Kamis, 18 Oktober 2012

Amal Manusia Mempengaruhi Keadaan Dunia


Segala keadaan yang terjadi di dunia ini tergantung dari amalan manusia. Sedangkan amal dipengaruhi oleh iman. Bila iman betul maka Allah Swt. akan memberikan keberkahan dari atas langit dan dari bawah bumi, sebaliknya bila iman rusak, maka amal manusia menjadi buruk dan amal ini akan terangkat ke langit, lalu Allah Swt. turunkan kembali ke bumi berupa bala bencana atau musibah.
Dulu semua buah-buahan rasanya manis, tidak ada yang beracun dan berduri. Ketika putranya Nabi Adam as. Yaitu Qabil menumpahkan darah di muka bumi dengan membunuh adiknya sendiri, Habil, maka dengan qudrat dan iradah-Nya, Allah Swt. mengubah buah-buahan itu sebagian ada yang pahit, berduri, dan beracun. Berapa banyak orang yang keracunan dan terkena duri hingga hari kiamat? Akibat ulah Bani Israil, sampai hari ini umat akhir zaman terkena dampaknya. Dulu hewan-hewan yang disembelih dagingnya tidak pernah busuk walaupun disimpan berhari-hari. Tapi akibat amal buruk manusia, daging akan membusuk dalam tiga hari saja tanpa diawetkan. Berapa banyak daging yang terbuang sampai hari Kiamat? Begitu pula sejak Qarun la'natullah 'alaih menimbun-nimbun harta, sehingga hartanya menimbunnya dengan gempa bumi. dan dampaknya sampai hari ini.
Perbuatan manusia, berpengaruh pada lautan, udara, sam¬pai mempengaruhi lapisan ozon di atmosfir bumi. Abu Hurairah r.a. berkata bahwa akibat amalan buruk manusia, burung-burung pun menjadi kurus dan mati dalam sarangnya.
Allah swt. berfirman :
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَاكَسَبَتْ اَيْدِالنَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
Artinya : “Telah nampak kerusakan di muka bumi ini, di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.” (Qs. Ar-Ruum: 41)
Binatang tak pernah disebut-sebut sebagai biang keladi kerusakan bumi. Sejahat-jahat binatang takkan menjadi penyebab kerusakan alam. Apa yang terjadi bila seandainya kerbau memiliki alat yang canggih untuk memenuhi kebutuhan perutnya? Tentu padang rumput dan aneka ragam tanaman akan habis untuk mengisi perutnya. Bila musang mempunyai radar untuk mendeteksi mangsanya dengan pesawat pemburu, tentu tidak ada ayam yang dibiarkan hidup di muka bumi ini. Apabila harimau memiliki tank dan berbagai perangkat canggih, mungkin makhluk-makhluk lain tidak diberi kesempatan untuk hidup? Andai kuda dan kambing jantan yang sarat dengan nafsu bisa menonton tayangan film atau gambar porno, siapakah yang sanggup membendungnya? Atau kambing-kambing betina pandai bersolek, bergaya seksi, menantang, dan merangsang lawan jenisnya, bagaimana keadaan kehidupan ini?
Binatang tak mungkin menjadi manusia, betapapun cerdasnya ia, meskipun si kancil mampu merekayasa angka-angka, si Bunglon memakai topeng wajah manusia, atau si Buaya yang arif bijaksana. Tetapi manusia tidak sulit menjadi binatang, bukan karena kebodohannya, tetapi karena kebuasan hatinya.
اِنَّ الشَرَّ الدّوَآبُّ عِنْدَ اللهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِيْنَ لاَيَعْقِلُوْنَ
Artinya : “Sesungguhnya binatang (manusia) yang seburuk-buruknya di sisi Allah ialah orang yang tidak mau mendengar, mengatakan, dan memahami kebenaran.” (Qs. Al- Anfal [8] : 22)
Kejahatan senantiasa didukung oleh nafsu, tidak ada orang yang paling sesat kecuali orang yang menuruti kehendak hawa nafsunya. Segala potensi yang ia miliki digunakan untuk menyempurnakan hawa nafsunya. Telinga, mulut, matanya, bahkan pikirannya untuk memuaskan hawa nafsu. la tidak berjalan di atas hukum Allah Swt.. Ia akan selalu keliru dalam menggunakan anggota badannya. Segala sumber daya manusia yang dimilikinya diletakkan tidak pada tempatnya. Iman diletakkan di kepala, bukan di dalam hati, sehingga kepentingan akidah dijadikan kepentingan akal. Akhirnya ia stress sebagaimana orang yang memikirkan langit yang tak pernah bertiang, diseminarkan dan disimposiumkan, tetapi tak kunjung ada pemecahannya.
Begitulah keadaannya apabila hawa nafsu mendominasi hidup manusia, yang secara fithrah sudah Islam, tunduk dan patuh kepada sunnatullah. Tapi dalam kehidupan iradiahnya - yang mana ia memiliki kebebasan hak pilih - ternyata tunduk dan patuh serta mengabdi pada hawa nafsunya sendiri.
وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ اَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّموتُ وَاْلاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّطبَلْ اَتَيْنهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُّعْرِضُوْنَ
Artinya : “Andaikan kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kebanggaan kepada mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. (Qs. Al-Mu'minun [23] : 71)
Manusia ingin hidup bebas, tetapi tidak ada yang bisa hidup bebas. Barangsiapa mengikuti peraturan, maka ia akan selamat, dan yang tidak ikut peraturan akan celaka. Orang yang meletakkan dirinya dalam tertib akan menjadi baik, dan kebaikannya akan dirasakan juga oleh orang lain. Sedang yang tidak mengikuti tertib akan celaka dan mencelakakan orang lain. Seorang pengemudi yang patuh pada peraturan lalu lintas akan selamat, namun apabila ugal-ugalan, maka ia akan menabrak benda-benda di de-pannya atau masuk jurang.
Sungguh sangat beruntung kita tidak diciptakan sebagai makhluk yang lain, binatang misalnya. Tetapi derajat manusia bisa lebih rendah dari binatang jika tidak memiliki iman di dalam hatinya. Maka untuk makhluk yang bernama manusia, Allah Swt. tidak membiarkannya tanpa aturan khusus. Memang menurut Allah Swt. sendiri, manusia itu makhluk yang istimewa dan sebaik- baik ciptaan. Tetapi bila tidak didasari dengan iman, mereka akan beramal jahat dan menjelma menjadi makhluk yang paling hina. Dalam perkara ini nampak jelas Allah Swt. banyak ikut campur tangan dalam tata aturan manusia. Allah Swt. Maha Mengetahui betapa rumitnya manusia. Demi kasih sayang-Nya, Allah Swt. mengutus 124.000 nabi dan 313 rasul untuk membawa aturan khusus yaitu agama. Apabila manusia diberi otonomi dalam membuat tata aturan sendiri, maka rusaklah kehidupan manusia di dunia dan di akhirat selama-lamanya.
Seorang alim mengatakan bahwa hari ini agama (iman dan amal) telah terlepas dari kehidupan kita dan ummat manusia. Orang-orang tidak merasa menyesal jika tidak mengamalkan agama. Sementara hubungan dengan rumah sangat kuat, sehingga apabila rumah terbakar merasa sangat sedih. Hubungan dengan pekerjaan sangat kuat, sehingga tidak mau meninggalkan pekerjaan walaupun untuk sementara. Hubungan dengan anak isteri sangat kuat, sehingga apabila mereka sakit, akan ikut bersedih dan berusaha mencari cara penyembuhannya. Namun jika agama yang sakit, tidak merasa sedih, tenang-tenang saja. Ketika berkumpul dengan keluarga atau sedang berada di tempat kerja tidak mengantuk, namun ketika mendengarkan pembicaraan iman dan amal saleh keadaannya seperti orang sakit, karena hubungan dengan agama sangat lemah.
Sebagaimana hubungan pedagang dengan tokonya, setiap hari ia datang ke toko, memikirkan kemajuan tokonya. Malam hari pun ia memikirkan dagangannya. Begitu pula apabila hubungan dengan agama kuat, maka setiap hari yang dipikirkan adalah agama. Bagaimana agar agama bisa wujud dalam kehidupannya, keluarganya, lingkungannya, dan seluruh alam? Jika tidak membiasakan diri dengan amal-amal agama, maka akan lalai mengingat Allah. Di kantor, di pasar, di sawah, di ladang lupa kepada Allah Swt., di masjid lalai kepada Allah, bahkan ketika shalat pun lalai kepada Allah swt. Karena banyak waktu yang digunakan untuk mengurus harta benda, pekerjaan, keluarga, rumah dan sebagainya, maka timbullah kecintaan kepada perkara tersebut, yang menyebabkan lalai terhadap agama sebagai maksud hidupnya. Hal ini menyebabkan terjadinya banyak masalah dalam kehidupan manusia.
Abdullah bin Umar r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. ber¬sabda, "Wahai kaum Muhajirin, ada lima hal yang apabila kalian melakukannya, maka bencana akan menimpa kalian. Semoga Allah menghindarkan kalian dari perbuatan itu: (1) apabila perzinaan telah merajalela di tengah-tengah suatu kaum, wabah penyakit akan menimpa mereka mupun penyakit baru yang sebelumnya tidak dikenal; (2) jika suatu kaum melakukan kecurangan dalam menimbang dan mengukur, mereka akan mengalami kekeringan, kelaparan, kesusahan, dan diperintah oleh penguasa yang kejam; (3) jika suatu kaum menahan zakatnya, maka hujan dari langit akan ditangguhkan, dan seandainya bukan untuk kebutuhan binatang, maka tak setetes pun yang diturunkan lari langit; (4) Suatu kaum yang melanggar perjanjian mereka dengan Allah dan Rasul-Nya, mereka akan menjadi kelinci percobaan musuh; (5) suatu kaum yang menerapkan hukum yang tidak adil, akan ditimpa perang saudara dan pemberontakan." (At Targhib wat Tarhib)
Rasulullah saw. bersabda, "Apabila ummatku mulai membenci ulama dalam hatinya, apabila mereka membangun pasar dan tempat perbelanjaan dengan megah, dan apabila mereka mengadakan pernikahan hanya karena kekayaan (bukan karena ketakwaannya, keshalihannya, dan akhlak yang baik orang yang akan dinikahinya) maka Allah akan menurunkan empat bencana kepada mereka. Berupa kelaparan, kezhaliman penguasa, ketidakjujuran para pejabat yang mengatur urusan mereka, dan serangan musuh." (Hr. Hakim)
Perubahan apapun yang terjadi pada suasana dan keadaan, namun perintah Allah Swt. tidak akan pernah berubah sejak zaman Nabi Adam a.s. hingga hari Kiamat. Ali r..a. berkata, "Kemalasan beribadah, kekurangan rezeki, dan kurangnya kedamaian adalah balasan atas dosa." (Tarikhul Khulafa)
Dalam hadist Qudsi, Allah Swt. berfirman, "Apabila hamba-Ku mentaati-Ku, Aku akan mengirimkan hujan kepada mereka pada malam hari pada saat mereka tidur. Dan matahari akan tetap bersinar ke atas mereka, sehingga urusan-urusan mereka (yang dilakukan pada siang hari) tidak akan terbengkalai, dan bunyi halilintar tidak akan terdengar oleh mereka (sehingga mereka tidak ketakutan dan cemas)." (al Jami’ush Shagir)
Umar r.a. berkata, "Aku telah diberitahu bahwa Nabi Musa a.s. atau Nabi Isa a.s. pernah bertanya kepada Allah Swt., 'Apakah tanda keridhaan-Mu kepada umat ini?' Allah Swt. menjawab, 'Tandanya adalah pada saat mereka menyemai benih di ladang, Aku mengirimkan hujan. Dan pada musim panen, aku menahan hujan. Urusan pemerintahan mereka Aku serahkan ke tangan orang yang berhati lembut dan urusan harta benda mereka aku serahkan kepada orang yang dermawan.' Kemudian mereka bertanya, 'Dan apakah tanda ketidakridhaan-Mu terhadap umat ini?' Allah Swt. menjawab, 'Tandanya adalah pada musim menyemai benih di ladang, aku menahan hujan. Dan pada musim panen aku mengirimkan hujan lebat. Urusan pemerintahan Aku serahkan ke tangan orang-orang jahil dan urusan harta benda mereka Aku serahkan kepada orang yang kikir." (Ad Durrul Mantsur)
Seseorang akan bersemangat mengamalkan agama, jika dia betul-betul mengenal siapa yang memerintahkan untuk mengamalkan agama. Jika banyak orang mengamalkan agama, maka dengan sendirinya orang-orang akan belajar agama di pondok pesantren, dan mau memakmurkan masjid, karena masjid merupakan rumahnya Allah. Kemudian akan muncullah orang-orang hebat seperti para sahabat r.a.. yaitu menjadi petani, pedagang, pengusaha, dan pejabat yang taat kepada Allah Swt. Akan tetapi bila agama tidak hidup, maka yang lahir adalah/ para penjahat, pencinta-pencinta dunia, dan ahli-ahli dunia. Orang shalih sangat kurang, seribu berbanding satu. Petani, pedagang, pejabatnya tidak shalih, bahkan santri dan ustadznya tidak shalih. Sehingga orang-orang mengatakan, "Kenapa pak Haji atau pak Kiyai berbuat begitu dan begini?" Semua itu disebabkan tidak ada usaha untuk mencetak wali-wali Allah, hanya usaha ziarah ke kubur wali.
Agama tidak bisa hidup dengan larangan dan perintah manusia, seperti tanaman pohon yang diperintah untuk tumbuh; "Hai daun, kamu harus rimbun, kamu harus berbuah banyak! Hai benalu, jangan tumbuh di sini! Hai rumput, mengapa kamu tumbuh di sini?" Demikian pula dengan perkara agama, tidak bisa menyalahkan orang lain, "Mengapa kamu berbuat maksiat?" Apalagi hanya menghujat, menggunjing, atau mencari kambing hitam. Sehingga lingkungan dikambinghitamkan, ini karena pengaruh lingkungan dan lingkungan pun dibakar!
Kita tidak dapat mengubah siapa pun termasuk diri sendiri, tidak dapat memberikan hidayah kepada siapa pun termasuk pada hati kita sendiri. Hidayah dapat diperoleh hanya dengan cara Rasulullah saw.. Allah Swt. memberikan hidayah kepada hati yang menginginkan hidayah, manusia tidak akan mendapat hidayah jika hatinya tidak menginginkan hidayah, meskipun dia anak, isteri atau keluarga seorang Nabi, sebagaimana anak dan isteri Nabi Nuh a.s., isteri Nabi Luth a.s. atau ayah Nabi Ibrahim a.s.. Tetapi, meskipun dia seorang penjahat atau seorang hamba sahaya jika hatinya mau menerima hidayah, maka Allah Swt. akan memuliakan dia, sebagaimana Umar r.a. diangkat menjadi khalifah. Padahal pada masa jahiliyah, beliau pernah menanam hidup-hidup puterinya serta membuat berhala dan roti dan ketika lapar dia memakan berhala itu. Sebagian sahabat tidak percaya jika Umar r.a. memeluk Islam. Mereka berkata, "Saya lebih percaya jika kudanya Umar masuk Islam."
`Bilal r.a. ialah seorang hamba sahaya diangkat menjadi gubemur setelah mendapat hidayah. Ikrimah r.a., anak seorang kafir Quraisy (putra Abu Jahal) yang sangat membenci Rasulullah saw., ia menghindar dari hidayah. la mengatakan kepada kaumnya, "Saya tidak akan memeluk Islam sampai mati!" Tapi ia dikejar hidayah, ia meninggalkan kampung halamannya dengan menumpang sebuah kapal, namun di atas kapal ia mendengar suara orang yang mengucapkan kalimat laa ilaaha illallaah, padahal ia melarikan diri karena kalimat itu. Dan ia tidak bisa mengelak, ia terkurung oleh hidayah, akhirnya menerima hidayah. Setelah kembali pada kaumnya, ia ditanya, "Dulu engkau bersumpah tidak akan masuk Islam." la menjawab, "Saya tidak masuk Islam, tetapi Islam yang masuk ke dalam diri saya."
"Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tak ada seorang pun yang mampu menunjukinya.Para sahabat radiallahu 'anhum telah berjaya dan sukses didunia dan di akhirat, karena agama mereka junjung di atas kepala dan dunia hanya dijinjing di tangan. Apabila agama bergoyang dunia dilepaskan untuk sementara untuk memegang agama. Tapi umat akhir zaman sebaliknya dunia dijunjung di kepala dan agama dijinjing di tangan. Apabila dunianya bergoyang, agama rela dilepaskan. Seluruh sahabat r.a. telah berkorban dengan menjalani kehidupan dunia dengan kesederhanaan yang maksimal. Bahkan rumah, pakaian, dan makanan Rasulullah saw. sangat sederhana.
Bagaimana mengerahkan seluruh kemampuan dan potensi yang ada pada diri untuk usaha agama, seluruh apa yang dimiliki untuk agama. Agama hanya akan wujud dengan pengorbanan. Pertolongan Allah Swt. akan datang pada ummat, apabita berkorban sampai habis, sebagaimana Abu Bakar r.a. berkorban sampai habis. Harta, diri, dan waktunya untuk agama.
Seorang pedagang yang hanya paham dengan perdagangan, seorang petani yang hanya paham dengan pertaniannya, dan seorang pejabat yang hanya paham dengan kantornya, adalah suatu kejahilan (kebodohan). Orang yang pandai dan sukses adalah seorang pedagang, petani, dan pejabat yang ta'aluq kepada Allah Swt. serta mengenal Allah Swt.. Apabila hubungan dengan Allah baik, maka percakapan, pendengaran, dan penglihatan akan baik, sehingga segala gerak-gerik akan menjadi baik.
Rasulullah saw. bersabda bahwa Allah Swt. berfirman, "Tiada henti-hentinya hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan mengamalkan ibadah-ibadah sunnah sehingga Aku mencintainya, Aku yang menjadi pendengarannya ketika dia mende-ngar. Dan Aku menjadi penglihatannya ketika dia melihat, dan Aku menjadi tangannya ketika dia menggunakan tangannya, dan Aku yang menjadi kakinya ketika dia berjalan. Maka dengan Aku dia mendengar dan dengan Aku dia melihat, dengan Aku dia menggerakkan tangannya, dan dengan aku dia berjalan. Dan bila dia meminta. kepada-Ku, Aku akan memberinya. Bila dia meminta perlindungan kepada-Ku niscaya Aku pun melindung-nya."(Hr. Bukhari)
Orang yang tidak melakukan usaha agama akan tunduk kepada anak isterinya, pekerjaannya, sawah ladangnya, bahkan kepada hewan ternaknya. Setiap pagi harus memberinya makan, menjaganya, dan memandikannya. Orang yang mengamalkan aga-ma berbeda dengan pemilik agama. Pengamal agama seperti pekerja toko yang hanya mengharap gaji dari pekerjaannya. Pemilik agama seumpama pemilik toko, dia selalu berpikir bagaimana usahanya bisa maju, bagaimana seluruh karyawannya bisa hidup makmur. Jika hanya mengamalkan agama, ibadah sendiri, wirid munajat sendiri, tapi tidak punya tanggung jawab agama, ia bukanlah pemilik agama. Oleh karena itu perbaikilah hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia dan makhluk Allah yang lain.
Dalam beberapa hadis Nabi Muhammad Saw diungkapkan bahwa Allah Swt menolak bencana dari penduduk bumi atau menahannya dengan sebab (berkah) orang-orang yang suka beristigfar dan para pemakmur masjid. Bahkan, Allah swt pun berkenan memberi rezeki kepada penduduk bumi, memberikan pertolongan dan menolak bencana karena adanya hamba-hamba yang saleh, yang suka beristigfar dan memakmurkan masjid.
Diriwayatkan oleh Imam Thabrani dalam Al-Kabir dan Imam Baihaki dalam Al-Sunan dari Mani' Ad-Dailami r.a. la menyatakan bahwa Rasulullah saw bersabda:
لَوْلاَ عِبَادٌ لِلَّهِ رَكَعَ وَصَبِيَّةٌ رُضِعَ وَبَهَائِمٌ رَتَعَ لَصَبَّ عَلَيْكُمُ الْعَذَابَ صَبًّا ثُمَّ رَضَّ رَضًّا
Artinya : “Jika bukan karena berkah hamba-hamba Allah yang rukuk atau mendirikan salat, bayi-bayi yang disusui, dan binatang-binatang yang digembalakan, pasti siksaan akan dikucurkan kepadamu dengan derasnya dan kamu akan dihancurkan sehancur- hancurnya.”
Jabir bin Abdullah ra. mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda:
اِنَّ اللهَ لَيَصْلُحُ بِصَلاَحِ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ وَلَدِهِ وَوَلَدِوَلَدِهِ وَاَهْلِ دَوِيْرَتِهِ وَدَوِيْرَاتِ حَوْلِهِ وَلاَ يَزَالُوْنَ فِى حِفْظِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مَادَامَ فِيْهِمْ
Artinya : “Allah memperbaiki atau menjadikan saleh dengan kesalehan seseorang, anaknya, anak dari anaknya (cucunya), dan penduduk tetangganya yang terdekat dan yang dekat di sekitarnya. Dan mereka akan selalu dalam penjagaan Allah Yang Maha Perkasa lagi Mahaagung, selama ia berada di sisi mereka.”
Abdullah bin Umar r.a. juga pernah mengatakan bahwa Nabi Saw bersabda:
اِنَّ اللهَ لَيَدْفَعُ بِالْمُسْلِمِ الصَّالِحِ عَنْ مِائَةِ اَهْلِ بَيْتٍ مِنْ جِيْرَانِهِ بَلاَءً
Artinya : “Sesungguhnya Allah swt. dengan berkah Muslim yang saleh menolak bencana atau musibah dari seratus penduduk rumah dari tetangganya.”
Nabi Muhammad saw pernah bersabda:
مَنْ فَرَّجَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Artinya : ”Siapa saja yang melepaskan kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat.”(Hadis shahih)
Dalam hadis lainnya disebutkan
مَنْ قَضَى ِلاَخِيْهِ حَاجَةً كُنْتُ وَاقِفًا عِنْدَ مِيْزَانِهِ فَاِنْ رَجَحَ وَاِلاَّ شَفَعْتُ لَهُ
Artinya : “Siapa saja yang dapat memenuhi kebutuhan saudaranya maka aku akan berdiri di depan timbangannya. Jika (telah) berat timbangan kebaikannya, maka aku biarkan; dan jika tidak begitu, maka aku akan memberinya syafa'at atau bantuan”.
وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَادَامَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ اَخِيْهِ
Artinya : “Allah akan menolong hamba-Nya selama ia mau menolong saudaranya.”
Sa'd bin Abu Waqqash r.a., mengatakan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:
هَلْ تُنْصَرُوْنَ وَتُرْزَقُوْنَ بِضُعَفَائِكُمْ
Artinya : “Tidaklah kamu sekalian ditolong dan diberi rezeki kecuali dengan (berkah) orang-orang lemah di antaramu.” (Hr. Bukhari)

»»  Baca selanjutnya...

Selasa, 16 Oktober 2012

Allah Kuasa Makhluk Tak Kuasa


Kini orang kaya dan miskin gampang terkena penyakit,karna beban berlebihan dihati.org kaya beli daging buat dirumah ttp tidak bisa makan karna koleterol,pergi kdokter ahli jantung berharap sembuh.padhal tetap saja klo allah tetapkan jantung itu berhenti mau dipompa pakai gas tetap saja tidak akan bergerak lagi.kita lupa jantung dokter itu jg,allah yg memegang.hati ini sakit karna mau mengambil urusan allah,sehingga berlebihan beban.urusan allah ini tdk akan ada yg mampu menampungnya.jika hati ini mau coba-coba ambil urusan allah selamat berjuang.
Kitab Iman Bab Ke-1: Sabda Nabi saw., “Islam itu didirikan atas lima perkara.” Iman itu adalah ucapan dan perbuatan. Ia dapat bertambah dan dapat pula berkurang. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)” (al-Fath: 4), “Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”(al-Kahfi: 13), “Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk.” (Maryam: 76), “Orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya” (Muhammad: 17), “Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya” (al-Muddatstsir: 31), “Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini? Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah imannya.” (at-Taubah: 124), “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, maka perkataan itu menambah keimanan mereka.” (Ali Imran: 173), dan “Yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan (kepada Allah).” (al-Ahzab: 22) Mencintai karena Allah dan membenci karena Allah adalah sebagian dari keimanan. 1. Umar bin Abdul Aziz menulis surat kepada Adi bin Adi sebagai berikut, “Sesungguhnya keimanan itu mempunyai beberapa kefardhuan (kewajiban), syariat, had (yakni batas/hukum), dan sunnah. Barangsiapa mengikuti semuanya itu maka keimanannya telah sempurna. Dan barangsiapa tidak mengikutinya secara sempurna, maka keimanannya tidak sempurna. Jika saya masih hidup, maka hal-hal itu akan kuberikan kepadamu semua, sehingga kamu dapat mengamalkan secara sepenuhnya. Tetapi, jika saya mati, maka tidak terlampau berkeinginan untuk menjadi sahabatmu.” Nabi Ibrahim a.s. pernah berkata dengan mengutip firman Allah, “Walakin liyathma-inna qalbii” ‘Agar hatiku tetap mantap [dengan imanku]‘. (al-Baqarah: 260) 2. Mu’adz pernah berkata kepada kawan-kawannya, “Duduklah di sini bersama kami sesaat untuk menambah keimanan kita.” 3. Ibnu Mas’ud berkata, “Yakin adalah keimanan yang menyeluruh.” 4. Ibnu Umar berkata, “Seorang hamba tidak akan mencapai hakikat takwa yang sebenarnya kecuali ia dapat meninggalkan apa saja yang dirasa tidak enak dalam hati.” 5. Mujahid berkata, “Syara’a lakum” (Dia telah mensyariatkan bagi kamu) (asy-Syuura: 13), berarti, “Kami telah mewasiatkan kepadamu wahai Muhammad, juga kepadanya untuk memeluk satu macam agama.” 6. Ibnu Abbas berkata dalam menafsiri lafaz “Syir’atan wa minhaajan”, yaitu jalan yang lempang (lurus) dan sunnah.” 7. Doamu adalah keimananmu sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya, “Katakanlah, Tuhanku tidak mengindahkan (memperdulikan) kamu, melainkan kalau ada imanmu.” (al-Furqan: 77). Arti doa menurut bahasa adalah iman. 8.Ibnu Umar berkata, “Rasulullah saw bersabda, ‘Islam dibangun di atas lima dasar: 1. bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah Utusan Allah; 2. menegakkan shalat; 3. membayar zakat; 4. haji; dan 5. puasa pada bulan Ramadhan.’”

»»  Baca selanjutnya...

Sikap Lemah Lembut Dan Keras Dalam Berdakwah


Allah Ta’ala berfirman:
ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah (lemah lembut) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An-Nahl: 125)
Allah Ta’ala berfirman:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imran: 159)
Dari ‘Aisyah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:
يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُعْطِي عَلَى الرِّفْقِ مَا لَا يُعْطِي عَلَى الْعُنْفِ وَمَا لَا يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ
“Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, Dia mencintai sikap lemah lembut. Allah memberikan pada sikap lemah lembut sesuatu yang tidak Dia berikan pada sikap yang keras dan juga akan memberikan apa-apa yang tidak diberikan pada sikap lainnya.” (HR. Al-Bukhari no. 6024 dan Muslim no. 2165)
Dari ‘Aisyah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau telah bersabda:
إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ
“Sesungguhnya sifat lemah lembut itu tidak berada pada sesuatu melainkan dia akan menghiasinya (dengan kebaikan). Sebaliknya, tidaklah sifat itu dicabut dari sesuatu, melainkan dia akan membuatnya menjadi buruk.” (HR. Muslim no. 2594)
Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata:
قَامَ أَعْرَابِيٌّ فَبَالَ فِي الْمَسْجِدِ فَتَنَاوَلَهُ النَّاسُ فَقَالَ لَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعُوهُ وَهَرِيقُوا عَلَى بَوْلِهِ سَجْلًا مِنْ مَاءٍ أَوْ ذَنُوبًا مِنْ مَاءٍ فَإِنَّمَا بُعِثْتُمْ مُيَسِّرِينَ وَلَمْ تُبْعَثُوا مُعَسِّرِينَ
“Seorang ‘Arab badui berdiri dan kencing di masjid. Maka para sahabat ingin mengusirnya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda kepada mereka, “Biarkanlah dia dan siramlah bekas kencingnya dengan setimba air -atau dengan setimba besar air-. Sesungguhnya kalian diutus untuk memberi kemudahan dan tidak diutus untuk memberi kesusahan.” (HR. Al-Bukhari no. 323)

Penjelasan:
Ar-Rifq adalah sifat lemah lembut di dalam berkata dan bertindak serta memilih untuk melakukan cara yang paling mudah. (Fathul Bari syarh Shahih Al Bukhari)
Sudah sepantasnya bagi seorang muslim untuk berhias dengan sifat yang sangat mulia tersebut, karena ia merupakan bagian dari sifat-sifat yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Dengannya pula merupakan sebab seseorang dapat meraih berbagai kunci kebaikan dan keutamaan. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki sifat lemah lembut, maka ia tidak akan bisa meraih berbagai kebaikan dan keutamaan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan hal ini kepada ‘Aisyah-istri beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam:
إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الأَمْرِ كُلِّهِ
“Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha Lembut yang mencintai kelembutan dalam seluruh perkara.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Sebagaimana disebutkan pula dalam sebuah hadits:
مَنْ يُحْرَمْ الرِّفْقَ يُحْرَمْ الْخَيْرَ
“Orang yang dijauhkan dari sifat lemah lembut, maka ia dijauhkan dari kebaikan.” (HR.Muslim)

Keutamaan sifat Ar-Rifq
Sebagaimana telah diterangkan diatas bahwa sifat Ar-Rifq (lemah lembut) merupakan sifat yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dan juga dengannya akan bisa meraih segala kebaikan dan keutamaan. Dengannya pula akan melahirkan sikap hikmah, yang juga merupakan sikap yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala di dalam berkata dan bertindak.
Dikisahkan dalam sebuah hadits bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang duduk-duduk bersama para shahabat radhiyallahu ‘anhum di dalam masjid. Tiba-tiba muncul seorang ‘Arab badui (kampung) masuk ke dalam masjid, kemudian kencing di dalamnya. Maka, dengan serta merta, bangkitlah para shahabat yang ada di dalam masjid, menghampirinya seraya menghardiknya dengan ucapan yang keras. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mereka untuk menghardiknya dan memerintahkan untuk membiarkannya sampai orang tersebut menyelesaikan hajatnya. Kemudian setelah selesai, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta untuk diambilkan setimba air untuk dituangkan pada air kencing tersebut. (HR. Al Bukhari)
Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil ‘Arab badui tersebut dalam keadaan tidak marah ataupun mencela. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menasehatinya dengan lemah lembut:
“Sesungguhnya masjid ini tidak pantas untuk membuang benda najis (seperti kencing, pen) atau kotor. Hanya saja masjid itu dibangun sebagai tempat untuk dzikir kepada Allah, shalat, dan membaca Al Qur’an.” (HR. Muslim)
Melihat sikap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang demikian lembut dan halusnya dalam menasehati, timbullah rasa cinta dan simpati ‘Arab badui tersebut kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka ia pun berdoa: “Ya Allah, rahmatilah aku dan Muhammad, dan janganlah Engkau merahmati seorangpun bersama kami berdua.” Mendengar doa tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa dan berkata kepadanya:
“Kamu telah mempersempit sesuatu yang luas (rahmat Allah).” (HR. Al Bukhari dan yang lainnya)
(Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa doa Arab badui tersebut diucapkan sebelum ia buang air kecil. Wallahu a’lam)

Perhatikanlah wahai para pembaca yang kami hormati!
Betapa hati manusia itu, pada asalnya, adalah cenderung kepada sikap yang lembut dan tidak kasar. Betapa indah dan lembutnya cara pengajaran dari tauladan kita shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap seorang yang belum mengerti. Dengan sikap hikmah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, akhirnya melahirkan rasa simpati dan membuka mata hati Arab badui tersebut dalam menerima nasehat. Berbeda halnya tatkala perbuatannya tersebut disikapi dengan kemarahan, yang akhirnya melahirkan sikap ketidaksukaan. Hal ini bisa dilihat dari perkataannya: “Ya Allah, rahmatilah aku dan Muhammad, dan janganlah Engkau merahmati seorangpun bersama kami berdua.”
Selalu memberikan kemudahan kepada orang lain dan tidak mau mempersulit urusan merupakan ciri khas akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kata beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:
فَإِنَّمَا بُعِثْتُمْ مُيَسِّرِيْنَ وَلَمْ تُبْعَثُوا مُعَسِّرِيْنَ
“Hanya saja kalian diperintah untuk memudahkan dan bukan untuk mempersulit.” (HR.Al Bukhari)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyatakan:
إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُعْطِي عَلَى الرِّفْقِ مَا لاَ يُعْطِي عَلَى الْعُنْفِ وَمَا لاَ يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ
“Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi mencintai kelembutan. Dia memberikan pada sifat kelembutan yang tidak diberikan kepada sifat kekerasan, dan tidak pula diberikan kepada sifat-sifat yang lainnya.” (HR. Muslim)
Hadits ini mengandung makna keutamaan sifat lemah lembut, anjuran untuk berakhlak dengannya, serta tercelanya sifat kasar dan keras. Sesungguhnya sifat lemah lembut merupakan sebab untuk meraih segala kebaikan.
Makna lafazh hadits, “Dia (Allah subhanahu wa ta’ala, pen) memberikan sesuatu pada sifat lemah lembut yang tidak diberikan kepada sifat kekerasan“, yakni bahwa dengan sifat lemah lembut tersebut, seseorang dapat melakukan perkara-perkara yang tidak akan bisa dilakukan dengan sifat yang menjadi lawannya yaitu sifat keras dan kasar. Ada yang mengatakan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala akan memberikan pahala pada sifat lemah lembut, yang tidak diberikan pada sifat yang lainnya.

Dengan sifat lemah lembut yang ada pada diri seseorang, dapat menyelamatkannya dari api neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:
أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِمَنْ يَحْرُمُ عَلَى النَّارِ أَوْ بِمَنْ تَحْرُمُ عَلَيْهِ النَّارُ عَلَى كُلِّ قَرِيبٍ هَيِّنٍ سَهْلٍ
“Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang orang yang diharamkan dari neraka atau neraka diharamkan atasnya? Yaitu atas setiap orang yang dekat (dengan manusia), lemah lembut, lagi memudahkan.” (HR. Tirmidzi)
Ar-Rifq merupakan sifat yang harus dimiliki oleh setiap muslim, terkhusus seorang da’i

Termasuk diantara akhlak-akhlak yang harus dimiliki oleh seorang da’i yang berdakwah di jalan Allah subhanahu wa ta’ala adalah bersikap lapang dada, menampakkan wajah yang ceria dan bersikap lemah lembut kepada saudaranya sesama muslim.
Sifat tersebut akan mendorong untuk lebih mudah diterimanya dakwah seseorang tatkala ia menyeru ke jalan Allah subhanahu wa ta’ala.
Bahkan terhadap orang kafir tertentu, terkadang perlu untuk bersikap lemah lembut dalam rangka melembutkan hati mereka untuk tertarik masuk ke dalam Islam. Telah diketahui bahwasanya Islam adalah sebuah agama yang ringan dan mudah bagi pemeluknya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan:
إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْءٍ مِنْ الدُّلْجَةِ
“Sesungguhnya agama (Islam) itu mudah. Setiap orang yang berusaha mempersulitnya pasti akan kalah. Maka bersikap luruslah, mendekatlah kepada kesempurnaan, dan berilah kabar gembira, serta ambillah sebuah kesempatan pada pagi hari, petang serta sebagian dari malam.” (HR. Al Bukhari)
Islam juga memerintahkan kepada pemeluknya untuk bermuamalah dengan sifat lemah lembut kepada sesama manusia, dan bahkan terhadap binatang ternak sekalipun. Sebagaimana dalam hadits:
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ
“Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah mewajibkan untuk berbuat baik atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Dan hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya (ketika hendak menyembelih), dan menyenangkan sembelihannya.” (HR. Muslim)
Ketika seorang mukmin telah berhias dengan kelemahlembutan, maka akan membuahkan pada dirinya sikap kasih sayang kepada orang lain, dan akan melahirkan pada diri orang lain sikap kecintaan dan keridhaan, serta menumbuhkan sikap segan dari pihak lawan kepada dirinya. Sebaliknya, dengan sikap keras, kaku dan kasar akan membuat lari dan menjauhnya manusia, dan semakin mengobarkan api kebencian dari orang-orang yang menanam benih kebencian kepada dirinya. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan:
إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلاَّ شَانَهُ
“Sesungguhnya sifat lemah lembut tidaklah berada pada sesuatu kecuali akan membuat indah sesuatu tersebut dan tidaklah sifat lemah lembut dicabut dari sesuatu kecuali akan membuat sesuatu tersebut menjadi buruk.” (HR. Muslim)
Kesimpulannya adalah sepantasnya bagi seorang da’i untuk menghiasi dirinya dengan sifat Ar-Rifq didalam memerintahkan kepada perkara yang ma’ruf (kebaikan) dan melarang dari yang mungkar.

Namun, yang perlu diperhatikan bahwa sifat Ar-Rifq tidaklah menunjukkan kelemahan atau ketidaktegasan seseorang dalam berkata dan bertindak. Bahkan dalam sifat Ar-Rifq sendiri, sebenarnya telah mengandung sikap tegas dalam amar ma’ruf nahi munkar (memerintahkan kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran). Dan tidaklah sikap tegas itu identik dengan sikap keras atau kasar. Dalam keadaan tertentu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersikap tegas dan keras. Diantara contohnya:
-    Celaan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap perbuatan memanjangkan sholat tanpa memperhatikan keadaan orang-orang yang berma’mum. (HR. Al Bukhari)
-    Sikap keras beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap orang yang makan menggunakan tangan kiri ketika diperintah untuk makan menggunakan tangan kanan. (HR. Muslim)
-    Perkataan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Celaka kamu” terhadap orang yang berlambat-lambat melaksanakan perintah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menaiki unta. (HR. Al Bukhari)
-    Kerasnya sikap beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap orang (laki-laki) yang memakai cincin emas, setelah ia tahu bahwa perkara itu adalah perkara yang diharamkan. (HR. Muslim)

Sifat Ar-Rifq dalam menghadapi kerasnya problem kehidupan
Dan diantara pedoman dan kaidah syar’i yang harus dipegang teguh dalam menghadapi kerasnya problem (fitnah) dalam kehidupan adalah hendaknya kita menghadapinya dengan sifat Ar-Rifq (lemah lembut), At-Ta’anni (tidak tergesa-gesa), dan Al Hilm (santun).
Maka hendaknya kita bersikap lemah lembut dan tenang/tidak tergesa-gesa dalam segala urusan dan janganlah menjadi orang yang mudah marah. Janganlah kita menjadi orang yang tidak mempunyai sifat ar-rifq, karena dengan sifat ar-rifq selamanya tidaklah akan membuat seseorang itu menyesal, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Tidaklah sifat ar-rifq tersebut berada dalam suatu perkara kecuali akan memperindahnya.
Wallahu a’lam bishshowab.

»»  Baca selanjutnya...

Surat Terakhiku Sebelum Berangkat Di Jalan Allah


Hari ini aku pergi meninggalkanmu.....meninggalkan rumah kita yang penuh kenangan...hari aku pergi karena perintah Dzat yang telah menancapkan getaran dihatiku saat pertama kali kita bertemu.....hari aku pergi untuk menyenangkan hati seseorang yang telah mengorbankan seluruh hidupnya untuk kebahagiaan kita hari ini sehingga aku dan kamu bertemu dalam keadaan islam...... Hari ini aku pergi untuk menghapuskan luka Sayyidul Ambiyya Muhammad SAW karena lautan maksiat yang telah dibuat oleh orang yang mengaku ummatnya.Jadi....wahai istriku...!! aku pergi tinggalkan kamu untuk datang kepada Dzat yang memiliki hatii kamu dan aku hingga cinta bersemi diantara kita.....aku pergi tinggalkan kamu bukan berati aku tak menyayangimu...tetapi....ada mata yang tak pernah mengantuk yang mengawasi cinta kita.....ada tangan yang akan pukul kita jika cinta kita melebihi cinta kepada Nya...Jika esok ketika kau terbangun tak kau dapati aku disisimu maka....cepatlah bertahmid....Alhamdulillah mengapa...? bukankah Ummul Mu'minin Aisyah R.ha ketika merasa senang karena hidup bersama Rasulullah SAW kekasih Allah SWT maka Rasulullah SAW katakan : " bahwa orang yang paling bahagia adalah orang suaminya keluar di jalan Allah karena.....dia bukan hidup dengan kekasih Allah SWT tetapi dia hidup bersama Allah SWT. Jika esok....ketika melihat kamar kita sepi tak ada canda ceria ....bayangkan olehmu rumah-rumah sahabiyah.....!! suami mereka selalu pergi membawa pedang terkadang tak ada kabar yang ada hanya kubur....tetapi mereka tetap katakan...: biarlah rumah-rumah kami sepi asalkan rumah-rumah diseluruh alam penuh dengan nur iman.... Jika esok tak ada tangan yang memberimu suapan seperti yang biasa aku lakukan padamu.....yakinlah wahai istriku...!! Allah SWT akan beri suapan kepadamu hidangan yang memiliki 70 rasa di Jannah yag tak akan jadi kotoran yang menjijikan.Jika esok ....musibah, dan sejuta cobaan datang kepadamu lihatlah kepada hatimu...!! kemana engkau berlari....Saat itu Allah ingin melihat Iman kamu yang hari-hari bergantung kepadaku....segeralah kamu berwudhu...dan dirikan sholat...!! adukan segala urusanmu kepada Robb mu kau akan bahagia didunia yang sementara dan akhirat yang selama-lamanya......jika saat itu kamu cari pertolongan dengan kebendaan itulah kegagalan kamu dalam hidup kamu akan menderita selama-lamanya. ketahuilah masalah selesai atau tidak itu bukan maksud tetapi Ta'aluq hatimu kepada Allah SWT itu adalah suatu kejayaan yang besar....Istriku....!! jangan tipu Allah SWT dengan kau meminta .....iyya ka na bu'du wa iyya ka nasta'in sementara kau meyakini bahwa kejayaan dalam mengumpulkan benda-benda.Janganlah kau terpengaruh dengan keadaan dunia karena Allah SWT beri dunia ini kepada orang yang di cintai dan juga kepada orang yang di benci, didalam kesenangannya ada kesusahan.....kesudahan dari penderitaanya adalah kebahagiaan sehingga senang atau susah kamu tetaplah menaati Allah SWT. Jangan kamu bangga seandainya kamu dapatkan seluruh dunia tetapi kamu kehilangan Allah SWT itu adalah kerugian yg besar,....!!! karena sekalipun kamu dapat menjaring Jibril a.s dengan jaring yang kamu buat dan bisa kamu perintah sesuai kehendak hatimu itupun bukan suatu kejayaan......jika hari-harimu kehilangan Allah SWT karena orang yang kehilangan Allah SWT maka kehilangan segala-galanya. Jika esok kau pandang rumah tetangga kita penuh dengan suara canda tawa terdengar dari sana......dan suami mereka selalu dirumah tak pernah khuruj fii sabilillah janganlah kamu iri....!!! kamu justru belas kasih kepada mereka.....karena mereka sedang membangun tangisan dan permusuhan yang hebat di rumah mereka.....ketahuilah...!!! bahwa setiap orang yang membangun rumah tangga hakekatnya adalah membangun tempat menangis dirumah mereka akan datang malaikat maut yang menjemput setiap nyawa tak ada belas kasih dan tak tangguh sedikitpun.....walau mereka katakan " Jangan ambil istriku.......jangan ambil anakku...saat itulah suami mereka akan menyesal lalu salahkan seluruh ahli keluarganya...Ya Allah ...!! karena kesibukan ku memenuhi hajat istri dan anakku aku lalai menjadi naib Nabi Mu, aku kini malu berjumpa dengan kekasih Mu aku tak gembirakan hati Sayyidul Mursalin.....aku lempar sunnah-sunnahnya dan aku asik makan , minum bersama istriku seperti hewan.....sementara hati Nabi Mu terkoyak-koyak....dan anak istri merekapun akan katakan :.." Mana tanggung jawabmu ...? kau tak pernah sirami hatiku dengan nur iman....kau tak isi buku catatan amalku....ketahuilah istriku....!! bahwa setiap amal suami adalah tabungan buat istrinya....bayangkan olehmu...!! bagaimana jika suami hanya pandai cari uang apakah buku amalmu akan bertambah....??Jadi.......Istriku...!! kepergianku melewati batas negri adalah untuk menyiapkan pesta-pesta yang besar untuk kita.....!! bagaimana menurut pendapatmu jika seorang ayah meruntuhkan rumahnya untuk diganti dengan rumah yang lebih besar.....yang lebih indah.....!! apakah istrinya marah.....?? tentu saja tidak...!! mereka akan semakin senang dan sayang kepada ayahnya.......Istriku........!!! terlihat aku hancurkan rumah tangga kita tetapi sebenarnya aku sedang membangun rumah bahkan istana yang besar yang terbuat dari lempengan emas yang tembus pandang.......Ingatlah...!! bahwa kenikmatan dunia ini tak seutuhnya ...lihatlah ketika kau makan buah akan terganggu denggan bijinya dan ketika kau berjalan di taman ada kerikil yang menusuk......ahli dunia akan gelisah bahkan tak bisa tidur dengan nyenyak.......akupun demikian .....aku tak akan bisa tenang karena belum bisa sempurnakan iman kamu dan anak-anak......aku takut suatu hari nanti bumi di belah dan isi dada di keluarkan sedang Allah SWT berfirman ...." Iman kamu tertolak....!! walaupun kita berhaji....dan berjuta kebaikan kita buat tetapi Allah SWT akan murka karena telah di syari'atkan....Lihatlah oleh kamu apakah....? pemilik toko akan rela apabila dipagi hari ketika akan buka...sedang tokonya diduduki oleh orang lain....!! dan seekor ayam tak akan masuk kandang jika didalam kandang itu ada seekor musang....!!! Dan Allah tak inginkan di hati hambaNya ada najis dunia yang mengotori......Ketahuilah....!!! Dunia ini bangkai dan yang mengejarnya adalah anjing.....!!! Itulah sebabya aku harus pergi......di jalan Allah SWT untuk membuang segala kecintaan dunia......mudah-mudahan Allah SWT akan mencintai kita dan kan memudahkan perjalanan kita pada saat terakhir kita di dunia. Ketahuilah...!!! bahwa kematian adalah hari raya bagi orang yang memiliki Iman Kamil sedang bagi orang kafir kematian adalah puasa selama-lamanya.......Aku tinggalkan kamu untuk merubah kesedihan dalam kematian menjadi hari raya yang terindah sebagaimana kekasih Allah SWT yang telah sukses melewatinya. Ingatlah....!!! maut adalah kendaraan setiap insan menuju kepada Allah SWT pada saat itu mesin yang di butuhkan bukanlah harta atau kerajaan tetapi Iman dan amal sholeh, sedangkan jalan untuk mencapai kesempurnaan iman adalah dengan korbankan harta dan diri di jalan Allah SWT.....Percayalah...!!! walaupun aku yang maju dihadapan musuh....tetapi kamu yang terlebih dahulu di bukakan pintu syurga oleh Ridwan a.s, kamu akan menunggu ku 500 tahun berhias di depan cermin emas dan kamu akan menjadi ratu dari 70.000 bidadari dan malaikat.....tahukah kamu....!! bahwa kecantikan bidadari 70.000 kali cantiknya wanita tercantik di dunia.....??? sedangkan engkau Wahai istriku....!!! kecantikanmu 70 kali dari bidadari.....jadi bagaimana...??? aku akan terkesan dengan selainmu......!! Itulah sebabnya kamu jangan tertipu dengan wanita dunia......apapun yang mereka buat tak ada harganya di sisi Allah SWT....jika Iman tak ada di hati......Syech Malik bin Dinar katakan :...." nilai seorang wanita tercantik di dunia tak lebih daripada 2 butir kurma saja.....!!!! mereka akan mengeluarkan bau yang tak sedap apabila tidak mandi.....Maafkan aku yang tak pernah membawamu pergi kesalon dunia karena aku tak ditipu oleh mereka baju yang kamu pakaipun dari bahan yang murah dan hanya berwarna hitam menutup wajah manismu.....ketahuilah baju itu lebih baik daripada seluruh dunia dan seisinya karena itu adalah pakaian istri raja dunia akhirat yaitu Ummul Mu'minin Istri Rasulullah SAW.....jangan terpesona ...!!! dengan perhiasan dunia ....gelang yg mereka pakai akan dipanaskan dan di tempelkan dipunggung mereka.....gincu yg mereka pakai akan menarik mulut mereka sampai keperut......rambut yang disasak akan digantung menjadi ikatan sedang dibawahnya dinyalakan api yang membara.....!!!Tahukah engkau......!!! wahai istriku bahwa satu helai rambut wanita yg tampak akan disiksa seratus tahun di dalam neraka....!!! hari itu tak ada lagi siulan yang mengagumi, tak mata yg berani menatap bahkan tak ada yg berani mengaku mengenalnya...mereke teriak.....!!! ohhh alangkah baiknya jika dahulu aku berhijab.....aku telah terfitnah.....dan aku menyebar fitnah.....ku tampakan betisku di toko-toko kurias wajahku di kantor-kantor, ku perdengarkan suaraku di khalayak ramai, ku pandang setiap mata laki-laki yang berbicara kepadaku, ku biarkan selain suamiku mencium bau parfumku......Yaa Allah......!!! maafkan aku....saat itu mereka teriak lapar.........!!! maka diberi makan dari buah Zaqqum yaitu buah yang berduri sebesar kepala setan kemudian ditelankan ...dipaksa sehingga tersangkut dileher, kemudian mereka teriak hausssss.......!!! maka di beri minimuan dari gizzlin yaitu cairan nanah dan darah yang sangat panas sehingga saking hausnya lansung meneguknya maka bukan hanya zaqqum yg turun ke perut tetapi seluruh isi perut akan terburai melalui anus.......Istriku.......jika kamu terus istiqomah menggunakan purdah didunia maka Allah SWT akan menjemputmu untuk hadir di pesta-pesta para Nabi-Nabi. Dan puncak kebahagiaan seluruh penghuni jannah ketika melihat wajah ALLah SWT dan mendengar Allah SWT membaca firmanNya.....surat At Rahman.....itulah sebabnya aku nasehati kamu.....agar kamu tundukan pandangan karena mata yg tak di jaga dan di gunakan untuk maksiat maka di kubur adalah yg pertama kali akan di hajar oleh Syuja'ul Aqro dan di mahsyar bangkit dalam keadaan buta dan jagalah mulutmu dari ghibah karena busuknya ghibah akan mengotori seluruh samudra, janganlah berdusta....karena kamu bagaikan membungkus racun dengan gula-gula...manis ketika berdusta tetapi ...kamu akan di benci seluruh manusia dan satu kali berdusta malaikat akan berlari 100 mil darimu jangan tertipu dengan pesta dunia karena pesta dunia akan berkahir dengan kelellahan dan kemarahan .....Lihatlah......!! dimanakah rumah yg dulu berpesta...? kemanakah wanita-wanita yg dahulu bernyanyi....???? semuanya tinggal puing-puing dan desiran angin......Istriku tetaplah kamu selalu bertawakal kepada Allah SWT walaupun langit dan bumi dihimpitkan...janganlah kamu mencari jalan yang haram karena Allah SWT tetap memberi jalan keluarmu yg halal walaupun hanya setitik celah.....tetaplah kamu dirumah maka Allah SWT akan memelihara kamu sebagaimana memelihara seorang bayi..... Banyak wanita memiliki alasan klasik.....untuk tinggalkan "benteng tarbiyat" yakni rumahnya sehingga agama menjadi lemah mereka katakan : aku terjepit masalah ekonomi, anakku butuh biaya sekolah, penghasilan suamiku tak mencukupi dll....sehingga membenarkan hukum yg menjadikan mereka berada di etalase kaca milik orang-orang kafir....Ketahuilah olehmu......!!! itu semua terjadi karena kelemahan iman mereka, mereka punya ,masalah dengan Allah SWT sehingga Allah SWT hadirkan masalah dalam hidup mereka dan asbab keluarnya mereka dari rumah....Jangan kau sia-sikan umurmu.....masa luangmu.....kajilah Sunnah-sunnah Nabimu dan berusahalah agar hidupmu sebagaimana sahabiyah....jadikan siang dan malam mereka sebagai siang dan malammu sehingga keridhoan Allah SWT datang kepadamu sebagaimana telah datang kepada mereka.Jangan kau tambah ilmu kamu tentang keduniaan yg menyebabkan kamu mencintainya.. Aku bangga apabila ada orang bertanya kepadamu...? dimanakah tempat belanja yg terhebat.....? sedangkan kamu mengatakan tak tahu...!!!!ketahuilah bahwa para sahabiyah mereka tak hafal jalan-jalan di kampung mereka sendiri tetapi mereka hafal jala-jalan menuju syurga itulah sebabnya mereka telah hantarkan suami mereka dan anak-anak mereka ke syurga dengan jalan pintas.Istriku, walau kaum hawa lemah tapi teriakan mereka mampu mengubah dunia.....berapa banyak orang masuk penjara dunia karena wanita berteriak : Suamiku aku ingin rumah yg besar......aku ingin baju yg mahal......aku ingin makan yg enak.....aku ingin....aku ingin.......Dll.sehingga lelaki telah kehilangan akal sehatnya berbuat kejahatan....!! berapa banyak laki-laki terjerumus dalam Lam-lam dan Ghoya suatu lembah di neraka....!!! Istriku......!! hiduplah dengan sederhana karena kesederhanaan adalah pupuk dari agama dan agama akan subur dengan kesederhanaan dan Allah SWT akan menolong HambaNya yg ada dalam kesederhanaan jika rumah kamu begitu banyak barang yg kau beli maka kamu akan sibuk mengurus dan membersihkannya tetapi kamu lupa bersihkan hati, hidupkan ta'lim sehingga hadirkan malaikat yg akan buat suasana ketaatan dan akan menularkan sifatnya kepada anak-anak kita.......Ketahuilah...!!! bahwa kehidupan ini pada hakekatnya ruh bukan jasad.....saat kematian tiba kenapa kita menangis....??? padahal jasad masih ada dihadapan kita karena hakekat kehidupan yaitu ruh telah pergi.......ruh ibarat penunggang sedangkan jasad adalah kudanya. Jika ta'lim ta kamu buat sedang jasad makan sehari 3 kali bagaimana ruh kamu bisa kendalikan jasadmu....?????Aku pernah datangi suatu negri di musim panas dan aku coba untuk berjalan tanpa alas kaki rasa panas begitu menusuk sampai ke sendi......aku membayangkan suatu masa di padang mahsyar dimana bumi yg baru dari tembaga yg mendidih akan di bentangkan setiap yg membawa harta akan berdiri disana seluruh tubuh tenggelam dalam peluh.....tak mungkin aku tega melihat kamu....ada dalam barisan itu hanya karena benda-benda dunia yg nikmatnya sesaat.....Ketahuilah bahwa ....ketika seorang bercita -cita kaya raya maka ia telah daftarkan dirinya untuk antri dalam barisan itu untuk di hisab yg panjang......yakinlah bahwa Allah SWT tak letakan.....kemuliaan dalam harta sebagaimana Qarun ata dalam kekuasaan sebagaimana Fir'aun, kaum Madyan ahli dalam perdagangan , kauh nuh yg begitu yakin dengan aktsariyat, kehebatan pertanian kaum saba, tekhnologi yg dimiliki kaum tsamud, kekuatan tubuh yg dimiliki sebagaimana kaum Ad tetapi Allah telah hinakan mereka dan hancurkan mereka karena tak ada Iman dan Amal sholeh......Istriku ,.......bacalah Al qur'an sebagaimana seorang murid membacanya di depan gurunya......dan kamu harus hadirkan seolah-olah kamu membacanya didepan Allah SWT karena setiap huruf yg kamu baca akan dilipatkan pahalanya 10 kebaikan dan jika kamu amalkan apa yg kamu baca ......di hari kiamat nanti maka kedua orang tua mu akan dipakaikan mahkota yg terangnya melebihi sinar matahari....jangan kamu lupa berzikir......setiap nafas yg keluar dari hidung sertailah nama Allah SWT. Istriku.....jangan berhajat kepada harta orang lain karena hidup ini tak di pengaruhi benda. Benda tak pengaruhi keadaan dan keadaan tak pengaruhi benda tetapi benda dan keadaan di pengaruhi oleh amal kamu, kedatangan harta ke dalam rumah tidak identik dengan datangnya rahmat ke rumah kita.....karena rahmat datang bukan dengan harta tetapi dengan amalan......Sekali lagi wahai istriku....!!! aku ingatkan kamu......jangan dengar omongan orang atau saran mereka untuk selesaikan suatu persoalanmu tetapi langsunglah kamu berdiri dua rokaat untuk minta bantuan kepada Allah SWT .Mungkin banyak orang berkata...: sampai kapan suamimu selalu pergi tinggalkan kamu khuruj fii sabilillah...????Ketahuilah bahwa menjaga iman seperti menjaga sawah dari rumput setiap hari harus di bersihkan ...sampai kapan...???? yakni sampai panen.....jadi aku terus usaha sampai di petik ruh kita oleh Izrail A.s Banyak orang cibir kita bahkan ada mufti bagi fatwa bahwa meninggalkan anak istri untuk khuruj fii sabilillah adalah haram...... ketahuilah bahwa mufti pertama dalam sejarah ummat ini adalah Abu Bakar Siddiq R.a beliau telah habiskan semua hartanya untuk Allah SWT dan Rasul Nya dan beliau telah perintah semua laki-laki tinggalkan madinah sehingga 3 hari di Madinah tidak Adzan ....jalan kehidupan ini hanya dua saja .....yaitu jalan nafsu atau jalan ittiba'....jalan nafsu adalah hewaniat lihatlah olehmu seekor kerbau.....!!! dia asyik makan sementara kawannya disembelih.....sedang jalan ittiba' hanya satu...Katakan (wahai Muhammad SAW ) bahwa inilah jalan ku menyeru manusia kepada Allah SWT atas bashiroh, aku dan semua orang yg mengikutiku.....( Yusuf 108)seprti kita hendak pergi ke suatu kota.....kita hafal perjalanannya dari tanda-tanda yg ada berapa sungai, berapa tikungan,berapa jembatan yg kita lalui....???? kalau sekiranya jalan yg kita tempuh tak sesuai dengan tanda yg kita tahu apakah kita akan sampai ...????? tentu saja tidak bahkan kita akan tersesat...!!! Istriku banyak orang merasa di jalan kebenaran mengaku cinta Nabi SAW tetapi mereka tak merasakan penderitaan Nabinya, mereka duduk dirumah ,sholat pergi ke kantor, ke toko mengaku sudah berada di jalan Nabinya sementara Nabinya berjalan dibawah terik matahari untuk jumpa manusia...dicaci, di pukul, hingga keluar darah dari tubuhnya ....itulah sebabnya Nabi SAW menjanjikan kepada ummatnya : " barang siapa yg menolong aku dan membantuku hingga tersampainya risalah Tuhanku maka baginya Syurga..." Seluruh sahabat telah ambil takaza ini merekapun tinggalkan rumah mereka,,,....akupun telah habiskan uang kita untuk perkara ini dan pulang tak bawa hadiah tetapi aku pulang membawa pakaianku yg penuh dengan debu fii sabilillah sentuhlah olehmu.....karena debu yg menempel di jalan Allah SWT akan jadi tameng asap api neraka.....Wahai istriku.....!!! jika kamu lihat aku tak pergi dari rumah disaat nisob dan tak sempurnakan takaza ummat maka itu berati aku tak mencintaimu lagi...kenapa...??? perkawinan kita hanya di dunia Allah akan pisahkan kita di akhirat sebab aku telah jadikan kamu sebagai penghalang usaha dakwah......Tidak...!!!!!! ini tak boleh terjadi kamu harus beri semangat kepada aku....siapkan tas dan tarik tangan ku ke depan pintu...lalu kunci pintu itu agar aku tak masuk lagi....Katakan kepadaku........." Pergilah suamiku...persiapkan pesta-pesta yg besar untuk kita..." dan katakan pula padaku..: Aku ingin dipan-dipan dari emas, Aku ingin minum khamar yg tak memabukan, Aku ingin minum susu, madu dari sungai yg mengalir didepan rumah kita, Aku ingin naik kuda yg bersayap, Aku bosan dengan asap dapur kita, Aku ingin pelayan yg tak minta upah, Aku ingat ketika waktu kamu hamil wahai istriku......!!! kamu minta buah yg tak ada musimnya , aku mencarinya ke seluruh pelosok kota karena aku menyayangimu......perkawinan dunia adalah permainan cintanya pun cinta main-mainan cinta yg sesungguhnya tak ada penghianatan, tak pernah puji orang lain, suami istri saling mengagumi, tak pernah bandingkan dengan orang lain.....dan itu semua hanya ada di syurga Na'im................Sebelum aku akhiri suratku aku ingin beri pujian untuk pengorbananmu yg telah mengikhlaskan ku untuk pergi fii sabilillah......tetapi aku tak pandai bersyair tak seperti ahli dunia namun, aku hanya bisa mengatakan :Aku mengagumimu matamu yg memerah saat kamu menangis meminta hidayah.....Aku mencintaimu pipimu yg merekah saat kamu melayaniku dengan menyiapkan secangkir kopi disaat aku lelah. Aku takjub dengan hidungmu yg mengeluarkan isak tangis saat kamu bertobat atas masa lalu kita. Aku mencintai belaian tanganmu saat kau mengusap kepala anak kita yg berbuat salah. Aku menikmati indahnya senyumanmu saat kau menghibur anak kita yg menangis. Aku bahagia melihat payudara mu saat ditempelkan kebibir anak kita sementara tubuh mu masih terbalut hijab dan lisanmu melafazkan Al Qur'an. Aku bersyukur Allah SWT menjodohkan aku dengan kamu......aku tau banyak lelaki berhajat kepadamu....untuk itu aku tak akan sia-siakan kamu aku akan menjagamu dari musibah dunia dan akhirat.....Istriku........aku mencintaimu tapi aku tak selalu ada bersamamu , aku sering tinggalkan kamu.......maafkan aku.....!!!Hanya aku berharap mencium harum nafasmu di dalam syurga tak ada lagi perpisahan......memelukmu takkan lagi kulepaskan.....Yaa....Allah anugrahkan kami ......rahmati kami...... gembirakan istriku walau dalam kesunyian dengan ada asbab ataupun tidak, bersihkan hati istriku...dari kecintaan dunia .....agar mudah melafazkan nama Mu saat terakhir kehidupan dunianya.....perpisahan kami......dalam memperjuangkan agama Mu jadikan asbab berkumpulnya kami dalam keluarga yg sebenarnya di jannah....jadikan kesedihan kami, kerinduan kami asbab Engkau ampuni kesalahan kami.......jadikanlah.....asbab pengorbanan kami Engkau ridho kepada kami dan jadi asbab hidayah buat seluruh alam.........amin....amin......amin.
»»  Baca selanjutnya...

Latar Belakang Masyaihk Kita (Ulamak Dakwah dan Tabligh)


1. Orang-orang yang arif pernah menyatakan bahawa apabila Allah Ta’ala menyukai seseorang, Dia menyembunyikan kelebihan-kelebihan orang itu semasa dia hidup

2. Orang-orang yang arif menyatakan bahawa terdapat dua peranan penting terhadap personaliti seseorang.

a. Kerana tradisi dan kelebihan keluarga akan diwarisi daripada satu generasi ke generasi yang lain.

b. Nabi Muhammad (saw) dan sekelian para-para anbiya (as) dilahirkan di kalangan salsilah keluarga yang mulia. Hadis Bukhari memberitahu kaisar Rom juga percaya anbiya mesti di kalangan keluarga yang mulia.

4. Hadrat Maulana In’amul Hasan (rah) telah dianugerahkan kedua-dua martabat ini.

5. Allah Ta’ala telah memilih beliau daripada kalangan keluarga Siddiq, silsilah Hadrat Abu Bakr as Siddiq(ra), teman baik Rasulullah (saw) yang mulia dan dirahmati.

Keterangan Sayyid Abul Hasan an-Nadwi Rahmatullah Alaih

1. Hadrat Maulana Sayyid Abul Hasan an Nadwi (rah) pernah mengatakan tentang keluarga Hadrat Maulana In’amul Hasan (rah), termasuk wanita adalah contoh-contoh ketaqwaan dan kesolehan.

2. Hadrat Maulana Sayyid Abul Hasan an Nadwi (rah) adalah ulama yang ternama dan adalah guru kepada Almarhum Ustadz Fadzil Nor, bekas presiden parti PAS (Parti Islam Semalaysia).

3. Mereka sentiasa sibuk dengan pengabdian, zikir dan tilawah siang dan malam sebagai rutin harian hidup mereka.

4. Di sepanjang bulan Ramadan, suasana di rumah mereka menjadi lebih hebat dengan sepanjang hari, siang dan malam dengan tilawah Quran.

5. Mereka terlalu khusyu’ bersolah hingga tidak sedar apa yang berlaku di sekitar rumah mereka. (Kitab Maulana Ilyas dan Da’wah)

Maulana Hakim Muhammad Ashraf Zinzanawi (rah)

1. Hadrat Qazi Ziyaa’uddin Sanami (rah), seorang anak murid Hadrat Khwaaja Nizaamuddin Awliya (rah) adalah moyang kepada Hadratji.

2. Seorang alim yang terkenal dan dihormati oleh ulama dizamannya, yang kaya dengan karomah, ilmu, taqwa dan makrifah; iaitu Maulana Hakim Muhammad Ashraf Zinzanawi juga moyang kepada Hadratji.

3. Seorang alim yang besar, Allama Abdul Hakim Sialkoti yang tidak percaya terhadap seorang yang kudus (suci), tetapi berubah pendapat apabila bertemu dengan Maulana Hakim Muhammad Ashraf Zinzanawi (rah).

Perjalanan ruhani Maulana Hakim Muhammad Ashraf Zinzanawi (rah)

1. Maulana Hakim Muhammad Ashraf Zinzanawi telah keluar mencari seorang murshid (pembimbing ruhani), dan bertemu dengan seorang buzrug tasawwuf daripada Qadiriyyah.

2. Beliau amat kagum dengan apa yang telah dia nampak dan dengar.

3. Beliau telah berbai’ah, dan telah menyibukkan diri dengan wirid, wazaa’if, zikir, azkar dan mujahadah.

4. Selepas dua tahun, murshid itu telah menyuruhnya mencari seorang buzrug yang lain.

5. Setelah beberapa lama, buzrug itu memberitahu yang Maulana Muhammad Hakim telah mencapai tahap terakhir di dalam tasawwuf.

6. Beliau telah disuruh agar kembali ke tempat asalnya dan dinasihatkan sama ada dia mengistiharkan tahap keruhaniannya atau menyembunyikan.

a. Jika beliau mengistiharkan tahap keruhaniannya, dia perlu mengambil bai’ah dan memberi pedoman kepada masyarakat di tempat asalnya.

b. Jika beliau menyembunyikan, dia perlu menyibukkan diri dengan mengajar ilmu agama.

7. Maulana Hakim Muhammad Ashraf Zinzanawi menjawab yang beliau memilih untuk mengabdikan diri kepada ilmu syar’iyyah.

8. Akhirnya buzrug itu telah mendoakan beliau dengan ilmu zahir di dalam syar’iyyah kepada beliau dan keluarganya.

9. Selepas menerima khilafah (pengiktirafan keruhanian), beliau kembali ke tempat asalnya dan telah menyibukkan dirinya di dalam menyampaikan ilmu syar’iyyah kepada masyarakatnya.

Anak-anak Maulana Hakim Muhammad Ashraf Zinzanawi (rah)

1. Maulana Hakim Muhammad Ashraf Zinzanawi mempunyai dua anak lelaki,

a. Maulana Muhammad Shareef yang mengikuti jejak langkah ayahnya di dalam ilmu, fadl dan ma’arif

b. Abdul Muqtadir.

2. Doa murshid itu dibuktikan dengan keelokan peribadi Maulana Muhammad Shareef, dan basyarah untuk keluarganya ini kekal hingga ke hari ini, iaitu generasi yang kesebelas.

3. Insya’Allah ilmu syar’iyyah ini akan kekal di dalam generasi keluarganya hingga ke hari akhir.

Maulana Hakim Muhammad Shareef (rah)

1. Maulana Hakim Muhammad Shareef mempunyai dua anak lelaki,

a. Maulana Muhammad Faiz yang tinggal di Zinzana, dan daripada keluarganya pula lahir nasab-nasab,

i. Maulana Isma’eel Khandlawi

ii. Maulana Muhammad Yahya Kandalwi dan anaknya Shaikhul Hadith Maulana Muhammad Zakaria

iii. Maulana Muhammad Ilyaas dan anaknya Maulana Muhammad Yusuf Kandalwi

b. Maulana Hakim Abdul Qadir yang tinggal di Kandhala, dan daripada keluarganya pula lahir nasab-nasab,

i. Mufti Ilaahi Bakhsh Kandhlawi

ii. Maulana Mufti Muzaffar Husain Kandalwi

iii. Maulana In’aamul Hasan

Maulana Mufti Ilaahi Bakhsh (rah)

1. Maulana Mufti Ilaahi Bakhsh, ulama tersohor dizamannya adalah anak murid Shah Abdul Aziz Dehelvi (rah) dan amat gemar menulis.

2. Anaknya-anaknya adalah

a. Noorul Hasan juga seorang alim dan guru kepada Sir Sayyed Ahmed Khan, pengasas kolej Aligarh yang terkenal di India.

b. Zahurul Hasan juga seorang ulama

c. Hakim Riyazul Hasan juga seorang ulama dan pernah belajar hadith daripada Maulana Rashid Ahmed Gangohi (rah).

d. Maulana Ikramul Hasan

Maulana Ikramul Hasan (rah)

1. Maulana Ikramul Hasan adalah anak saudara kepada Maulana Ilyaas (rah) juga seorang ulama dan telah mendapat ijazah B.A. and L.L.B. daripada Aligarh university.

2. Beliau kemudiannya telah berkhidmat di dalam profesion guaman di mahkamah Kerala.

3. Selepas beberapa lama, beliau berhenti dan mulai berkhidmat dengan Shaikhul Hadith Maulana Muhammad Zakaria (rah) di Madrasah Mazahir Ulum.

4. Maulana Muhammad Ilyaas amat menyayangi beliau dan beliau telah berkhidmat untuk Maulana Muhammad Ilyaas (rah) pada detik-detik akhir kehidupannya.

5. Maulana In’aamul Hasan adalah anak beliau.

Hadrat Moulana In’aamul Hasan (rah)

1. Hadrat Moulana In’aamul Hasan Saheb (rah) dilahirkan di pekan Kandhla, daerah Muzaffar Nagar, U.P., India

a. pada 18 Jamadil Akhir 1336, bersamaan

b. 20 Februari 1918.

2. Hafez Mangtu mengajarkan beliau Hifzul Quraan.

3. Beliau mempelajari bahasa Parsi sehingga kepada tahap Bustaan Sheikh Saadi (rah) daripada datuk saudara beliau Abdul Hamid.

4. Pelajaran bahasa Arab daripada tahap Mizan-Munshaeb kepada SharehJami daripada Hadrat Maulana Muhammad Ilyaas (rah) di Nizaamuddin Kaashiful Uloom.

Hadrat Moulana In’aamul Hasan (rah) dan Hadrat Maulana Yusuf (rah)

1. Apabila Muhammad Ilyaas pergi menunaikan fardhu haji pada 1451, beliau dan Maulana Yusuf telah dimasukkan belajar di Madressa Mazaahirul Uloom, Saharanpur.

2. Beliau belajar Hidaya daripada Maulana Zakaria RA. dan Mebzi daripada Maulana Jameel Ahmed Thanvi.

3. Apabila Maulana Ilyaas kembali daripada fardhu haji, Moulana In’aamul Hasan kembali ke Basti Hadrat Nizaamuddin untuk belajar

a. Mishkaat daripada Maulana Ilyaas [rah] dan

b. Jalaalain daripada Moulana Ihtisaamul Hasan Kandhalwi [rah].

4. Beliau dan Maulana Yusuf adalah teman sepengajian.

5. Beliau kembali belajar di Mazzahir Uloom, Saharanpur di mana,

a. Maulana Abdul Latif mengajarnya Bukhari Sharif,

b. Maulana A. Rahmaan Kamilpuri mengajarnya Tirmidhi Sharif,

c. Maulana Manzoor Ahmed mengajarnya Muslim Sharif dan

d. Maulana Muhammad Zakaria mengajarnya Abu Dawood.

6. Mereka berdua bergilir-gilir berjaga malam untuk mentelaah ilmu, selang sehari berjaga malam. (sejarah hidup Hadrat Maulana Yusuf (rah) mukasurat 170, 171).

7. Sebelum beliau menghabiskan pengajiannya, beliau terpaksa meninggalkan Mazaahir Uloom dan kembali ke to Basti Hazrat Nizaamuddeen kerana penyakit yang dialami oleh Maulana Yusuf.

8. Dia mengakhiri pembelajarannya dengan mempelajari,

a. Kitab Ibn Majah daripada Maulana Ilyaas (rah),

b. Kitab Nasa’ee daripada Maulana Ilyaas (rah),

c. Kitab Tahawi daripada Maulana Ilyaas (rah),

d. Mustadrake Haakim (kitab kompilasi Hadith) daripada Maulana Ilyaas (rah).

Perkahwinan Hadrat In’aamul Hasan (rah)

1. Pada 3 Muharram 1354, jalsa (perhimpunan) tahunan Mazaahirul Uloom telah diadakan.

2. Maulana Ilyaas (rah) meluahkan perasaannya kepada Shaikhul Hadith agar pernikahan Moulana Yusuf dan Moulana In’aamul Hasan diadakan pada Jalsa walaupun tiada persediaan

3. Shaikhul Hadith Saheb telah menerima lamaran, dan telah menerangkan hasrat Maulana Ilyaas (rah) kepada isterinya.

4. Pernikahannya adalah,
a. Hadrat In’aamul Hasan (rah) dikahwinkan dengan anak kedua Shaykhul Hadith Maulana Muhammad Zakaria RA. dan

b. Maulana Yusuf dikahwinkan pula dengan anak pertama Hadrat Shaikhul Hadith.

5. Hadrat Shaikhul Islam Maulana Sayyed Hussain Ahmed Madani (rah) telah menikahi mereka yang kehadiran para-para ulama besar benua Hind

Pemergian untuk Fardhu Haji

1. Maulana In’aamul Hasan (rah) telah melaksanakan fardhu haji daripada Karachi dengan menaiki kapal pada 1356 Hijri bersama,

a. Hadrat Maulana Muhammad Ilyaas (rah)

b. Maulana Yusuf (rah) dan

c. Maulana Ihtisaamul Hasan (rah).

2. Di sepanjang perjalanan, mereka telah melakukan Tabligh.
3. Orang-orang Arab memuji usaha-usaha mereka dan berjanji akan membantu mereka.

4. Mereka mendapat beberapa basyaarat berkenaan dengan kerja Tabligh di dalam perjalanan ini.

5. Selepas kembali ke rumah, Maulana In’aamul Hasan telah jatuh sakit untuk tempoh yang lama dan kembali ke Kandhla sepanjang tempoh sakitnya.

Maulana Muhammad Ilyaas (rah) kembali ke rahmatuLlah

1. Hadrat Maulana Muhammad Ilyaas (rah) meninggal dunia pada pagi Khamis 21 Rajab 1363, bersamaan 23 Julai 1944.

2. Dua hari sebelum kewafatannya, dia telah menamakan enam orang yang istimewa untuk menjadi khalifahnya, termasuk Hadrat Maulana In’aamul Hasan.

3. Selepas kewafatan Maulana Muhammad Ilyaas, Maulana Yusuf Saheb telah diputuskan untuk menjadi Amir Jama’ah Tabligh oleh mesyuarat antaranya,

a. Maulana Shah Abdul Qadir Raipuri,

b. Maulana Fakhruddin Saheb dan

c. Shaikhul Hadith Maulana Muhammad Zakaria.

4. Hadrat Maulana In’aamul Hasan Saheb sentiasa membantu Maulana Yusuf Saheb dan dikenali sebagai orang kanan Maulana Yusuf

5. Beliau telah mengambil tanggungjawab sebagai Mohtamim untuk Madrasah Kaashiful Uloom dan beliau telah mengajar Bukhari Sharif untuk beberapa tahun.

Peribadi Maulana In’aamul Hasan Saheb (rah)

1. Maulana In’aamul Hasan Saheb mempunyai sifat yang suka menyendiri.

2. Beliau menjauhkan diri daripada percakapan yang sia-sia.

3. Beliau tidak akan berjumpa dengan sesiapa kecuali hal-hal yang penting.

4. Beliau amat teliti di dalam rutin hariannya.

5. Apabila perlu, beliau akan menjawab soalan-soalan dengan amat berkesan sekali.

6. Beliau amat berhati-hati dan mengelak daripada sebarang perselisihan

7. Beliau berpakaian bersih dan kemas.

8. Makanan beliau terhad dan sekadar yang perlu sahaja.

9. Beliau banyak menghabiskan dengan membaca.

10. Apabila Hadrat Moulana Yusuf (rah) menulis Hayaatus-Sahaba dan Amanil-Ahbar,

a. Apabila beliau tidak dapat mencari sesuatu, Maulana Abdullah Taariq akan dihantar kepada Maulana In’aamul Hasan

b. Maulana Abdullah Taariq berkata selalunya Maulana In’aamul Hasan akan buka satu buku atau hafalannya dan menunjukkan maklumat yang dicari

c. Beliau akan bangun, mengambil buku daripada almarinya dan membuka lembaran tertentu dan berkata, ‘Pergi dan tunjukkan kepada Maulana Yusuf.’

11. Salah seorang daripada Khaadim khasnya memberitahu yang Maulana In’aamul Hasan Saheb mempelajari seluruh jilid kitab “Fatwa Alamgiri” dua kali.

12. Daripada sini kita dapat melihat usaha-usaha beliau yang gigih dan mendalam terhadap ilmu.

13. Beliau telah menulis beberapa nota penerangan di dalam pengkajian kitab “Tarajimul Abwab” daripada Bukhari Sharif.

14. Ini juga menunjukkan keilmuan dan kecenderungan terhadap sunnah-sunnah Nabi Muhammad (saw).

Pemergian Maulana Yusuf Saheb (rah)

1. Maulana Yusuf Saheb (rah) meninggal dunia pada hari jumaat, 29 Zilqaedah 1384, bersamaan 2 April 1965 di Lahore, Pakistan.

2. Maulana In’aamul Hasan Saheb adalah pilihan utama kerana keakrabannya dengan Maulana Yusuf (rah) sejak dari kecil.

3. Maulana In’aamul Hasan Saheb juga seorang Aalim yang mempunyai reputasi dan personaliti yang tinggi.

4. Beliau dianggap seorang yang amanah oleh Maulana Muhammad Ilyaas (rah)

5. Maulana Yusuf (rah) selalu meminta nasihat-nasihat beliau.

6. Hadrat Sheikhul Hadith Maulana Muhammad Zakaria membuat mesyuarat dan memutuskan Maulana In’aamul Hasan sebagai Amir Jama’ah Tablighi sebagai pengganti Maulana Yusuf (rah)

Perlantikan Amir yang baru

1. Moulana Fakhrul Hasan, seorang ustadz Darul Uloom mengistiharkannya perlantikan Maulana In’aamul Hasan Saheb di hadapan ribuan orang.

2. Semuanya berpuas hati dan lega, sambil memberi kepercayaan dan kerjasama.

3. Sejak dari hari itu hingga ke hembusan nafas Maulana In’aamul Hasan yang terakhir selama 31 tahun

4. Beliau telah melaksanakan tugasnya sebagai Amir dengan berpandangan jauh dan dengan penuh keberanian.

5. Di bawah pimpinannya, kerja-kerja Jama’ah Tabligh telah berkembang di seluruh pelosok dunia.

Sikap suka mendiamkan diri

1. Beliau bukan seorang orator (penceramah), tetapi berkata-kata dengan ringkas tetapi padat.

2. Selepas beberapa tahun beliau mulai memberi ceramah yang lebih panjang.

3. Kita perlu faham yang da’wah dan tabligh bukanlah di bawah nama ceramah, bahkan lebih daripada itu.

4. Tetapi apabila ada perhimpunan besar (ijtima), beliau akan memberi panduan yang ringkas tetapi padat dan diakhiri dengan doa oleh beliau sendiri.

5. Beliau mempunyai sifat yang menyendiri dan ini membolehkan beliau untuk membuat aktiviti lain yang lebih penting.

6. Jika seseorang bertanya sesuatu yang jawapannya boleh menimbulkan fitnah, beliau akan berdiam diri.

7. Sayyidina Umar Ibne-Khattaab (rah), khalifah yang kedua pernah berkata, ‘diamkan diri dan musnahkan kebatilan.’

8. Maulana In’aamul Hasan Saheb mahir di dalam seni mendiamkan diri.

9. Disebabkan beliau tidak suka percakapan yang tidak perlu, orang ramai tidak cuba untuk mendampingi beliau, dan ini menjimatkan masa semua orang

10. Beliau mengagihkan kerja dan menghantar orang kepada orang yang dipertanggungjawabkan untuk sesuatu kerja.

11. Dia tidak mengganggu aktiviti yang ditanggungjawabkan kepada orang lain.

Hembusan nafas yang terakhir

1. Beliau jatuh sakit dan berdiam diri di katil pada beberapa tahun akhir hayatnya.

2. Ziarah yang khas dilakukan seminima yang mungkin.

3. Beliau tetap menyelia setiap aktiviti dan memantau setiap ehwal markaz, di dalam atau di luar negara.

4. Pada 10 malam, 9 Jun 1995, beliau, dengan berkerusi roda, telah dihantar ke hospital.

5. Hembusan nafas terakhirnya terhenti pada umur 70 tahun pada hari sabtu 1.25 petang, 10 Muharram 1416H, bersamaan 10 Jun 1995.

6. Beliau meninggalkan seorang anak lelaki, Maulana Zubairul Hasan dan seorang anak perempuan.

7. Berita sedih ini telah dimaklumkan ke seluruh dunia sepantas kilat.

8. Solah janazahnya telah diadakan pada 6 petang dengan dihadiri ratusan ribu hadirin, hingga sepanjang jalan menuju ke basti hadrat Nizaamuddin ditutup agar orang dapat turut serta.

9. Janazah beliau telah dihadiri oleh setengah juta hadirin, dengan penuh beradab.

10. Selepas Solah Maghrib, janazah beliau direhatkan di sebelah Hadrat Maulana Yusuf.Rahmatullahi alai....

»»  Baca selanjutnya...