq(ra), teman baik Rasulullah (saw) yang mulia dan dirahmati.

Keterangan Sayyid Abul Hasan an-Nadwi Rahmatullah Alaih

1. Hadrat Maulana Sayyid Abul Hasan an Nadwi (rah) pernah mengatakan tentang keluarga Hadrat Maulana In’amul Hasan (rah), termasuk wanita adalah contoh-contoh ketaqwaan dan kesolehan.

2. Hadrat Maulana Sayyid Abul Hasan an Nadwi (rah) adalah ulama yang ternama dan adalah guru kepada Almarhum Ustadz Fadzil Nor, bekas presiden parti PAS (Parti Islam Semalaysia).

3. Mereka sentiasa sibuk dengan pengabdian, zikir dan tilawah siang dan malam sebagai rutin harian hidup mereka.

4. Di sepanjang bulan Ramadan, suasana di rumah mereka menjadi lebih hebat dengan sepanjang hari, siang dan malam dengan tilawah Quran.

5. Mereka terlalu khusyu’ bersolah hingga tidak sedar apa yang berlaku di sekitar rumah mereka. (Kitab Maulana Ilyas dan Da’wah)

Maulana Hakim Muhammad Ashraf Zinzanawi (rah)

1. Hadrat Qazi Ziyaa’uddin Sanami (rah), seorang anak murid Hadrat Khwaaja Nizaamuddin Awliya (rah) adalah moyang kepada Hadratji.

2. Seorang alim yang terkenal dan dihormati oleh ulama dizamannya, yang kaya dengan karomah, ilmu, taqwa dan makrifah; iaitu Maulana Hakim Muhammad Ashraf Zinzanawi juga moyang kepada Hadratji.

3. Seorang alim yang besar, Allama Abdul Hakim Sialkoti yang tidak percaya terhadap seorang yang kudus (suci), tetapi berubah pendapat apabila bertemu dengan Maulana Hakim Muhammad Ashraf Zinzanawi (rah).

Perjalanan ruhani Maulana Hakim Muhammad Ashraf Zinzanawi (rah)

1. Maulana Hakim Muhammad Ashraf Zinzanawi telah keluar mencari seorang murshid (pembimbing ruhani), dan bertemu dengan seorang buzrug tasawwuf daripada Qadiriyyah.

2. Beliau amat kagum dengan apa yang telah dia nampak dan dengar.

3. Beliau telah berbai’ah, dan telah menyibukkan diri dengan wirid, wazaa’if, zikir, azkar dan mujahadah.

4. Selepas dua tahun, murshid itu telah menyuruhnya mencari seorang buzrug yang lain.

5. Setelah beberapa lama, buzrug itu memberitahu yang Maulana Muhammad Hakim telah mencapai tahap terakhir di dalam tasawwuf.

6. Beliau telah disuruh agar kembali ke tempat asalnya dan dinasihatkan sama ada dia mengistiharkan tahap keruhaniannya atau menyembunyikan.

a. Jika beliau mengistiharkan tahap keruhaniannya, dia perlu mengambil bai’ah dan memberi pedoman kepada masyarakat di tempat asalnya.

b. Jika beliau menyembunyikan, dia perlu menyibukkan diri dengan mengajar ilmu agama.

7. Maulana Hakim Muhammad Ashraf Zinzanawi menjawab yang beliau memilih untuk mengabdikan diri kepada ilmu syar’iyyah.

8. Akhirnya buzrug itu telah mendoakan beliau dengan ilmu zahir di dalam syar’iyyah kepada beliau dan keluarganya.

9. Selepas menerima khilafah (pengiktirafan keruhanian), beliau kembali ke tempat asalnya dan telah menyibukkan dirinya di dalam menyampaikan ilmu syar’iyyah kepada masyarakatnya.

Anak-anak Maulana Hakim Muhammad Ashraf Zinzanawi (rah)

1. Maulana Hakim Muhammad Ashraf Zinzanawi mempunyai dua anak lelaki,

a. Maulana Muhammad Shareef yang mengikuti jejak langkah ayahnya di dalam ilmu, fadl dan ma’arif

b. Abdul Muqtadir.

2. Doa murshid itu dibuktikan dengan keelokan peribadi Maulana Muhammad Shareef, dan basyarah untuk keluarganya ini kekal hingga ke hari ini, iaitu generasi yang kesebelas.

3. Insya’Allah ilmu syar’iyyah ini akan kekal di dalam generasi keluarganya hingga ke hari akhir.

Maulana Hakim Muhammad Shareef (rah)

1. Maulana Hakim Muhammad Shareef mempunyai dua anak lelaki,

a. Maulana Muhammad Faiz yang tinggal di Zinzana, dan daripada keluarganya pula lahir nasab-nasab,

i. Maulana Isma’eel Khandlawi

ii. Maulana Muhammad Yahya Kandalwi dan anaknya Shaikhul Hadith Maulana Muhammad Zakaria

iii. Maulana Muhammad Ilyaas dan anaknya Maulana Muhammad Yusuf Kandalwi

b. Maulana Hakim Abdul Qadir yang tinggal di Kandhala, dan daripada keluarganya pula lahir nasab-nasab,

i. Mufti Ilaahi Bakhsh Kandhlawi

ii. Maulana Mufti Muzaffar Husain Kandalwi

iii. Maulana In’aamul Hasan

Maulana Mufti Ilaahi Bakhsh (rah)

1. Maulana Mufti Ilaahi Bakhsh, ulama tersohor dizamannya adalah anak murid Shah Abdul Aziz Dehelvi (rah) dan amat gemar menulis.

2. Anaknya-anaknya adalah

a. Noorul Hasan juga seorang alim dan guru kepada Sir Sayyed Ahmed Khan, pengasas kolej Aligarh yang terkenal di India.

b. Zahurul Hasan juga seorang ulama

c. Hakim Riyazul Hasan juga seorang ulama dan pernah belajar hadith daripada Maulana Rashid Ahmed Gangohi (rah).

d. Maulana Ikramul Hasan

Maulana Ikramul Hasan (rah)

1. Maulana Ikramul Hasan adalah anak saudara kepada Maulana Ilyaas (rah) juga seorang ulama dan telah mendapat ijazah B.A. and L.L.B. daripada Aligarh university.

2. Beliau kemudiannya telah berkhidmat di dalam profesion guaman di mahkamah Kerala.

3. Selepas beberapa lama, beliau berhenti dan mulai berkhidmat dengan Shaikhul Hadith Maulana Muhammad Zakaria (rah) di Madrasah Mazahir Ulum.

4. Maulana Muhammad Ilyaas amat menyayangi beliau dan beliau telah berkhidmat untuk Maulana Muhammad Ilyaas (rah) pada detik-detik akhir kehidupannya.

5. Maulana In’aamul Hasan adalah anak beliau.

Hadrat Moulana In’aamul Hasan (rah)

1. Hadrat Moulana In’aamul Hasan Saheb (rah) dilahirkan di pekan Kandhla, daerah Muzaffar Nagar, U.P., India

a. pada 18 Jamadil Akhir 1336, bersamaan

b. 20 Februari 1918.

2. Hafez Mangtu mengajarkan beliau Hifzul Quraan.

3. Beliau mempelajari bahasa Parsi sehingga kepada tahap Bustaan Sheikh Saadi (rah) daripada datuk saudara beliau Abdul Hamid.

4. Pelajaran bahasa Arab daripada tahap Mizan-Munshaeb kepada SharehJami daripada Hadrat Maulana Muhammad Ilyaas (rah) di Nizaamuddin Kaashiful Uloom.

Hadrat Moulana In’aamul Hasan (rah) dan Hadrat Maulana Yusuf (rah)

1. Apabila Muhammad Ilyaas pergi menunaikan fardhu haji pada 1451, beliau dan Maulana Yusuf telah dimasukkan belajar di Madressa Mazaahirul Uloom, Saharanpur.

2. Beliau belajar Hidaya daripada Maulana Zakaria RA. dan Mebzi daripada Maulana Jameel Ahmed Thanvi.

3. Apabila Maulana Ilyaas kembali daripada fardhu haji, Moulana In’aamul Hasan kembali ke Basti Hadrat Nizaamuddin untuk belajar

a. Mishkaat daripada Maulana Ilyaas [rah] dan

b. Jalaalain daripada Moulana Ihtisaamul Hasan Kandhalwi [rah].

4. Beliau dan Maulana Yusuf adalah teman sepengajian.

5. Beliau kembali belajar di Mazzahir Uloom, Saharanpur di mana,

a. Maulana Abdul Latif mengajarnya Bukhari Sharif,

b. Maulana A. Rahmaan Kamilpuri mengajarnya Tirmidhi Sharif,

c. Maulana Manzoor Ahmed mengajarnya Muslim Sharif dan

d. Maulana Muhammad Zakaria mengajarnya Abu Dawood.

6. Mereka berdua bergilir-gilir berjaga malam untuk mentelaah ilmu, selang sehari berjaga malam. (sejarah hidup Hadrat Maulana Yusuf (rah) mukasurat 170, 171).

7. Sebelum beliau menghabiskan pengajiannya, beliau terpaksa meninggalkan Mazaahir Uloom dan kembali ke to Basti Hazrat Nizaamuddeen kerana penyakit yang dialami oleh Maulana Yusuf.

8. Dia mengakhiri pembelajarannya dengan mempelajari,

a. Kitab Ibn Majah daripada Maulana Ilyaas (rah),

b. Kitab Nasa’ee daripada Maulana Ilyaas (rah),

c. Kitab Tahawi daripada Maulana Ilyaas (rah),

d. Mustadrake Haakim (kitab kompilasi Hadith) daripada Maulana Ilyaas (rah).

Perkahwinan Hadrat In’aamul Hasan (rah)

1. Pada 3 Muharram 1354, jalsa (perhimpunan) tahunan Mazaahirul Uloom telah diadakan.

2. Maulana Ilyaas (rah) meluahkan perasaannya kepada Shaikhul Hadith agar pernikahan Moulana Yusuf dan Moulana In’aamul Hasan diadakan pada Jalsa walaupun tiada persediaan

3. Shaikhul Hadith Saheb telah menerima lamaran, dan telah menerangkan hasrat Maulana Ilyaas (rah) kepada isterinya.

4. Pernikahannya adalah,
a. Hadrat In’aamul Hasan (rah) dikahwinkan dengan anak kedua Shaykhul Hadith Maulana Muhammad Zakaria RA. dan

b. Maulana Yusuf dikahwinkan pula dengan anak pertama Hadrat Shaikhul Hadith.

5. Hadrat Shaikhul Islam Maulana Sayyed Hussain Ahmed Madani (rah) telah menikahi mereka yang kehadiran para-para ulama besar benua Hind

Pemergian untuk Fardhu Haji

1. Maulana In’aamul Hasan (rah) telah melaksanakan fardhu haji daripada Karachi dengan menaiki kapal pada 1356 Hijri bersama,

a. Hadrat Maulana Muhammad Ilyaas (rah)

b. Maulana Yusuf (rah) dan

c. Maulana Ihtisaamul Hasan (rah).

2. Di sepanjang perjalanan, mereka telah melakukan Tabligh.
3. Orang-orang Arab memuji usaha-usaha mereka dan berjanji akan membantu mereka.

4. Mereka mendapat beberapa basyaarat berkenaan dengan kerja Tabligh di dalam perjalanan ini.

5. Selepas kembali ke rumah, Maulana In’aamul Hasan telah jatuh sakit untuk tempoh yang lama dan kembali ke Kandhla sepanjang tempoh sakitnya.

Maulana Muhammad Ilyaas (rah) kembali ke rahmatuLlah

1. Hadrat Maulana Muhammad Ilyaas (rah) meninggal dunia pada pagi Khamis 21 Rajab 1363, bersamaan 23 Julai 1944.

2. Dua hari sebelum kewafatannya, dia telah menamakan enam orang yang istimewa untuk menjadi khalifahnya, termasuk Hadrat Maulana In’aamul Hasan.

3. Selepas kewafatan Maulana Muhammad Ilyaas, Maulana Yusuf Saheb telah diputuskan untuk menjadi Amir Jama’ah Tabligh oleh mesyuarat antaranya,

a. Maulana Shah Abdul Qadir Raipuri,

b. Maulana Fakhruddin Saheb dan

c. Shaikhul Hadith Maulana Muhammad Zakaria.

4. Hadrat Maulana In’aamul Hasan Saheb sentiasa membantu Maulana Yusuf Saheb dan dikenali sebagai orang kanan Maulana Yusuf

5. Beliau telah mengambil tanggungjawab sebagai Mohtamim untuk Madrasah Kaashiful Uloom dan beliau telah mengajar Bukhari Sharif untuk beberapa tahun.

Peribadi Maulana In’aamul Hasan Saheb (rah)

1. Maulana In’aamul Hasan Saheb mempunyai sifat yang suka menyendiri.

2. Beliau menjauhkan diri daripada percakapan yang sia-sia.

3. Beliau tidak akan berjumpa dengan sesiapa kecuali hal-hal yang penting.

4. Beliau amat teliti di dalam rutin hariannya.

5. Apabila perlu, beliau akan menjawab soalan-soalan dengan amat berkesan sekali.

6. Beliau amat berhati-hati dan mengelak daripada sebarang perselisihan

7. Beliau berpakaian bersih dan kemas.

8. Makanan beliau terhad dan sekadar yang perlu sahaja.

9. Beliau banyak menghabiskan dengan membaca.

10. Apabila Hadrat Moulana Yusuf (rah) menulis Hayaatus-Sahaba dan Amanil-Ahbar,

a. Apabila beliau tidak dapat mencari sesuatu, Maulana Abdullah Taariq akan dihantar kepada Maulana In’aamul Hasan

b. Maulana Abdullah Taariq berkata selalunya Maulana In’aamul Hasan akan buka satu buku atau hafalannya dan menunjukkan maklumat yang dicari

c. Beliau akan bangun, mengambil buku daripada almarinya dan membuka lembaran tertentu dan berkata, ‘Pergi dan tunjukkan kepada Maulana Yusuf.’

11. Salah seorang daripada Khaadim khasnya memberitahu yang Maulana In’aamul Hasan Saheb mempelajari seluruh jilid kitab “Fatwa Alamgiri” dua kali.

12. Daripada sini kita dapat melihat usaha-usaha beliau yang gigih dan mendalam terhadap ilmu.

13. Beliau telah menulis beberapa nota penerangan di dalam pengkajian kitab “Tarajimul Abwab” daripada Bukhari Sharif.

14. Ini juga menunjukkan keilmuan dan kecenderungan terhadap sunnah-sunnah Nabi Muhammad (saw).

Pemergian Maulana Yusuf Saheb (rah)

1. Maulana Yusuf Saheb (rah) meninggal dunia pada hari jumaat, 29 Zilqaedah 1384, bersamaan 2 April 1965 di Lahore, Pakistan.

2. Maulana In’aamul Hasan Saheb adalah pilihan utama kerana keakrabannya dengan Maulana Yusuf (rah) sejak dari kecil.

3. Maulana In’aamul Hasan Saheb juga seorang Aalim yang mempunyai reputasi dan personaliti yang tinggi.

4. Beliau dianggap seorang yang amanah oleh Maulana Muhammad Ilyaas (rah)

5. Maulana Yusuf (rah) selalu meminta nasihat-nasihat beliau.

6. Hadrat Sheikhul Hadith Maulana Muhammad Zakaria membuat mesyuarat dan memutuskan Maulana In’aamul Hasan sebagai Amir Jama’ah Tablighi sebagai pengganti Maulana Yusuf (rah)

Perlantikan Amir yang baru

1. Moulana Fakhrul Hasan, seorang ustadz Darul Uloom mengistiharkannya perlantikan Maulana In’aamul Hasan Saheb di hadapan ribuan orang.

2. Semuanya berpuas hati dan lega, sambil memberi kepercayaan dan kerjasama.

3. Sejak dari hari itu hingga ke hembusan nafas Maulana In’aamul Hasan yang terakhir selama 31 tahun

4. Beliau telah melaksanakan tugasnya sebagai Amir dengan berpandangan jauh dan dengan penuh keberanian.

5. Di bawah pimpinannya, kerja-kerja Jama’ah Tabligh telah berkembang di seluruh pelosok dunia.

Sikap suka mendiamkan diri

1. Beliau bukan seorang orator (penceramah), tetapi berkata-kata dengan ringkas tetapi padat.

2. Selepas beberapa tahun beliau mulai memberi ceramah yang lebih panjang.

3. Kita perlu faham yang da’wah dan tabligh bukanlah di bawah nama ceramah, bahkan lebih daripada itu.

4. Tetapi apabila ada perhimpunan besar (ijtima), beliau akan memberi panduan yang ringkas tetapi padat dan diakhiri dengan doa oleh beliau sendiri.

5. Beliau mempunyai sifat yang menyendiri dan ini membolehkan beliau untuk membuat aktiviti lain yang lebih penting.

6. Jika seseorang bertanya sesuatu yang jawapannya boleh menimbulkan fitnah, beliau akan berdiam diri.

7. Sayyidina Umar Ibne-Khattaab (rah), khalifah yang kedua pernah berkata, ‘diamkan diri dan musnahkan kebatilan.’

8. Maulana In’aamul Hasan Saheb mahir di dalam seni mendiamkan diri.

9. Disebabkan beliau tidak suka percakapan yang tidak perlu, orang ramai tidak cuba untuk mendampingi beliau, dan ini menjimatkan masa semua orang

10. Beliau mengagihkan kerja dan menghantar orang kepada orang yang dipertanggungjawabkan untuk sesuatu kerja.

11. Dia tidak mengganggu aktiviti yang ditanggungjawabkan kepada orang lain.

Hembusan nafas yang terakhir

1. Beliau jatuh sakit dan berdiam diri di katil pada beberapa tahun akhir hayatnya.

2. Ziarah yang khas dilakukan seminima yang mungkin.

3. Beliau tetap menyelia setiap aktiviti dan memantau setiap ehwal markaz, di dalam atau di luar negara.

4. Pada 10 malam, 9 Jun 1995, beliau, dengan berkerusi roda, telah dihantar ke hospital.

5. Hembusan nafas terakhirnya terhenti pada umur 70 tahun pada hari sabtu 1.25 petang, 10 Muharram 1416H, bersamaan 10 Jun 1995.

6. Beliau meninggalkan seorang anak lelaki, Maulana Zubairul Hasan dan seorang anak perempuan.

7. Berita sedih ini telah dimaklumkan ke seluruh dunia sepantas kilat.

8. Solah janazahnya telah diadakan pada 6 petang dengan dihadiri ratusan ribu hadirin, hingga sepanjang jalan menuju ke basti hadrat Nizaamuddin ditutup agar orang dapat turut serta.

9. Janazah beliau telah dihadiri oleh setengah juta hadirin, dengan penuh beradab.

10. Selepas Solah Maghrib, janazah beliau direhatkan di sebelah Hadrat Maulana Yusuf.Rahmatullahi alai....

»»  Baca selanjutnya...

Meninggalkan Anak Istri untuk Perjuangan Agama


Dari Ummu Sulaiman ra., bahwa Nabi SAW. berkata kepadanya, “Bersabarlah engkau! Demi Allah! Sejak tujuh hari ini keluarga Rasulullah SAW. tidak mempunyai sesuatu pun untuk di makan, dan sudah tiga hari api tidak di nyalakan di bawah panci mereka. Demi Allah! Seandainya aku meminta kepada Allah agar bukit-bukit Tihamah dijadikan emas, pastilah Allah akan mengabulkannya.”
 
Dengan riwayat-riwayat ini, apakah dapat dikatakan bahwa Rasulullah SAW. telah sengaja menzhalimi keluarganya, karena sibuk dalam berdakwah sehingga menyebabkan keluarga beliau sendiri kelaparan hingga berbulan-bulan? Na’udzubillah min dzalik!

Anak dan istri berpisah sementara untuk kepentingan agama tidak hanya dilakukan oleh Rasulullah SAW, sebagian istri-istri nabi pun mengalaminya. Misalnya, Siti Hajar istri Ibrahim as. yang ditinggalkan sendirian hanya bersama bayinya di tengah gurun pasir gersang tanpa ada perbekalan yang mencukupi, semata-mata demi membantu tugas dakwah dan perjuangan agama suaminya.

“(Ibrahim berkata), ‘Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian dari keturunanku di lembah yang tidak bertumbuh-tumbuhan di dekat rumah-Mu yang dihormati.” (QS. Ibrahim 37)

Ibrahim as. tidak meninggalkan keluarganya untuk tiga hari, empat puluh hari atau empat puluh bulan, tetapi beliau telah meninggalkan keluarganya 13 tahun!
Dan ternyata, setelah diuji dengan harus meninggalkan anak dan istrinya selama bertahun-tahun, demi menunaikan tugas dakwah dan menyeru manusia kepada agama, justru lahir dari keturunan Ibrahim as., nabi-nabi dan rasul-rasul Allah. Apakah kita akan katakan bahwa Ibrahim as. adalah lelaki yang tidak bertanggung jawab terhadap keluarganya dan menyia-nyiakannya?
Bagitu juga istri Nabi Musa as. yang ditinggalkan oleh Musa as. sendirian di tengah hutan untuk berdakwah kepada Fir’aun.

Allah SWT berfirman, “Ketika ia (Musa as.) melihat api, lalu ia berkatalah kepada keluarganya, “Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api. Semoga aku dapat membawa sedikit dengannya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk.” (QS. Thaahaa 10)

Pada ayat selanjutnya Musa as. diperintah, “Pergilah kepada Fir’aun sesungguhnya ia telah melampaui batas.”
Lalu apakah Nabi Musa as. juga di tuduh telah menzhalimi keluarganya dan menyia-nyiakannya, karena telah meninggalkan istrinya di tengah hutan belantara semata-mata karena ia telah diperintahkan untuk berdakwah kepada Fir’aun selama 40 hari ?

Selain para Anbiya, keluarga para sahabat ra. juga telah berbuat demikian, sebagaimana banyak tertulis di dalam kitab-kitab, salah satu misalnya, adalah kisah hijrahnya Abu Bakkar ra. ke Madinah.

Asma’ binti Abu Bakar ra. meriwayatkan, “Ketika Rasulullah saw. keluar untuk hijrah, Abu Bakar ra. pun ikut keluar berhijrah bersama beliau. Abu Bakar membawa seluruh hartanya sebanyak 5000 atau 6000 dirham. Dia pun pergi dengan membawa seluruhnya. Kemudian datanglah kakek kami; yaitu Abu Quhafah ra.. Ia berkata, “Demi Allah, Abu Bakar itu pasti telah menyusahkan kalian dengan harta dan dirinya.” Aku berkata, “Sama sekali tidak! Wahai kakek, sesungguhnya ia telah meninggalkan banyak harta.” Maka aku ambil kerikil-kerikil dan kuletakkan di tempat yang biasa ayahku menyimpan hartanya di lubang di rumahnya. Lalu kututup dengan kain, dan kutuntun tangan kakekku, dan berkata, “Ulurkan tanganmu ke sini, kek. “Dia berkata, “Kalau begini tidak masalah. Sungguh dia telah meninggalkan ini untuk kalian. Dia sudah berbuat baik.”

Umar bin Khattab ra. berkata, Rasulullah SAW. menyuruh kami bersedekah. Ini bertepatan dengan harta yang ada padaku. Aku berkata, “Jika suatu hari aku akan menang di atasnya.” Lalu aku datang dengan setengah hartaku, lalu Rasulullah SAW. bertanya, “Sepertiga.” Lalu datang Abu Bakar ra. membawa seluruh harta yang ada padanya. Maka Rasulullah SAW. bertanya, “Wahai Abu Bakar, apa yang kamu tinggalkan untuk ahli keluargamu?” Abu Bakar menjawab, “Aku tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya.” Berkata Umar, “Aku memang tidak akan menang di atas Abu Bakar sedikit pun selamanya.”

Apakah Abu Bakar ra. divonis oleh Nabi SAW. sebagai suami dan ayah yang dzhalim kepada keluarganya, karena ia tidak meninggalkan apapun bagi keluarganya ketika berhijrah bersama Rasulullah SAW.? Bahkan justru Rasulullah SAW. Tidak mengingkari pengorbanan Abu Bakar As-Shiddiq ra. Yang menyerahkan seluruh hartanya karena beliau mengetahui kebenaran niatnya.

Tindakan Abu Bakar ra. Tidaklah menyalahi firman Allah Al-Baqarah, ayat; 219, (Allah SWT berfirman, “Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,”) karena Allah mengakui pengorbanan yang dilakukan oleh seseorang demi agama dan umat.

Juga seperti sahabat Anas bin Malik ra. Ia memiliki anak yang sulit di hitung karena banyaknya. Ia pernah berkata, “Cucu-cucuku itu mempunyai hitungan tersendiri. Tetapi aku sendiri telah menguburkan 125 anak dari keturunanku. Selain itu, yang masih hidup pun banyak sekali.” Walaupun demikian banyak tanggung jawab keluarga, terhadap istri dan anak-anaknya, ia terkenal sebagai sahabat yang banyak meriwayatkan hadist dan sering menyertai jihad fisabilillah.

Demikian juga, Zubair bin Awwam ra. yang pada waktu mati syahidnya, ia meninggalkan sembilan orang anak laki-laki, sembilan anak perempuan, dan empat orang istri. Bahkan ada sebagian dari cucunya yang lebih tua daripada anak-anaknya sendiri.

Meskipun demikian, ia merupakan salah seorang sahabat yang banyak meriwayatkan hadist. Ia juga ikut serta dalam banyak peperangan. Sekalipun mempunyai banyak tanggungan keluarga, namun anak-anak dan istrinya itu tidak menghalanginya dari kesibukan memperjuangkan agama Allah.

Di dalam kisah lain, diriwayatkan Sa’ad bin Khaitsamah ra. bercerita, “Aku tertinggal dari rombongan Rasulullah SAW. Yang ke Tabuk. Aku pun kembali ke rumah. Di sana kudapati istriku sedang menyiram rumah dengan air (agar menjadi sejuk), maka kukatakan kepada istriku, “Sungguh tidak adil kalau aku masuk rumah dan beristirahat di tempat yang teduh, sedangkan pada saat ini Rasulullah SAW. Sedang berada di tempat yang sangat panas.” Maka segera kusiapkan kantong dan bekalku. Melihat hal itu, istriku berteriak, “Abu Khaitsamah! Hendak kemana engkau?” Kujawab, “Menyusul Nabi SAW. Ke Tabuk.” Setelah itu aku keluar, dan di tengah perjalanan, aku bertemu Umar bin Wahab, lalu aku berkata kepadanya, “Sungguh kamu ini seorang pemberani. Aku ingin tahu di mana Nabi SAW berada. Dan sungguh aku merasa berdosa. Karena itu berjalanlah di belakangku agar dapat kutemui Nabi SAW. empat mata.” Umar pun berjalan mengikuti dari belakang. Ketika aku mendekati pasukan itu, maka orang-orang melihatku dari jauh dan berkata, “Ada seseorang mengendarai kuda ke arah kita!” Rasulullah SAW. berkata, “Ya Rasulullah, celaka aku!” Kemudian kuceritakan kisah perjalananku, maka Rasulullah SAW. mendoakan kebaikan untukku.”

Abu Naufal bin Abi ‘Aqrab menceritakan, “Ketika Harits bin Hisyam akan berangkat dari Makkah menuju ke Syam, maka seluruh penduduk Makkah sangat merisaukan kepergiannya. Semua orang kecuali anak-anak yang masih menyusui mengantar kepergiannya ke luar kota Makkah. Ketika sampai di bukit Bath-ha atau dekat tempat itu, maka dia berhenti, dan orang-orang merasa bersedih, maka dia berkata, “Wahai kaumku! Demi Allah, sesungguhnya aku pergi bukan karena lebih menyayangi diriku dari pada diri kalian, juga bukan karena aku lebih memilih kota lain dari pada kota kalian. Tetapi aku pergi karena memenuhi perintah agama untuk berjihad di jalan Allah, dan hingga saat ini telah banyak kaum Quraisy yang telah mendahului aku pergi padahal mereka bukan termasuk pemuka atau pun dari keluarga yang berkedudukan tinggi. Keadaan kita sekarang ini, demi Allah! Sesungguhnya kita mengorbankan emas di jalan Allah sebanyak gunung-gunung di kota Makkah, niscaya kita tidak akan melebihi pahala satu hari mereka di jalan Allah. Demi Allah! Seandainya mereka mendahului kita di dunia, maka sekurang-kurangnya kita dapat menyamai mereka di akhirat. Sebaiknya orang yang beramal merasa takut kepada Allah dengan amalnya.” Setelah itu diapun berangkat menuju ke Syam, dan dia juga membawa kerabatnya untuk ikut serta dan ia tetap tinggal di sana hingga mati syahid, sehingga Allah merahmatinya.”

Semua kisah di atas dengan tegas menunjukkan bahwa meninggalkan keluarga untuk sementara demi kepentingan agama. Namun penerapannya bagi kita perlu dilakukan dengan sebijak dan sehikmah mungkin, sehingga maksud untuk menyebarkan agama menjadi terwujud dengan baik
»»  Baca selanjutnya...

Agama Wujud Apabila Kita Korban


Nabi buat usaha atas agama Allah telah beri amanah buat ajak manusia taat kepada Rabb yang sesungguhnya, mengajak manusia yang penuh dengan nur kehidupan yang penuh dengan hidayah kehidupan yang penuh dengan kelemah lembutan dan akhlak yang afimah, Satu persatu kegelapan telah pergi dan berganti dengan cahaya perlahan-lahan kesesatan Allah telah rubah dengan petunjuk, perlahan-lahan kebuasan saat itu Allah telah rubah dengan kelemah lembutan dan kasih sayang,
Bukan mudah Nabi buat usaha, Nabi pergi pagi pulang petang menghadapi bermacam-macam kesusahan dan penderitaan caci maki bahkan ancaman bunuh dari pada orang-orang kafir yang ketika itu belum menerima Agama ini.
Khadijah r.ha hari demi hari terus mengorbankan kehormatannya kemuliaannya dan seluruh harta bendanya untuk bantu perjuangan Nabi, Ketika Nabi belum buat dakwah, Nabi belum ajak-ajak manusia pada kebaikan, seluruh penduduk mekkah panggil dengan al amin (Nabi yang terpercaya) Nabi ash siddiq (Nabi yang bisa dipegang bicaranya) Nabi at tayyib (Nabi yang paling baik)
Tetapi ketika Nabi mulai kerja dakwah satu persatu gelar itu mereka ganti, Nabi al majenun (Nabi gila) Nabi pendusta Nabi adalah ahli sihir yg nyata dan pendusta besar. (na'udzubillah)
Hari demi hari Nabi buat usaha dakwah, pergi pagi dengan pakaian putih bersih pulang petang hari dengan rambut penuh debu baju telah kotor dengan kotoran unta kotoran kambing bahkan tak jarang tubuh Nabi yang putih kadang- kadang berlumuran darah pulang dipetang hari.
Terkadang sering kali Nabi pulang terlambat kerumah karena sibuk ajak manusia kepada kebaikan selamatkan manusia huru hara padang mahsyar Nabi mau manusia selamat dari hura hara akhirat sehingga sering kali Nabi terlambat pulang.
Ketika pulang istri telah tidur Nabi ketuk pintu sekali dua kali tidak dibuka maka Nabi buka surban dan tidur didepan rumah dengan udara sejuk dan badai padang pasir sering mengamuk tapi Nabi duduk diluar dan tertidur diluar hingga pagi menjelang subuh khadija r.ha bangun barulah tau kalau suami tidur diluar dan dibangunkan.
Bukan khadijah yang minta maaf tapi Nabi salallahu'alaihi wassallam yang minta maaf..''Maafkan aku Khadijah aku tak mau mengganggu nyenyak tidurmu tadi malam aku tak mau ganggu mimpi indahmu tadi malam.
Subhanallah..begitu lembutnya akhlak Nabi salallahu 'alaihi wasslallam.
Seluruh harta kekayaan Khadijah diserahkan pada suaminya Nabi salallahu'alaihi wassallam untuk perjuangkan Agama ini,
2/3 harta kekayaan dikota mekkah milik khadijah tetapi ketika Khadijah hendak menjelang wafat tidak ada pakaian tidak ada kafan digunakan untuk menutupi jasad Khadijah radhiyallahu 'anha, Bahkan pakaian Khadijah yang digunakan ketika itu adalah pakaian yang sudah sangat kumuh dengan 83 tambalan diantaranya dengan kulit kayu.
Dikisahkan satu hari Nabi salallahu 'alaihi wassallam pulang dari kerja dakwah ketika pulang masuk kedalam rumah biasa Khadijah menyambut berdiri didepan pintu, ketika Khadijah berdiri hendak menyambut Nabi salallahu 'alaihi wassallam
Nabi berkata..''Wahai Khadijah tetaplah kamu ditempatmu..'' Ketika itu Khadijah sedang menyusu Fatimah yang masih bayi.
Karna begitu pengorbanan Nabi dan Khadijah untuk Agama ini hingga saat ini kita bisa mengenal Rabb, kita bisa mengenal sholat, kita bisa mengenal Tuhan sebenarnya, dan kita bisa mengenal Allah.
Seluruh harta kekayaan mereka telah habis, sehingga fatimah hendak menyusu bukan air susu yang keluar tapi darah yang keluar dan masuk kedalam mulut fatimah r.ha,maka Nabi salallahu 'alaihi wassallam telah mengambil Fatimah dan meletakkan ditempat tidur dan Nabi salallahu 'alaihi wassallam berbaring dipangkuan Khadijah radhiyallahu 'anha.
Nabi begitu lelah jumpa manusia dengan menghadapi caci maki dan fitnah manusia, ketika itu Nabi tertidur ketika itulah dengan belaian kasih sayang membelai kepala Nabi salallahu 'alaihi wassallam tidak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Nabi.
Dan Nabi terbangun berkata ''Wahai Khadijah mengapa engkau menangis,? Adakah engkau menyesal mempersuamikan aku Muhammad, dahulu engkau wanita bangsawan engkau mulia engkau hartawan tetapi hari ini engkau telah dihina orang,
Semua orang telah menjauh darimu seluruh hata kekayaanmu telah habis adakah engkau menyesal wahai Khadijah mempersuamikan aku (Muhammad)..??
Khadijah berkata ''''Wahai suamiku , wahai Nabi Allah bukan itu yang aku tangiskan, dahulu aku memiliki kemuliaan, kemuliaan itu aku serahkan pada Allah dan Rasul-Nya, dahulu mempunyai kebangsawanan, kebangsawanan itu aku serahkan pada Allah dan Rasul-Nya, dahulu aku memiliki harta kekayaan dan kuserahkan juga pada Allah dan Rasul-Nya.
Wahai Rasulullah sekarang aku tidak mempunyai apa-apa lagi, tetapi engkau masih terus memperjuangkan Agama ini, “Wahai Rasulullah sekiranya aku telah mati sedangkan perjuanganmu ini belum selesai sekiranya engkau hendak menyebrangi sebuah sungai, lautan engkau tidak mempunyai rakit atau jembatan maka engkau galilah lubang kuburku engkau gali engkau ambil tulang belulangku engkau jadikanlah sebagai jembatan untuk menyebrangi sungai itu untuk jumpa manusia ingatkan kepada mereka kebesaran Allah ingatkan kepada mereka yang hak ajak mereka kepada Islam wahai Rasulullah”.'
Allahu Akbar.
Seorang suami yang agung seorang istri yang agung, suami istri berpelukan sambil menangis memikirkan Agama ini.

Agama tersebar hingga hari ini kita kenal Allah bukan dengan mudah, Agama sampai pada kehidupan Agama, Agama sampai pada kampung kita, Agama sampai masuk kedalam rumah-rumah kita, Agama sampai pada ke hati-hati kita.
Bukan di bawa oleh burung, bukan dibawah oleh angin, bukan dibawah oleh air sungai yang mengalir tapi dibawah oleh pengorbanan Nabi dan para Sahabat, dibawah oleh para janda-janda para sahabat, dibawah oleh yatim-yatim para sahabat.
Ulama sampaikan, hari ini kita senang-senang amal Agama diatas penderitaan dan jeritan janda-janda dan yatim-yatim para sahabat.
Hari ini kita senang amal-amal Agama diatas penderitaan Khadijah r.ha..!!!
Kalaulah hari ini kita tidak menghargai pengorbanan mereka apa yang harus kita jawab dihadapan Allah kalaulah kita jumpa Allah apa yang kita jawab dihadapan Nabi apa yg kita jawab didepan Abu Bakar yang menghabiskan seluruh harta bendanya untuk Agama ini, apalah yang akan kita jawab dihadapan ibu-ibu yang mulia kalau ibu jumpa dgn sahabiyah'' yang mengorbankan suami nya syahid di jalan Allah, apa yang akan kita jawab sekiranya kita jumpa anak-anak yatim para sahabat sedangkan mereka yang telah menggerakan ayah'nya untuk memperjuangkan Agama ini.
Allahu Akbar
Agama sangat berhajat pada pengorbanan, Agama tidak akan tersebar dengan tulisan-tulisan dan Agama tidak akan tersebar dengan bicara-bicara.
Agama tidak akan pernah wujud dalam kehidupan kita tanpa mengorbankan diri kita, sudah menjadi syarat Agama akan wujud melalui pengorbanan, hidayah akan datang dalam diri kita melalui pengorbanan, Agama akan tersebar hidayah akan tersebar diujung dunia melalui pengorbanan.
''Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.'' (QS. Muhammad 7)
»»  Baca selanjutnya...

Kehidupan Para Masyaikh Dakwah Dan Tabligh


Bagaimana dengan kehidupan para masyaikh ? Kehidupan merekapun amat bersahaja dan penuh dengan dengan kesederhanaan yang kita akan takjub dibuatnya.Kehidupan mereka sehari-hari akan tampak di lihat oleh orang-orangyang bersuhbah dengan mereka, mulai dari pakaiannya, rumahnya, makan-minumnya, sampai hal-hal yang kecil dapat kita perhatikan dan pelajari dari mereka. Tidak seperti kebanyakan ulama masa kini, yang sehabis ceramah langsung pulang ke rumah, kunci pintu, sehingga umat tak tahu lagi amal keseharian mereka.

Bahkan di Markaz Dakwah di Raiwind, saat musim panas para tamu yang dari luar negeri akan ditempatkan di ruangan ber-AC sementara ruang para Masyaikh hanya tersedia kipas yang kecil saja sehingga terasa panas. Walaupun dunia telah datang kepada mereka, orang-orang berdatangan ke markas mereka dari berbagai belahan dunia, tapi tak ada terbersitpun keinginan mereka untuk mengambil manfaat dunia seperti buat penggalangan dana atau menari sumbangan dari para tamu. Bahkan mereka melayani tamu-tamu mereka habis-habisan, dengan member makan gratis siang dan malam serta semua fasilitas tamu dipenuhi (bayangkan, setiap hari ada sekitar 20 ribu orang yang datang berkunjung di markas dakwah !)Para Masyaikh makan bersama dengan tamu, tak ada menu khusus buat mereka. Pakaian para masyaikh pun sangat sederhana. Di ceritakan pula bahwa Syeikh Ilyas selalu memakai kain yang telah berumur 80 tahun, peninggalan kakeknya.

Akhlak mereka pun begitu tinggi, tampak ada rasa kasih-sayang kepada umat yang begitu besar. Pernah suatu ketika ada musyawarah di markas, yang mana diadakan di ruangan khusu dan di jaga oleh tim khirosah (sekuriti). Kebetulan petugas khirosah yang mendapat giliran berjaga adalah orang baru dari daerah yang baru ikut ambil bagian dalam usaha dakwah, sehingga tak kenal dengan masyaikh. Saat Maulan Jamsid hendak masuk ke dalam ruangan musyawarah, maka petugas khirosah melarangnya dan mengatakan di dalam lagi ada musyawarah sehingga jangan mengganggu.Karena pakaian Maulana yang begitu sederhana, orang tersebut tidak menyangka bahwa beliau itu adalah masyaikh juga. Maka dengan tawaddhunya, S Maulana Jamsid kembali lagi ke kamarnya sampai ada orang yang memanggilnya dan menemaninya masuk ke ruang musyawarah. Beliau tak marah sedikitpun kepada orang itu.

Dengarlah penuturan Syeikh Abul Hasan Ali An Nadwi (seorang ulama besar) tentang kepribaduian para masyaikh tabligh : Banyak harakah yang mengalami pergeseran perjuangan mereka menjadi kemewahan ketika dunia telah datang kepada mereka sehingga dunia menjadi tujuan mereka selanjutnya. Tetapi tidak dengan Jamaah Tabligh !. Para masyaikh mereka tetap hidup dalam kesederhanaan, perjuangan mereka tak bercampur sedikitpun dengan keduniaan, walaupun dunia telah datang kepada mereka.
Para Masyaikh sering mengatakan dalam bayan mereka bahwa demi Allah, tak ada sedikitpun niat mereka untuk mendapatkan keduniaan dalam menjalankan usaha dakwah ini, walaupun itu hanya sepotong roti !

SOURCE : Buku kecil berjudul Ada Apa Di India Ust.Yudha Hidayah
»»  Baca selanjutnya...

Rabu, 10 Oktober 2012

Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Mendirikan Ka’bah


Allah subhanahu wata'ala telah memerintahkan Nabi Ibrahim 'alaihi salam untuk membangun Baitul 'Atiq, yaitu masjid yang diperuntukkan bagi manusia untuk mereka menyembah Allah subhanahu wa ta'ala.
Allah kemudian menunjukkan kepada Nabi Ibrahim, di mana hendaknya bangunan tersebut dibangun. Allah menunjuki Nabi Ibrahim lewat wahyu yang diturunkan kepadanya.
Para ulama salaf mengatakan bahwa di setiap tingkat langit terdapat sebuah rumah. Penduduk langit tersebut beribadah kepada Allah di rumah tersebut. Oleh karena itulah, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim 'alaihi salam membuat bangunan seperti itu pula di muka bumi.
Bagaimanakah kisah pembangunan Ka'bah oleh Nabi Ibrahim yang dibantu oleh putra beliau Nabi Ismail ini? Kisahnya agak panjang. Kita mulai sekarang ya…
Dahulu, Nabi Ibrahim 'alahi salam membawa istrinya Hajar dan putra beliau Ismail ke daerah Makkah. Pada saat itu, Hajar dalam keadaan menyusui putranya.
 Nabi Ibrahim kemudian menempatkan Hajar dan Ismail ke sebuah tempat di samping pohon besar. Pada saat itu, di tempat tersebut tidaklah terdapat seorang pun dan tidak pula ada air. Nabi Ibrahim kemudian meninggalkan keduanya beserta geribah yang di dalamnya terdapat kurma, serta bejana yang berisi air.
 Ketika Nabi Ibrahim hendak pergi, Hajar mengikuti beliau seraya bertanya, "Wahai Ibrahim, ke manakah engkau akan pergi? Apakah engkau akan meninggalkan kami padahal di lembah ini tidak terdapat seorang pun dan tidak ada makanan apa pun?"
 Hajar mengucapkannya berkali-kali, namun Nabi Ibrahim tidak menghiraukannya. Hajar kemudian bertanya, "Apakah Allah yang memerintahkan engkau berbuat ini?" Nabi Ibrahim kemudian menjawab, "Iya." Hajar lalu berkata, "Dia tidak akan membiarkan kami." Hajar kemudian kembali.
 Di daerah Tsaniah, ketika sosok beliau hilang dari pandangan keluarga yang beliau tinggalkan, Nabi Ibrahim berdoa,
 "Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Rabb Kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur."
 Ketika persedian air mereka habis, Hajar pun mencari air untuk dia dan putranya. Dia pergi ke bukit Shafa, mencari-cari adakah orang di sana, namun dia tidak menemukan siapa pun di sana.
 Hajar pun kemudian pergi ke Marwah dan mencari-cari orang pula di sana. Dia juga tidak mendapati seorang pun.

Hajar berulang-ulang pergi dari Shafa ke Marwah, sebaliknya dari Marwah ke Shafa sampai tujuh kali. Oleh karena itu, di dalam ibadah haji ada yang namanya Sai, yaitu berlari-lari kecil dari Shafa ke Marwa dan sebaliknya sampai tujuh kali.
 Sampai ke Marwah, Hajar mendengar suara. Lalu dia berkata, "Diamlah". Dia mendengar suara itu, lalu mencari sumber suara itu dan berkata, "Aku telah mendengarmu, apakah engkau dapat memberikan bantuan?"
 Ternyata dia berada bersama malaikat di tempat di mana terdapat air zam-zam. Lalu, malaikat itu mengais-ngais tanah hingga akhirnya muncul air. Selanjutnya, ia pun menuruni air tersebut, mengisi bejananya dan kembali ke putranya Ismail, kemudian menyusuinya.
 Malaikat lalu berkata kepada Hajar, "Janganlah engkau takut disia-siakan, karena di sini akan dibangun sebuah rumah oleh anak ini dan bapaknya. Dan sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan keluarganya"
 Setelah beberapa waktu berlalu, serombongan suku Jurhum datang ke tempat tersebut dan tinggal di sekitar air zam-zam bersama Hajar dan Ismail. Ini semua mereka lakukan atas izin dari Hajar.
Nabi Ismail pun beranjak dewasa dan belajar Bahasa Arab dari Suku Jurhum tersebut. Beliau juga menikah dengan salah seorang wanita mereka. Diceritakan pula bahwa Hajar kemudian meninggal dunia.
Pada suatu saat, Nabi Ibrahim datang ingin menjenguk Nabi Ismail 'alaihimassalam. Namun, beliau hanya menemui istri Nabi Ismail saja.
Nabi Ibrahim bertanya kepada wanita tersebut ke mana kiranya Nabi Ismail pergi. Istrinya menjawab, "Dia sedang mencari nafkah untuk kami."
Nabi Ibrahim lalu bertanya tentang keadaan mereka. Istri Nabi Ismail menjawab, "Kami dalam kondisi yang jelek dan hidup dalam kesempitan dan kemiskinan."
Mendengar jawaban tersebut, sebelum pulang Nabi Ibrahim berpesan kepada wanita itu untuk menyampaikan salam kepada Nabi Ismail dan berpesan agar Nabi Ismail mengganti pegangan pintunya.
Setelah Nabi Ismail kembali ke rumah, istrinya pun menceritakan peristiwa tadi dan menyampaikan pesan Nabi Ibrahim kepada suaminya.
Mendengar hal tersebut, Nabi Ismail pun berkata kepada istrinya, "Itu tadi adalah bapakku. Ia menyuruhku untuk menceraikanmu, maka kembalilah engkau kepada orang tuamu."
Nabi Ismail pun menceraikan istrinya tadi sesuai dengan pesan Nabi Ibrahim dan kemudian menikah lagi dengan seorang wanita dari Bani Jurhum juga.

Setelah beberapa waktu berlalu, Nabi Ibrahim kemudian kembali mengunjungi Nabi Ismail. Namun, Nabi Ismail tidak ada di rumah. Nabi Ibrahim pun menemui istri Nabi Ismail yang baru.
Beliau bertanya dimana Nabi Ismail sekarang. Istrinya menjawab bahwa Nabi Ismail sedang mencari nafkah.
Nabi Ibrahim juga bertanya tentang keadaan mereka. Wanita itu menjawab bahwa keadaan mereka baik-baik saja dan berkecukupan, sambil kemudian memuji Allah azza wa jalla.
Nabi Ibrahim lalu bertanya tentang makanan serta minuman mereka. Wanita itu menjawab bahwa makanan mereka adalah daging, adapun minuman mereka adalah air. Maka Nabi Ibrahim mendoakan kedua hal ini, "Ya Allah berkatilah mereka pada daging dan air."
Setelah itu, Nabi Ibrahim pun pergi dari rumah Nabi Ismail. Namun, sebelumnya beliau berpesan kepada wanita itu agar Nabi Ismail memperkokoh pegangan pintunya.
Ketika Nabi Ismail pulang, beliau bertanya kepada istrinya, "Adakah tadi orang yang bertamu?"
Istrinya menjawab, "Ada, seorang tua yang berpenampilan bagus." Dia memuji Nabi Ibrahim.
"Ia bertanya kepadaku tentang dirimu, maka aku jelaskan keadaanmu kepadanya. Dia juga bertanya tentang kehidupan kita, dan aku jawab bahwa kehidupan kita baik-baik saja."
Nabi Ismail kemudian bertanya, "Apakah dia memesankan sesuatu kepadamu?"
Istrinya kembali menjawab, "Ya. Ia menyampaikan salam kepadamu dan menyuruhku mengokohkan pegangan pintumu."
Nabi Ismail berkata, "Itu adalah ayahku dan engkau adalah pegangan pintu tersebut. Beliau menyuruhku untuk tetap menikahimu (menjagamu)."
Waktu pun berlalu. Suatu saat ketika Nabi Ismail sedang meraut anak panah, Nabi Ibrahim pun datang. Nabi Ismail pun bangkit menyambutnya, dan mereka pun saling melepaskan rindu.
Selanjutnya, Nabi Ibrahim berkata, "Wahai anakku, sesungguhnya Allah menyuruhku menjalankan perintah."
Ismail menjawab, "Lakukanlah apa yang diperintahkan Rabbmu."
"Apakah engkau akan membantuku?", Tanya Nabi Ibrahim kembali.

"Aku pasti akan membantumu." seru Ismail.

Nabi Ibrahim kemudian menunjuk ke tumpukan tanah yang lebih tinggi dari yang sekitarnya. Beliau berkata, "Sesungguhnya Allah menyuruhku membuat suatu rumah di sini."

Pada saat itulah, keduanya kemudian meninggikan pondasi Baitullah. Ismail mulai mengangkut batu, sementara Ibrahim memasangnya.

Setelah bangunan tinggi, Ismail membawakan sebuah batu untuk menjadi pijakan bagi Nabi Ibrahim. Batu inilah yang akhirnya disebut sebagai maqam (tempat berdiri) Nabi Ibrahim.

Mereka pun terus bekerja sembari mengucapkan doa, "Wahai Rabb kami terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui".



Sampai akhirnya tuntaslah pembangunan baitullah itu. Ka'bah pun akhirnya berdiri di bumi Allah 'azza wa jalla.(*)

»»  Baca selanjutnya...

Kehancuran Sodom dan Gomorrah dalam Tinjauan Sains


Kota Sodom dan Gomorrah adalah dua kota yang dikaitkan dengan kisah Nabi Luth dan kaumnya. Paling tidak, dalam pandangan Islam, Kristen, Yahudi, diyakini bahwa dua kota ini memang pernah ada, dan kemudian dihancurkan Tuhan akibat begitu besarnya kemaksiatan yang dilakukan oleh penduduknya. Kota inilah yang daripadanya lahir istilah sodomy, and sodomite. Bahkan, dalam bahasa Ibrani, Sodom itu sendiri berarti terbakar, dan Gomorrah berarti terkubur.

Kaitannya dalam Qur'an, ini termaktub dalam "Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu (terjungkir-balik sehingga) yang di atas ke bawah, dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi." (QS Huud ayat 82). Dan dalam Kitab Genesis, disebutkan bahwa "dikarenakan oleh dosa-dosa penduduknya, Sodom, Gomorrah, Admah dan Zeboim dihancurkan oleh sulfur dan api dari Tuhan (19: 24-25).

Pertanyaan yang pertama, adalah dimanakah sesungguhnya lokasi Kota Sodom dan Gomorrah itu. Ternyata sangat sulit untuk menjawabnya, karena bekas atau puing-puing kedua kota ini sulit sekali untuk ditemukan. Misteri keberadaan Sodom dan Gomorrah mengundang banyak arkeologis, geologis, dan paleoclimatologis untuk mengungkapkannya sejak tahun 1923.

Harris dan Beardow dalam "The destruction of Sodom and Gomorrah: a geotechnical perspective" yang dimuat dalam Quarterly Journal of Engineering Geology and Hydrogeology (1995) memperkirakan bahwa Sodom dan Gomorrah terletak di utara Semenanjung Lisan atau di sisi timur Laut Mati bagian utara. Laut Mati terletak antara Israel dan Jordania.

Pendapat Harris dan Beardow didasarkan pada keterangan Strabo, seorang sejarahwan dan geografer dari Yunani yang hidup dari 64 SM sampai 23 M. Menurut Strabo, selain Sodom dan Gomorrah diperkirakan juga terdapat 11 kota lain yang kemudian populer dengan nama "the Lost Cities of the Plain". Kota ini memang ada pada permulaan hingga pertengahan zaman perunggu (Bronze Age). kira-kira 4000 tahun yang lalu, atau sekitar abad ke-23 hingga 21 SM.

Ketika itu, kota-kota ini berada pada daerah yang sangat subur dikarenakan banyaknya sumber air (wadi). Olehnya itu, hasil pertanian sangatlah melimpah dan penduduknya padat. Selain itu, terdapat deposit bitumen (asphalt) yang besar, dan menjadi salah satu sumber pencaharian penduduk. Asphalt dijual ke Mesir Kuno.



Pada saat sekarang, lokasi yang diyakini sebagai Sodom dan Gomorrah telah menjadi tanah tandus dengan tingat salinitas tinggi. Tentang penyebabnya, Nissembaum (1994) dalam "Sodom, Gomorrah and the other lost Cities in the Plain - A Climatic Perspective" mengatakan bahwa perubahan iklim yang begitu cepat, telah mengubah daerah ini dari yang subur menjadi tandus dan kering.

Perubahan iklim inilah yang juga menyebabkan kehancuran Kerajaan Mesir Kuno dan penyusutan hutan di Israel Utara, bukti paleobotani di Israel Selatan, dan penduduk meninggalkan permukiman di Lembah Jordan dan Selatan Jordan ketika itu.

Lokasi yang diyakini oleh Harris dan Beardow ini juga diteliti oleh Professor Lynne Frostick, seorang geologist dari Hull University Inggirs, dan Jonathan Tubb dari British Museum (dimuat dalam BBC History, J Cecil, updated 2009). Mereka mengadakan penggalian arkeologi tepatnya di Tell es-Sa'diyeh dekat Laut Mati bagian utara.

Diketemukan bekas pabrik minyak zaitun. Hal ini menandakan betapa tingginya peradaban ketika itu. Tubb mengatakatan, bahwa dilihat dari taraf peradabannya, diperkirakan lokasi ini ada pada zaman permulaan Bronze Age, sezaman dengan masa Sodom dan Gomorah.

Lain lagi pada penemuan arkeologi di Numeira, juga dekat Laut Mati. Ditemukan puing-puing kota tua dan peradabannya yang diperkirakan dari zaman perunggu. Kota ini tertimbun lapisan tanah dan tumpukan batu, serta lapisan abu arang yang menandakan ada kebakaran hebat yang pernah terjadi.

Mengapa Sodom dan Gomorah dapat hancur dengan skala yang amat dahsyat. Faktor utamanya menurut Harris dan Beardow (1995) adalah bahwa Sodom dan Gomorah berada sangat dekat pada patahan Laut Mati (left lateral strike-slip fault). Jalur patahan ini merupakan bagian dari Great Rift Valley System. Menurut Shmuel Marco, geologis Israel, dari bukti geologi, diperkirakan minimal ada enam kali gempa dengan skala paling rendah 6 SR pernah terjadi.

Sebagai bukti, Mike Finnegan, forensik antropologis dari Amerika Serikat, mengatakan bahwa tiga kerangka manusia yang ditemukan di Numeira. Dari posisi tulang patah, diketahui bahwa mereka mati dalam kondisi hancur. Salah satu kemungkinannya adalah mereka mati dijatuhi reruntuhan batu akibat gempa. Dari carbon dating, diketahui umur kerangka itu adalah 2300 SM, atau sezaman dengan zaman perunggu.

Selain itu, dari tinjauan geoteknik, kandungan tanah pada daerah yang diyakni merupakan loose sand, dan clay sehingga ketika gempa terjadi mudah sekali mengalami likuifaksi. Gempa menjadi trigger pada keadaan dimana kandungan air tanah pada tanah tersebut mengalami peningkatan sehingga tanah bersifat seperti lumpur hidup dan tentunya sangat lunak. Akibatnya, tanah tak lagi mendukung bangunan yang ada di atasnya. Bangunan akan tenggelam ke dalam tanah.

Fenomena ini diungkapkan oleh Haigh dan Madabushi (2002) dari Cambridge University dalam "Dynamic Centrifuge Modelling of the Destruction of Sodom and Gomorrah ". Dalam eksperimen di laboratorium, mereka mengambil membuat pemodelan mini kota pada zaman perunggu, termasuk lapisan tanahnya sesuai dengan kondisi geologi di sekitar Laut Mati. Hasilnya, ketika model diguncang gempa dengan skala tertentu, likuifaksi memang terjadi, dan bangunan teggelam masuk ke dalam tanah.

Hal inilah yang mungkin menyebabkan mengapa bukti arkeologi Sodom dan Gomorrah sangat sulit ditemukan. Diperkirakan bahwa sekarang kota ini telah berada di bawah dasar Laut Mati. Olehnya itu John Whitaker (1997) merekomendasi untuk diadakannya penyelidikan bawah laut untuk menelusuri puing-puing Sodom dan Gomorrah.

Selain itu, ada faktor lain yang menyebabkan dahsyatnya proses kehancuran Sodom dan Gomorrah. Adanya gempa, juga memungkinkan terjadinya rekahan-rekahan pada deposit asphalt yang memang banyak terdapat di lokasi tersebut. Beberapa ahli termasuk Harris dan Beardow (1995) mengatakan bahwa kandungan gas dengan tekanan tinggi dari dalam rekahan, menyembur dan membakar deposit asphalt. Tekanan tinggi ini akhirnya melontarkan asphalt terbakar itu keluar, termasuk menghujani Sodom dan Gomorrah.

Jadi dapat dibayangkan, begitu besarnya proses kehancuran Sodom dan Gomorrah. Kombinasi antara gempa, likuifaksi, dan hujan asphalt-sulfur yang terbakar, yang meluluhlantakkan kota dan menghancurkan penduduknya sehancur-hancurnya.

Terkecuali, Nabi Luth AS, atas petunjuk Allah SWT mengevakuasi anak-anaknya keluar dari "the Sin Cities" itu. Subhanallah. Mudah-mudahan ini menjadi petunjuk bagi orang yang beriman.


Semoga bermanfaat ..Wassalam ..

»»  Baca selanjutnya...