Rabu, 19 September 2012

Setiap Hembusan Nafas Adalah Dzikir


Makhluk yang paling cantik pun diatas permukaan bumi ini tidak layak untuk di puji karena kita hanya boleh memuji kepada dua hal
 
1. Allah SWT
2. Nabi Muhammad SAW, pujian kepada Nabi SAW pun akan kembali kepada Allah SWT

Suatu ketika Nabi Ayyub as berjalan-jalan dan melihat sebuah bangkai yang dikerumuni oleh ulat. Ulat ini asyik sekali memakan bangkai tadi. Segerombolan burung pun datang untuk memakan bangkai tadi. Ulat pun berdoa kepada Allah karena makanannya telah diambil oleh pemangsa yang lain. Agar burung-burung itu pergi. Didalam hati nabi Ayyub as bertanya : “Untuk apa Allah SWT mencibtakan ulat yang tidak ada manfaatnya”.

Dengan izin Allah Nabi Ayyub as bisa berbicara dengan ulat tadi. Wahai ulat apa manfaatmu dicibtakan Allah SWT dipermukaan bumi ini. Ulat pun berbalik bertanya : “Setiap harinya berapa kali engkau berdzikir kepada Allah ?” Nabi Ayyub as menjawab : “ 10.000 kali “. Ulat berkata : “Setiap setiap hembusan napas saya adalah dzikir”.

Hewan dan tumbuh-tumbuhan senantiasa berdzikir kepada Allah. Kalau melihat amalan manusia mungkin Allah tidak akan menurunkan hujan tetapi karena ada hewan dan tumbuh-tumbuhan yang selalu berdzikir dan membutuhkan air makanya Allah SWT masih turunkan hujan.

Akhirnya Nabi Ayyub as diberi cobaan seluruh tubuhnya digrogoti oleh ulat yang dicacinya tadi. Semua hartanya pun habis terbakar. 6 orang anaknya pun meninggal dunia. 3 orang istrinya, 2 diantarany minta cerai karena mereka tidak tahan melihat penderitaan Nabi Ayyub as. Istrinya pun berkata : “Engkau adalah seorang nabi mintalah kepada Allah SWT supaya diberi kesembuhan ?“. Nabi Ayyub as menjawab : “Saya sudah 68 tahun diberi kesehatan oleh Allah SWT bagaimana saya akan mengeluh diberi penyakit baru 2 tahun oleh Allah SWT.

Nabi Ayyub as hanya meminta dua doa kepada Allah SWT.
1. Supaya lidahnya tidak dimakan ulat. Supaya bisa senantiasa berdzikir kepada Allah SWT
2. Supaya hatinya tidak dimakan ulat. Supaya bisa senantiasa mengingat Allah SWT

Nabi Ayyub as pun diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Wajahnyanya semakin tampan dan bercahaya. Istrinya yang sudah cerai tadi meminta supaya menikah kembali. Tetapi nabi Nabi Ayyub as tidak mau. Waktu susah dalam agama tidak mau. Bagaimana bisa aku punya istri yang hanya mau senang saja.

Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :  Allah SWT akan membangkitkan suatu kaum pada Hari Kiamat, yang muka-muka mereka bersinar dengan terang, dan mereka akan didudukkan di atas mimbar-mimbar mutiara. Orang akan beririhati dengan mereka; mereka bukanlah dari kalangan para Nabi atau bukan para syuhada. Seorang Badui yang duduk (iftirasy) di atas lututnya berkata: Wahai Rasulullah! Beritahukanlah tanda-tanda mereka kepada kami supaya kami dapat mengenal mereka. Baginda menjelaskan: Mereka adalah orang-orang yang berasal dari keluarga dan kaum yang berlainan dan tempat yang berbeda, dan mereka berkumpul dalam suatu tempat semata-mata karena kasih kepada Allah, dan sibuk dengan berzikrullah. (Tabrani, Majma-uz-Zawaid).

Salah satu amalan ketika keluar dijalan Allah adalah ZIPANG : Zikir pagi petang. 100 pagi 100 petang.
Waktu keluar dijalan Allah berkumpullah orang Jawa, Batak, Sunda, Melayu dsb berasal dari keluarga dan kaum yang berlainan dan tempat yang berbeda.

Kyai Udzairon katakan : Untuk amalan Zikir pagi petang.

Istighfar 100 kali
Shalawat 100 kali
Tasbih 100 kali

Jadi yang pertama Istighfar dulu bermakna membersihkan dosa-dosa kita. Baru Shalawat untuk membuka pintu-pintu langit. Kalau diri sudah bersih, pintu langit sudah terbuka maka Tasbih ita akan langsung kepada Allah SWT.

Jadikanlah lisan kita ini senantiasa berdzikir kepada Allah SWT.

Ada 7 perkataan yang baik. Jadikanlah setiap perkataan kita hanya ada pada 7 hal ini.

1. Berdakwah
2. Berdzikir
3. Membaca Al Quran
4. Taklim
5. Istighfar
6. Shalawat
7. Doa

Selain dari 7 perkara diatas maka setiap perkataan kita akan dihisab oleh Allah SWT.
Semua sedia Insya Allah

»»  Baca selanjutnya...

Mengapa Harus Ke IPB (India, Pakistan, Bangladesh) Bukan Ke Mekkah atau Madinah...?

Beredar di tengah masyarakat bahwa kiblat mereka jemaah tabligh bukan ke ka’bah, mereka tak mau pergi haji, haji mereka ke India Pakistan, dsb.
Orang tua di antara mereka mengatakan kami datang ke INDIA PAKISTAN untuk belajar ke tempat yang sudah hidup amal DAKWAH, bukan untuk beribadat di sana. Ada juga yang mengatakan sebagaimana orang ingin belajar sepak bola harus ke BRAZIL dan INGGRIS karena sudah sukses menjadi juara dunia. Begitu pula belajar HADITS orang perlu ke MADINAH, belajar qiraat ke MESIR, belajar madzhab Imam Syafi’I ke negeri MELAYU, belajar WAHABY ke ARAB SAUDI, belajar madzhab Hanafy ke KHURASAN. Maka apa salah kami belajar DAKWAH ke INDIA dan PAKISTAN karena di negeri itulah hidup amal dakwah.

Masjid banyak yang hidup 24 jam tidak seperti di Negara lain masjid banyak di kunci termasuk di MAKKAH dan MADINAH jika tak musim haji terkunci. (Penyalin : Rumah Allah DIKUNCI!!?) Padahal Rasulullah saw mulai kerja dari Masjid Nabawi yang hidup dengan amal 24 jam. Di Reiwind amalan hidup 24 jam sebagaimana Masjid Nabawi dahulu di zaman Rasulullah saw.

Ada juga di antara mereka yang katakan : Kami ke INDIA mau lihat sejarah bagaimana hasil kerja dakwah yang dibuat oleh Syaikh Maulana Muhammad Ilyas Rah A terhadap orang MEWAT. Suatu kampung pemakan bangkai, tidak mengenal Allah, tak pernah ibadah, sampai menjadi kampung yang penuh kesalehan.

Yang lain mengatakan banyak orang yang menuduh kami haji ke Pakistan bukan ke Mekah TERKADANG MEREKA SENDIRI BELUM BERHAJI .Sesekali jalan ke markaz kami, di sana para HUJJAJ tak pernah di panggil PAK HAJI, BAHKAN MEREKA BERKALI - KALI BERHAJI, ini bisa dibuktikan jika kita Tanya para AHLI SYURA mereka rata-rata lebih dari 3 kali ke haji.

Di antaranya juga katakan : Kami datang untuk Shuhbah (berteman rapat / bershahabat untuk mengambil manfaat dari ILMU maupun AMAL) dengan ulama-ulama yang telah banyak berkorban dalam kerja dakwah, dan melihat kisah nyata kehidupan mereka yang telah jadikan dakwah sebagai MAKSUD HIDUP. Sebab jika kami tidak lihat mereka hanya baca tentang dakwah maka tak akan bisa kami terapkan.

Sebagaimana penjahit yang hanya membaca buku bagaimana cara menjahit jas tetapi tak pernah lihat bagaimana jas dibuat oleh penjahit yang lebih senior maka tak mungkin bias jahit. Memang kalau kita mau jujur mengamati kepergian mereka ke India dan Pakistan tak merubah cara ibadah, dan cara mu’asyaroh mereka, artinya tidak ada misi madzhab ataupun aliran yang dibawa. Mereka malahan lebih tenggelam dalam masyarakat dan memikirkan keadaan mereka yang jauh dari agama. Mereka shalat berjamaah dengan orang banyak, cara shalat pun tak berikhtilaf dengan umat Islam lainnya hanya saja mereka lebih menekankan sholat berjamaah, di awal waktu, dan di masjid.

Kalau kita mau jujur melihat kritikan yang beredar sejak awal usaha didirikan oleh Syaikh Maulana Muhammad Ilyas Rah A, maka kita akan dapati kritikan dengan materi yang sama. Karena usut punya usut selalu bersumber dari kitab yang sama yang selalu dijadikan topik yang berulang-ulang. Di antara kritikan yang berulang-ulang itu adalah :
1. Mereka tak memiliki Tauhid Uluhiyyah hanya membicarakan Tauhid Rubbubiyyah saja.
2. Mereka memiliki kebiasaan TAWAF di kuburan.
3. Masjid-masjid mereka di dalamnya ada kuburan.
4. Buku Fadhilah amal mengandungi hadits-hadits dhoif.
5. Mereka ahli bid’ah di dalam ibadah.
6. Dakwah mereka kepada hal yang rendah yaitu shalat bukan dakwah untuk murnikan agama yakni anti terhadap bid’ah sehingga tak beresiko seperti Rasulullah saw.
7.Mereka merupakan gerakan sufi modern.
8. Tinggalkan anak istri dan tidak mengurusnya adalah suatu kedzoliman
9. Mereka dakwah tanpa ilmu sehingga berbahaya untuk umat Islam
10. Haji mereka ke India Pakistan

Tak ada satu buku pun ditulis untuk jawab kritikan. Dakwah mereka istikhlash seperti kuda INDIA yang dipakaikan kaca mata kuda tak lihat kiri kanan, tak lihat kerja orang lain, tak lihat apa kata orang, mereka tawajjuh hanya kepada tertib yang mereka telah sepakati.

Dalam mudzakaroh enam sifat mereka ada point tentang tashihun niyat / meluruskan niat. Di sana dikatakan bahwa cirri orang ikhlash adalah Sikapnya sama saja dengan orang memuji atau orang yang membenci. Mereka telah buktikan, walaupun dihina, dicaci, tetap mereka memberi salam kepada siapapun, selalu tersenyum, bahkan justru para pengkritik banyak yang tak mau jawab salam mereka, memalingkan muka dari senyum mereka, bahkan meludah di hadapan mereka.

Lihatlah!! Mereka di masjid bukan untuk berdzikir saja tetapi mereka bertemu manusia untuk jadikan seluruh manusia berdzikir kepada Allah. Setelah itu mereka hidupp seperti biasa punya istri dan anak, punya pekerjaan. Adakah ajaran sufi seperti ini? Perlu kejujuran dalam menjawabnya.

Adakah Jemaah Tabligh salahkan orang ?? Baik dalam buku maupun dalam bayan mereka ?? Tidak!!
Adakah Jemaah Tabligh membid’ahkan orang sehingga tak mau shalat berjemaah di masjid, atau mau shalat hanya di masjid tertentu ?? Tidak !!
Adakah pelarangan dari syuro mereka atau ustadz mereka yang melarang duduk di majlis taklim yang diajar oleh ustadz yang bukan karkun ?? Tidak!!
Bahkan setelah khuruj dianjurkan agar lebih dekat dengan ulama di kampung mereka masing-masing.

JEMAAH TABLIGH BUKAN ORGANISASI TETAPI DALAM KERJA DAKWAHNYA TERORGANISIR
Di mulai dari penanggung jawab mereka untuk seluruh dunia yang dikenal dengan Ahli Syura di Nizamuddin, New Delhi, INDIA. Kemudian di bawahnya ada syura Negara, misalnya : SYura Indonesia, Malaysia, Amerika, dll. Menurut pengakuan mereka ada lebih dari 250 negara yang memiliki markaz seperti Masjid Kebon Jeruk Jakarta.
Kemudian ada penanggung jawab propinsi, untuk Indonesia sudah ada di semua propinsi. Di bawahnya ada peannggungjawab Kabupaten, seperti : penanggung jawab Solo, Purwokerto, dll. Di bawahnya ada Halaqah yang terdiri dari banyak mahalah yang minimal 10 mahalah yakni masjid yang hidup amal dakwah dan masing-masing mereka ada penanggungjawab yang dipilih oleh musyawarah tempatan masing-masing.

Di India ada masjid yang menjadi Muhallah sekaligus halaqah dimana di dalam masjid hidup 10 kelompok kerja (jemaah yang dihantar tiap bulan 3 hari). Semua permasalahan diputus dalam musyawarah sehingga tak ada perselisihan di antara mereka dan mereka punya sifat taat kepada hasil musyawarah.
Walaupun mereka tak pernah katakan bentuk mereka kekhalifahan seperti harakah lain yang mempropagandakan Khilafatul Muslimin, tetapi system jemaah tabligh terlihat begitu rapi sehingga mereka saling kenal satu sama lain karena jumlah orang yang pernah keluar di jalan Allah tercatat dan terdaftar di markaz dunia.
Setiap 4 bulan mereka berkumpul musyawarah Negara masing-masing kemuadian dibawa ke musyawarah dunia di Nizamuddin.

Musyawarah harian ada di mahalah masing-masing untuk memikirkan orang kampung mereka masing-masing sehingga biarpun ada yang pergi tasykiil tetaplah ada orang di maqami yang garap dakwah di sana. Orang yang suka dakwah sendiri-sendiri / penceramah suka kritik mereka katanya kenapa harus dakwah jauh-jauh ke luar negeri kalau tempat tinggal sendiri aja belum beres. Hal ini karena dakwah jemaah tabligh berjamaah sehingga walaupun mereka pergi tasykiil di maqami ada orang yang tetap jalankan dakwah.

»»  Baca selanjutnya...

Ummat Nabi Muhammad saw.


UMMAT NABI MUHAMMAD Saw
Rasulullah saw tlh membangun suatu tatanan kehidupan yg sangat mulia dlm sejarah peradaban manusia yaitu: kehidupan para sahabat r.a. Suasana kehidupan yg terbentuk dr usaha dakwah Rasulullah saw. Sesungguhnya tdk ada kehidupan yg lbh baik sebelum & sesudah zaman mereka. Rasulullah bersabda : " sebaik baik manusia adalah generasiku (Nabi & para sahabat r.a), kemudian yg setelah mereka (Tabi'in),kemudian yg setelah mereka (Tabi'ut tabi'in)" (HR.Bukhari & Muslim)
Dalam usaha dakwah yg dikehendaki adalah bagaimana agar agama wujud dengan sempurna dlm kehidupan ummat islam sebagaimana kehidupan para sahabat r.a pada zaman Rasulullah saw msh hidup & ketika ditinggalkan oleh beliau.Ketika itu para sahabat r.a msh tinggal dibumi tp semua mahluk dilangit telah menyayangi mrk. Para sahabat r.a tlh mendapatkan keridhaan Allah swt dgn gelar RADHIALLAHU 'ANHUM.
Pada saat itu orang2 merasa sangat bangga dgn sifat2 Abu Bakar r.a,Umar r.a, Utsman r.a, Ali r.a & sahabat2 lainnya, bukan bangga sbg Pengusaha,Petani,Dokter, Pejabat, atau Pegawai, tetapi bangga sebagai ummat Nabi yg sedang berdagang,yg sedang bertani,dan lain sebagainya.
Allah swt telah berfirman kepada Isa a.s : "Wahai Isa sesungguhnya Aku akan mengutus sesudahmu satu ummat yg jika mrk diberi sesuatu (nikmat) yg mrk sukai,mrk memuji Allah (bersyukur) & apabila mrk ditimpa sesuatu yg tdk mrk inginkan (musibah),maka mrk mengharap pahala dr Allah semata,padahal mrk tdk memiliki HILM (kelembutan & kesabaran) & tdk memiliki ILMU. Lalu Isa a.s bertanya:"Wahai Rabbku bagaimana mrk bisa demikian,sedangkan mrk tdk memiliki HILM & ILMU ? Allah swt berfirman," Aku akan memberi mrk HILM dr HILM-KU & ILMU dr ILMU-KU" (HR. Hakim).
Rasulullah saw bersabda:" Beruntunglah orang-orang yg melihatku & beriman kepadaku. Namun sungguh sangat beruntung (beliau saw mengulang sampai 7 x) orang yg tdk pernah melihatku,tetapi ia beriman kepadaku". ( HR. Bukhari ).
Demikian mudahnya seseorang mengaku mencintai sesuatu,tetapi tdk mampu menunjukkan bukti kecintaannya. Hari ini cinta Rasul hanya dijadikan senandung, tetapi tdk memahami hakikat cinta. Suatu kejahilan apabila seseorang hanya sibuk memuji-muji sesuatu yg dicintainya tetapi dia tdk melaksanakan perintah kekasihnya. Mencintai Rasulullah saw bukan sekedar menghidupkan SUNNAH SHUROH (penampilan zhahir) Nabi saw, sebab generasi2 terdahulu jg tlh melakukan hal ini.Tetapi tanda cinta sesungguhnya adalah meneruskan kerja dakwah Rasulullah saw sebagai SIIROH (maksud & tujuan hidup) dan SARIIROH (pikir & risau) Nabi saw.
Anas bin Malik r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda : "Sungguh aku sangat ingin berjumpa dgn saudara-saudaraku," Seorang sahabat r.a bertanya : Ya Rasulullah,bukankah kami ini saudara-saudaramu?" Rasulullah saw menjawab :" Kalian adalah sahabat-sahabatku,sedangkan saudara-saudaraku adalah orang-orang yg beriman kepadaku padahal mereka blm pernah berjumpa denganku" (HR.Ahmad).
Saat ini orang-orang mengaku sebagai ummat Nabi saw,tetapi apakah diakhirat kelak digolongkan sebagai ummat Nabi saw ? Kelak Rasulullah saw menanti ditepi telaga Kautsar untuk memberikan minuman kepada ummatnya. Orang yg tlh meminum air telaga itu tdk akan merasakan dahaga selama lamanya Maka suatu jamaah akan datang menghampiri Rasulullah saw tetapi dihalau oleh malaikat lalu Beliau saw berkata :" Ya Allah mereka itu sahabatku (pengikutku)" Maka dikatakan, "Sesungguhnya engkau tdk tahu apa yg mrk lakukan sepeninggalmu !" (HR. Bukhari & Muslim).Kemudian satu rombongan lain datang & disambut oleh Rasulullah saw dgn pelukan,lalu diberi minum dr telaga Kautsar melalui tangan beliau sendiri.
Apabila ummat ini tdk mau melanjutkan usaha dakwah Rasulullah saw pada akhir zaman, yg nyaris bangkrut krn direkayasa oleh kemusyrikan & kemunafikan serta tertipu oleh fitnah-fitnah dunia,maka ysaha yg dulu tlh dibentuk dgn tetesan darah & airmata Rasulullah saw & para sahabatnya akan musnah.
Rasulullah saw bersabda: " Islam bermula dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing,maka berbahagialah orang-orang yg dianggap asing,yaitu orang-orang yg melakukan ISHLAH (perbaikan) terhadap sunnahku yg tlh dirusak oleh manusia (Yakni mrk yg berpegang teguh pada sunnah Nabi saw ketika orang-orang meninggalkannya dan mrk yg berhukum dgn Al Quran ketika orang-orang ingin memadamkan cahayanya)". (HR.Muslim)
Selanjutnya Beliau saw menjelaskan ciri-ciri mereka, yaitu: orang-orang yg menjauhkan diri (berpisah) dr kabilah-kabilah (rela meninggalkan kampung halaman dan keluarganya demi agama). Diriwayatkan dr Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah saw bersabda:"Diantara ummatku ada orang-orang yg sangat mencintaiku,mereka bercita cita dalam hatinya bahwa alangkah baiknya jika ibu bapak dan keluarga kami dikorbankan untuk berjumpa dgn Rasulullah saw " (Misykaat)

»»  Baca selanjutnya...

Usaha Dakwah Rasulullah saw.


Perintah dakwah ini mengandung beberapa prinsip,diantaranya :
1). Al Istimrariyyah (berkelanjutan).kata AD'U (aku mengajak) adalah fi'il mudhari'
yg mengandung makna sedang berlangsug dan akan berlangsung terus sampai
hari kiamat.Usaha dakwah ini tdk boleh berhenti sesaatpun hanya krn rintangan
dankelemahan diri,sebab ini adalah sunnatullah. Bahkan tdk boleh berhenti
(istirahat sejenak) sekalipun tlh berhasil.
2). Wudhuhul Ghayah (tujuan yg jelas) dgn prinsip ILALLAAH.
Bahwa setiap perbuatan hanya krn Allah dan mengajak hanya kpd Allah,bukan
ila nafsi (mengajak kpd popularitas), kpd suatu golongan, atau simbol.
Dengan hanya mengharapkan ridha Allah Swt akan menimbulkan sifat ihtiram
(memuliakan) dan sifat ikram (menunaikan hak sesama muslim tanpa meng
harap hak kita ditunaikan),dan suasana ukhuwwah ini akan terjalin dengan
mahabbah (kasih sayang) tanpa tergoyahkan dgn perbedaan (furu'iyyah).
3). Wudhuhul Minhaj (manhaj yg jelas) dgn prinsip 'ALA BASHIRAH (atas dasar
keyakinan hati) bukan 'alal bashar (sesuai dgn pandangan mata).
Memahami mau kemana ummat ini dan ummat akan terbentuk macam apa?
Hal ini menuntut adanya abjadiyatul 'amal (apa yg hrs dilakukan dr A-Z),
sehingga tidak isti'jal (tergesa-gesa) ataupun tabatha (santai) yg meng
akibatkan seseorang mengalami insilakh (terlempar dr usaha dakwah).
Diantara ciri-ciri orang yg terbuang dr usaha dakwah adalah :
(1) Tidak lg mau menerima nasehat ulama dan saudaranya sendiri,
(2) Mendengar tetapi tdk mau memahami,
(3) Paham tetapi tdkmau mengamalkannya,
(4) Mengamalkan tetapi tidak ikhlas,
(5) Ikhlas tetapi tdk istiqamah, dan
(6) Istiqamah tetapi tdk istikhlas
4). Wujudul Qiyadah (adanya koordinasi) dgn prinsip ANA WAMANITTABA 'ANI
Apabila proses tarbiyah berjalan dgn husnut tadbir (pengaturan yg baik)
maka akan wujud tanggung jawab, baik ketika sebagai pemimpin (amir)
maupun yg dipimpin (makmur). Semua adalah pemimpin dan masing masing
akan diminta pertanggung jawabannya dihadapan Alah Swt, sebagaimana
para sahabat r.a. menjadian Rasulullah Saw sebagai panutan (uswah).
Tanpa tuntunan kerja dakwah dgn manhaj Nubuwwah maka akan terjadi:
1. Tabdzirul Thaqah (membuang buang potensi). Harta (amwal) dan diri (anfus)
adalah modal berharga,jika tdk ada abjadiyatul 'amal (urutan urutan amal
dari A-Z) maka seluruh potensi akan sia sia, tanpa bisa menyampaikan diri kita
dan ummat pada isti'dad (kesiapan) menyempurnakan perintah perintah Allah
Swt dan Rasulullah Saw dgn natijah (hasil) yg baik.
2. Tabdzirul Auqat (membuang buang waktu),berbicara dan berbuat sia sia.
3. 'Adamul Intiyajatil ikhlas (keikhlasan yg tdk produktif).
Ikhlas tetapi tdk istikhlas. Keikhlasan adalah syarat diterimanya suatu amal oleh
Allah Swt. Dan Istikhlas adalah syarat agar tdk diperalat oleh hawa nafsu
da ahlul batil, dan agar tdk mencampurkan keinginan keinginan lain dalam
beramal,seperti ketika shalat mengingat dunia atau usaha dakwah untuk
tujuan dunia.
Apabila seseorang melakukan ibadah dgn caranya sendiri, maka ibadahnya itu
tidak akan sah !. Demikian pula bila melakukan dakwah dgn cara sendiri maka yg
akan terjadi adalah perpecahan ! Dan apabila ummat berpecah belah, Allah Swt tidak akan memandang usaha dan pengorbanan kita. Apabila saat ini ummat Islam
melaksanakan tugas dakwah secara infiradi (perseorangan), maka dia akan kehilangan hakikat dakwah.
Da'wah Ilallah harus dilakukan dgn cara yg dicontohkan Rasulullah Saw,bukan dgn akal pikiran sendiri, meskipun niatnya adalah dakwah !. Bahkan perbuatan maksiat dianggap dakwah. Hal itu menyebabkan ummat tdk tahu membedakan mana dakwah ilallah dan mana dakwah komersil, mencari kemasyhuran (agama dijadikan merk dagang,lalu diberi aneka warna, dan diberi cita rasa sesuai dengan
selera pasar)??
Rasulullah Saw bersabda :" Cukuplah keburukan seseorang,jika dia menginginkan
agar orang orang memberikan acungan jempol atas (kebaikan) dirinya,baik dalam urusan agama maupun dalam urusan dunia, kecuali bagi orang orang yg mendapatkan pemeliharaan Allah Swt" (HR. Baihaqi)

»»  Baca selanjutnya...

Khotbah Ali bin Abu Thalib tentang Penciptaan Adam As


Tentang Penciptaan Alam
Dia memulai penciptaan dan memulainya secara paling awal, tanpa mengalami pemikiran, tanpa menggunakan suatu eksperimen, tanpa melakukan suatu gerakan, dan tanpa mengalami kerisauan. Dia memberikan waktunya pada segala sesuatu, mengumpulkan variasi-variasinya, memberikan kepadanya sifat-sifatnya, dan menetapkan corak wajahnya dengan mengetahuinya sebelum menciptakannya, menyadari sepenuhnya batas-batasnya dan kesudahannya, dan menilai kecenderungan dan kerumitannya.
Ketika Yang Mahakuasa menciptakan lowongan-lowongan atmosfer, mengembangkan ruang angkasa dan lapisan-lapisan angin, Dia mengalirkan ke dalamnya air yang ombak-ombaknya membadai dan yang gelombang-gelombangnya saling melompati. Dia memuatnya pada angin yang kencang dan badai yang mematahkan, memerintahkannya untuk mencurahkannya kembali (sebagai hujan), memberikan kepada angin kendali atas kekuatan hujan, dan memperkenalkannya dengan batasan-batasannya. Angin meniup di bawahnya sementara air mengalir dengan garang atasnya.
Kemudian Yang Mahakuasa menciptakan angin dan membuat gerakannya mandul, mengekalkan posisinya, mengintensifkan gerakannya dan menyebarkannya menjauh dan meluas. Kemudian Dia memerintahkan angin itu membangkitkan air yang dalam dan mengintensifkan gelombang laut. Maka angin mengocoknya sebagaimana mengocok dadih dan mendorongnya dengan sengit ke angkasa dengan melemparkan posisi depannya di belakang, dan yang berdiam pada yang terus mengalir, sampai permukaannya terangkat dan permukaannya penuh dengan buih. Kemudian Yang Mahakuasa mengangkat buih ke angin yang terbuka dan cakrawala yang luas dan membuat darinya ketujuh langit dan menjadikan yang lebih rendah sebagai gelombang yang berdiam dan yang di atas sebagai atap yang melindungi dan suatu bangunan tinggi tanpa tiang untuk menopang atau paku untuk menyatukannya. Kemudian Dia menghiasinya dengan bintang-bintang dan cahaya meteor dan menggantungkan padanya matahari dan bulan yang bercahaya di bawah langit yang beredar, langit yang bergerak dan cakrawala yang berputar.

Gambaran tentang Penciptaan Adam as.

Allah mengumpulkan lempung tanah yang keras, lembut, manis dan asam, yang dicelupkan-Nya ke dalam air dan mengadoninya dengan uap lembab sampai itu menjadi rekat. Darinya Dia membuat patung dengan lekukan-lekukan, persendian, anggota dan bagian-bagian. la memadukannya sampai ia mengering untuk waktu tertentu dan jangka waktu yang diketahui. Kemudian la meniupkan ke dalamnya Ruh-Nya sehingga ia mengambil pola manusia dengan pikiran yang mengaturnya, kecerdasan yang digunakannya, anggota badan yang melayaninya, organ-organ yang mengubah posisinya, kebijaksanaan yang membedakan antara yang benar dan salah, rasa dan bau, warna dan jenis. la adalah suatu campuran antara lempung berbagai warna, bahan-bahan rekat, yang berlawanan, yang aneka ragam dan sifat-sifat yang berbeda seperti panas, dingin, lembut dan keras.
Kemudian Allah menyuruh kepada malaikat untuk memenuhi janji-Nya dengan mereka dan memenuhi janji menaati perintah-Nya kepada mereka dengan pengakuan kepada-Nya melalui sujud kepada-Nya dan tunduk kepada kedudukannya yang mulia. Maka Allah berfirman, “Tunduklah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun tunduk kecuali iblis.” (QS. 2:34; 7:11; 17:61; 18:50; 20:116).
Kesombongan mencegah dia dan keburukan mengalahkannya. Maka ia membangga-banggakan penciptaannya sendiri (yang) dari api dan bersikap menghina ciptaan dari lempung. Maka Allah memberikan waktu kepadanya agar ia sepenuhnya patut menerima kemurkaan-Nya, dan melengkapi ujian (pada manusia) dan untuk memenuhi janji (yang telah diberikan-Nya kepada iblis). Maka la berkata, “Sesungguhnya engkau telah diberi waktu sampai pada hari yang diketahui. ” (QS. 15:37-38; 38:81)

Setelah itu Allah menempatkan Adam di suatu rumah di mana Dia membuat kehidupannya senang dan kediamannya aman, dan la memperingatkannya supaya berhati-hati terhadap iblis dan musuhnya. Lalu musuhnya (iblis) merasa iri atas tinggalnya di surga dan hubungan-hubungannya dengan yang bajik. Maka ia pun mengubah keyakinannya menjadi goyah, dan tekadnya menjadi lemah. Dengan demikian ia mengubah kebahagiaan Adam as. menjadi ketakutan, dan martabatnya menjadi sesal dan malu. Kemudian Allah memberikan kepada Adam as. kesempatan untuk bertaubat, mengajarkan kepadanya kata-kata dari Rahmat-Nya, menjanjikan kepadanya untuk kembali ke surga-Nya dan mengirimkannya ke tempat percobaan dan perkembangbiakan keturunan.

»»  Baca selanjutnya...

Fadhilah Shalat Berjamaah di Masjid


Di waktu dhuha ini biasanya saya meluangkan waktu untuk membaca kitab" Hadist dan Buku" tentang fadilah Amal .. tertarik di pagi ini saya membaca tentang Bab mengenai Fadilah Sholat Berjamaah di masjid ...
Di antara rahasia fadhilah shalat berjamaah di masjid itu adalah:
1. Sebelum berjalan ke masjid, ketika seseorang berwudhu’ di rumahnya, bukan berwudhu’ di masjid, dia telah mendapatkan pahala atas wudhu’nya.
2. Ketika dia memakai pakaian dan wewangian dengan niat karena akan masuk masjid, maka dia akan mendapat pahala tersendiri. Karena Allah SWT telah memerintahkan agar seseorang berhias setiap masuk masjid.
3. Ketika seseorang berjalan ke masjid dengan melangkahkan kaki, maka tiap langkah kakinya itu mendapatkan kebaikan tersendiri yang mendatangkan pahala.
4. Ketika masuk masjid, seseorang akan mendapat pahala bila membaca doa masuk masjid.
5. Masih ketika masuk masjid, dia juga akan mendapatkan pahala ketika melangkah dengan kaki kanannya.
6. Begitu masuk masjid, seseorang akan mendapat kesempatan mendapatkan pahala dari shalat tahiyatul masjid.
7. Kemudian ketika seseorang duduk di masjid sambil menunggu datangnya waktu shalat, dia sudah terbilang melakukan i’tikaf bila dia meniatkannya. Menurut mazhab As-syafi’iyah, i’tikaf bisa dilakukan asalkan dengan niat dan berdiam di masjid, meski hanya sesaat saja.
8. Begitu adzan berkumandang, dia juga akan mendapatkan kesempatan mendapatkan pahala tersendiri dengan mendengarkan adzan dan menjawabnya. Apalagi bila dia sendiri yang melakukan adzan.
9. Setelah mendengar adzan, dia akan mendapatkan kesempatan mendapatkan kebaikan lagi ketika membaca doa setelah adzan.
10. Selesai doa adzan, dia akan mendapatkan lagi kesempatan mendapat pahala dengan shalat sunnah qabliyah.
11. Setelah iqamat didengungkan, lalu imam mengatur barisan, dia akan mendapatkan pahala lagi bila ikut memperhatikan imam dan mengatur barisannya agar lurus dan rapat.
12. Pada saat shalat jamaah dilaksanakan, dia akan mengikuti semua gerakan imam dengan baik. Kalau imam berdiri, maka dia berdiri, kalau imam rukuk, maka dia rukuk, kalau imam sujud maka dia ikut sujud. Semua tindakannya mengikuti imam itusudah mendatangkan pahala tersendiri.
13. Ketika imam sampai pada bacaan “waladhdhaallin”, maka dia menjawab, “amiin.” Jawaban itu mendatangkan pahala tersendiri.
14. Dia juga akan mendapatkan pahala tersendiri ketika mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri, dibandingkan saat shalat sendirian di rumah, atau berjamaah di rumah. Karena salam itu doa untuk orang yang di kanan dan kirinya. Dan karena di masjid jumlah jamaahnya lebih banyak, maka doa yang akan diterimanya jauh lebih banyak.
15. Selesai shalat wajib, dia akan mendapatkan pahala lagi bila membaca beberapa lafadz dzikir atau doa.
16. Kemudian kesempatan berikutnya lagi adalah ketika dia melakukan shalat sunnah ba’diyah shalat.
17. Di dalam masjid, dia tentu akan bertemu dengan banyak jamaah shalat lainnya. Ketika bertemu dan memberi salam, dia akan mendapatkan pahala tersendiri.
18. Sambil memberi salam, apabila dia juga berjabat tangan, maka dia pun akan mendapatkan pahala tersendiri.
19. Senyumnya kepada sesama saudaranya adalah sedekah. Dan ini akan menambahlagi kesempatannya untuk mendapatkan pahala.
20. Ketika hendak berpisah dengan sesama jamaah di masjid, maka dia akan mendapat pahala bila mengucapkan salam atau membalas salam.
21. Dia juga akan mendapatkan pahala bila diikuti dengan berjabat tangan ketika akan berpisah dengan sesama muslim.
22. Ketika pulang dari masjid, dia membaca doa keluar masjid. Hal itu menambah lagi pahalanya.
23. Di masjid terbuka kesempatan untuk berinfaq, maka bila dia memanfaatkan kesempatan itu, dia akan mendapatkan pahala tersendiri dari berinfaq.
24. Di dalam masjid seringkali digelar khutbah atau majelis ilmu (kultum). Bila dia mendengarkan nasehat dan penyampaian ilmu dengan niat menjalankan perintah Allah SWT dan karena menuntut ilmu itu wajib hukumnya, maka dia akan mendapatkan kebaikan tersendiri.
25. Ketika keluar, dia melangkah dengan kaki kirinya. Satu lagi tambahan pahala akan didapatnya.
26. Ketika pulang, dia mengambil jalan lain yang tidak sama dengan jalan yang dilewati saat pergi ke masjid. Ini adalah sunnah Rasulullah SAW yang tentu mendatangkan pahala tersendiri.
27. Setiap langkah kaki saat pulang dari masjid, maka dia akan mendapatkan pahala lain tersendiri
Apalagi yang menghalangi kita, khususnya muslim laki-laki, dari shalat berjamaah di Masjid kecuali uzur syar'i seperti sakit?
SUBHANALLAH ... MEMBACA FADILAH" SHOLAT BERJAMAAH DI ATAS MASIH MAU SHOLAT SENDIRIAN DI RUMAH????


»»  Baca selanjutnya...

Selasa, 18 September 2012

Gaji seorang Dai Lebih Mahal Dari Pada Gaji Seorang Presiden


Kepala desa gajinya lebih sedikit dibandingkan Camat karena camat ruang lingkup lebih besar dari pada kepala desa dan tanggung jawabnya pun lebih besar. Begitu juga gaji Bupati jauh lebih besar dibanding gaji camat karena lebih besar tanggung jawab seorang Bupati. Gubernur pun gajinya lebih besar dari Bupati. Presiden pun lebih besar gajinya karena tanggung jawabnya lebih besar.
Pernahkah anda berpikir gajinya presiden itu belum ada apa-apanya dibandingkan gajinya satu orang Dai yang paling lemah.
Dari Anas r.a berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: Sepagi atau sepetang di jalan Allah SWT adalah lebih BAIK DARI DUNIA DAN SEGALA ISINYA. (Mirqat)
Allah SWT memberikan pahala kepada satu orang Dai yang lebih baik dari pada dunia beserta isinya. Pahalanya satu orang beriman, dunia ini tidak akan sanggup untuk menampungnya.
Kenapa pahala itu tidak di nampakkan Allah SWT didunia ini…? Karena Pahalanya satu orang beriman, dunia ini tidak akan sanggup untuk menampungnya. Makanya pahala itu dibalasnya ketika diakhirat nanti.
Pikir satu orang Dai itu bukan hanya kampungnya atau daerahnya atau negaranya tapi yang dipikirkan satu orang Dai bagai mana seluruh umat manusia yang ada didunia ini mentaati perintah Allah SWT makanya gajinya lebih besar.
Allah SWT berfirman : Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan UNTUK MANUSIA, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Ali 'Imran 110)
Ayat ini maksudnya berdakwah keseluruh dunia. Menyampaikan kebaikan kepada manusia.
Kalau ingin dapat gaji yang lebih besar dari pada presiden jadilah satu orang Dai yang memikirkan manusia di SELURUH DUNIA.
Dari Anas bin Malik r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: Barang siapa yang keluar dijalan Allah SWT walau untuk satu petang, maka sebanyak mana debu yang melekat padanya, dia akan diberi kasturi sebanyak itu dihari kiamat nanti. (HR Ibnu Majah)
Dari Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa aku telah mendengar Rasulullah SAW telah bersabda: Berdiri sejenak di jalan Allah SWT adalah lebih baik dari beribadat pada malam lailatul Qadar di hadapan Hajar Aswad. (HR Ibn Hibban)  
Hazrat Suhail r.anhu berkata bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda: Berdirinya salah seorang dari kalian sesaat dijalan Allah SWT adalah lebih baik daripada segala amalan kebaikan yang dilakukan sepanjang hayat di keluarganya (rumahnya). (HR Tirmizi)
Dari Uthman bin ‘Affan r.a berkata bahwa aku telah mendengar Rasulullah SAW telah bersabda: Sehari di jalan Allah SWT lebih baik dari seribu hari yang lain. (HR Nasa’i)
Dari Abdullah bin Umar r.a berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: Barangsiapa yang sakit kepala dijalan Allah SWT dan berniat untuk mendapatkan pahala, maka segala dosanya yang terdahulu akan diampunkan. (HR Tabrani)

»»  Baca selanjutnya...