Selasa, 18 September 2012

Dawah Adalah Tanggung Jawab Ummat


Satu orang raja hendak mencari satu orang yang mau bekerja membersihkan taman dan kolam yang ada di belakang kerajaan. Singkat cerita dapatlah satu orang yang mau untuk bekerja membersihkan taman dan kolam. Raja pun berkata, setiap hari pekerjaanmu membersihkan taman dan kolam jangan sampai ada satu helei daun pun yang berserakan. Setiap pagi dan sore taman ini dibersihkan, sehingga siapa saja yang datang ketaman tersebut akan merasa kagum. Ketika sedang asyik membersihkan taman, satu orang putri raja yang masih kecil bermain-main ditaman tersebut. Anak tersebut pun perlahan bermain dipinggir kolam. Semakin kepinggir dan jatuh kedalam kolam. Hal ini dengan jelas dilihat oleh penjaga taman dan dia membiarkan saja dan akhirnya putri raja yang masih kecil ini pun mati didalam kolam.
Penjaga taman berkata dalam hatinya, tugas saya kan membersihkan taman dan kolam. Menjaga dan menyelamatkan putri raja itu bukan tugas saya. Ngapain saya capak-capek menolong putri raja, itukan bukan tugas saya.
Kematian putri pun diketahui oleh raja. Raja bertanya, putri saya matinya dimana ? dijawab, di kolam renang. Raja berkata, panggil penjaga taman. Penjaga taman pun datang. Raja pun bertanya, adakah kamu tahu tentang kematian putri saya. Dengan pedenya penjaga taman berkata, betul raja saya melihat dengan jelas putri bermain ditaman dan bermain dipinggir kolam. Didepan mata saya dia jatuh kedalam kolam dan mati. Menjaga dan menyelamatkan putri itu bukan tugas saya raja. Tugas saya kerjakan dengan baik. Taman bersih tidak ada satu kotoran pun dan kolam pun airnya bersih dan enak dipandang. Raja berkata, seret orang ini dan campakkan kedalam penjara.
Dengan enaknya kita berkata, sayakan sudah shalat, puasa, sedekah untuk apa saya menyelamatkan manusia yang hendak jatuh kedalam kolam maksiat. Itukan bukan tugas saya. Tugas saya hanya shalat, puasa, sedekah dsb. Dakwah itu bukan tugas saya, bukan tugas saya. Allah SWT nanti akan berkata, seret dan campakkan orang ini kedalam neraka. Setiap hari dia berjalan dengan enaknnya kemesjid untuk shalat berjamaah tetapi tetangganya yang hendak jatuh kedalam kolam maksiat tidak pernah dia tolong.
Jadi kita jangan sudah merasa cukup karena sudah shalat, puasa dan haji. Ada tanggung jawab besar lainnya yang ada dipundak kita yaitu dakwah. Dakwah ini tanggung jawab kita semua. Bukan hanya tanggung jawab ulama saja tetapi tanggung jawab kita semua.
Menyelamatkan putri itu bukan tugas saya kata penjaga taman. Karena kebodohan kita, kita pun berkata,
“Dawah Itu Bukan Tanggung Jawab Saya”
“Dawah Itu Bukan Tugas Saya”
Didalam Al Qur'an
Masalah shalat tidak pernah diterangkan secara terperinci. Berapa rakaat shalat subuh, zuhur. Bagaimana tata cara shalat. Apa saja bacaan dalam shalat.
Begitu juga dengan puasa, zakat, haji tidak pernah dituliskan secara terperinci dalam Al Qur'an. Tetapi dijelaskan didalan hadits.
Tetapi amalan dakwah dituliskan secara terperinci dalam Al Qur'an. Mulai dari A sampai Z lengkap dituliskan. Bahkan bukan satu dua kisah. Puluhan kisah dituliskan dengan baik didalam Al Qur'an.
Karena ketinggian amalan dakwah ini disisi Allah SWT maka dijelaskan dengan sedetail mungkin didalam Al Qur'an tetapi banyak manusia menyepelekan amalan ini. Hingga berkata:
“Dawah Itu Bukan Tanggung Jawab Saya”
“Dawah Itu Bukan Tugas Saya”    


»»  Baca selanjutnya...

Dakwah Dimana Saja Kapan Saja Dan Dengan Siapa Saja


Satu orang germo bertobat dan ikut ambil bagian dalam usaha dakwah. Sudah 20 tahun dia menggeluti propesinya sebagai germo. Apakah setelah dia ikut dalam usaha dakwah, dia langsung tinggalkan teman-temannya yang masih dalam kegelapan. Sibuk menghidupkan maqami dan intiqali. Apa kata Mufthi Lutfhi : “20 tahun dia telah menyesatkan teman-temannya sebagai germo. Maka dia pun berkewajiban 20 tahun mendakwah teman-temannya supaya ikut ambil bagian dalam usaha dakwah.
Satu orang dai pergi ke club malam atau tempat prostitusi. Kita jangan langsung sangka buruk kepada dia. Waktu masuk tempat itu dia pakai baju preman dan kawan-kawan jamaah lain yang melihatnya langsung mengatakan bahwa dia sudah kembali kehabitatnya. Padahal tidak demikian. Dia datang setiap malam ketempat itu untuk buat dakwah kepada teman-temannya.
Satu orang penjual peti mayat ikut ambil bagian dalam dakwah. Semua karkun tempatan mengatakan supaya dia meninggalkan usahanya menjual peti mayat karena peti mayat yang dia buat dijual untuk orang kristen. Jadi, kalau dia meninggalkan usaha menjual peti mayat siapa lagi yang buat dakwah kepada orang kristen yang hampir setiap hari jumpa dengan dia untuk membeli peti mayat.
Nabi Ibrahim as karena berkhitmat kepada ayahnya dia telah menjual patung. Ketika menjual patung apa katanya : “Patung ini tidak bisa memberi mamfaat dan mudorat tanpa izin Allah”
Satu orang satpam penjaga club malam ikut ambil bagian dalam dakwah. Dia tanya sama masyeikh apakah saya harus berhenti dari pekerjaan saya. Masyeikh katakan : “Jangan, tetaplah bekerja disana”.  Asbab dia kerja disana dan setiap hari pakai baju sunnah. Orang-orang malu datang kesana dan akhirnya club malam itu tutup.
Satu orang yang kesehariannya bergaul dengan komputer. Dia bekerja dari jam 8 sampai jam 4. Baik dia teknisi komputer atau operator komputer atau menjaga warnet atau bagian traveling atau kerja kantor. Dia buat dakwah di Facebook, Twittir, web dsb. Para karkun telah mengatakan kepada dia itu tidak sunnah. Ini sebenarnya suatu kesalahan yang mengatakan dakwah melalui internet itu salah. Kalau dia tidak buat dakwah di internet jadi siapa lagi orang yang mengingatkan mereka yang lalai setiap harinya didepan komputer sambil berinternet. Sebenarnya dalam keadaan begini suatu kesalahan besar kalau dia tidak buat dakwah di internet karena dari jam 8 sampai jam 4 dia habiskan waktunya 8 jam setiap harinya. Apalah salahnya dia luangkan waktu untuk dakwah di internet.
Jadi, dimana saja kapan saja dan dengan siapa saja. Jangan terkesan dengan suasana dan keadaan.
Tukang becak buat dakwah kepada penumpangnya
Supir taksi buat dakwah kepada penumpangnya
Tunkang bakso buat dakwah kepada pelanggannya
Pedagang buat dakwah kepada pembelinya
Pegawai buat dakwah kepada rekan kerjanya
Meneger buat dakwah kepada bawahannya
Operator komputer buat dakwah melalu internet
Jadi jangan kita menyalahkan orang-orang yang buat dakwah melalui internet apalagi mengatakan bid’ah.
Malah suatu kesalahan besar kalau dia tidak buat dakwah melalu internet. Dia sudah punya kemampaun dan keluangan waktu untuk buat dakwah di internet tapi dia tidak melakukannya. Karena sebahagian besar waktunya dia habiskan didepan komputer.
Sebagaimana suatu kesalahan besar apabila manager tidak buat dakwah kepada bawahannya padahalan dia punya kemampuan dan kekausaan untuk buat dakwah kepada bawahannya
Apa pun propesi atau pekerjaan kita berdakwahlah sesuai dengan kapasitas kita jangan saling menyalahkan.
Dakwah itu sendiri ada 4
1. Dakwah Umumi
2. Dakwah Khususi
3. Dakwah Ijitimai
4. Dakwah Inpirodi
Dakwah yang dilakukan ketika kita dalam bekerja ini dikategorikan dakwah Inpirodi. Jadi, suatu kesalahan besar kalau ada yang menafikan dakwah inpirodi ini.
Seperti sebuah mobil mempunyai roda 4, kalau rodanya tidak ada satu maka mobil ini tidak akan bisa jalan. Jadi keempat metode dakwah ini harus dibuat supaya dakwahnya berjalan dengan baik.
Seperti ada pernyataan “Jaulah ini adalah maksud sedangkan bayan keperluan, kalau kita tidak buat bayan tidak ada masalah yang penting kita buat jaulah”.
Jaulah itu penting, Bayan pun penting. Ingat jaulah itu Dakwah Umumi dan Bayan itu Dakwah Ijitimai. Jangan kita mengatakan Bayan itu tidak penting tetapi sama-sama penting. Sedangkan tujuan jaulah adalah mengundang untuk shalat berjamaah kemesjid dan mendengar penyampaian agama (Bayan).
Jadi jangan ada dalam pikiran kita dakwah ini yang paling penting tetapi keempat metode dakwah itu sama-sama penting. Sebagaimana tadi empat buah roda mobil. Jangan kita mengatakan roda depan yang lebih penting atau roda yang belakang lebih penting. Tetapi sama-sama penting dan saling melengkapi.
Kalau tidak salah ini kisahnya Bay Wahab. Beliau dulu kuliah di Amerika ketika pulang kampung ke India dan beliau kena taskiel dan ikut ambil bagian dalam dakwah. Karena gairah agama yang begitu tinggi sudah masuk kedalam hatinya. Bay Wahab mengatakan saya mau menghafal Al Qur’an di pesantren ini. Maulana Yusuf setuju dengan pendapat ini. Tetapi ketika Bay Wahab jumpa dengan Maulana Ilyas, beliau mengatakan : “Sebaiknya kamu kuliah lagi di Amerika dan buat dakwah disana, kalau kamu tinggalkan kuliahmu, siapa lagi yang akan buat dakwah disana”.
Bay Wahab kuliah kembali dan setelah selesai kuliah. Bay Wahab menjual rumahnya sehingga istri dan anaknya ngontrak rumah supaya terbentuk jamaah yang pertama kali dihantar ke Amerika. Asbab pengorbanan Bay Wahab sekarang sudah banyak gereja yang berubah jadi mesjid dan hampir setiap hari ada yang masuk islam. Setelah pulang dari sana Bay Wahab menghafal Al Qur’an dan alhamdulillah beliau adalah seorang hafidz.
Satu orang Propesor, masyeikh dari India pernah dalam penyampaian beliau dalam jurd pelajar waktu di Kebun Jeruk.
Waktu saya kuliah kami buat taklim dibawah sebuah pohon dikampus karena tidak ada mesjid didalam kampus. Mahasiswa dan dosennya hampi 50% muslim dan 50% non muslim. Jadi shalat berjamaah pun mereka dibawah pohon itu. Setelah beberapa bulan berjalan. Rektornya memanggi dia dan teman-temannya dan mengatakan akan memberikan satu ruangan khusus kepada mereka untuk buat program taklim dan shalat berjamaah.
Bukan main senangnya mereka karena mendpat fasilitas dari kampus. Didalam ruangan itu ada salib yang tergantung, tepat diarah kiblat shalat. Jadi setiap hari mereka harus menurunkan salib dan memajangnya kembali. Itulah yang mereka lakukan setiap hari sampai tammat dari kampus tersebut.
Setelah saya tamaat saya baru berpikir. Ketika kami dulu buat taklim dan shalat berjamaah di bawah pohon semua orang melihatnya dan inilah sebenarnya dakwah yang sesungguhnya. Tetapi setelah didalam ruangan tidak ada lagi suasana dakwah malah kami yang terdakwah setiap hari    menurunkan salib dan memajangnya kembali. Rektor mereka itu rupanya seorang misionaris dan jaul lebih pintar dari mereka.
Jadi buatlah selalu suasana dakwah dimana saja kapan saja dan dengan siapa saja dan berdakwahlah sesuai dengan propesi dan kemampuan kita.
Jadi jangan kita menyalahkan teman kita yang buat dakwah dengan metode yang berbeda ketika buat dakwah inpirodi dalam suasana pekerjaannya yang penting jangan lupa meluangkan waktu setiap hari 2 ½ jam dan 3 hari setiap bulan dan 40 hari atau 4 bualan setiap tahun.
Satu orang mahasiswa hendak ambil S2 ke jepang. Musyawarah dengan syuro Indonesia beliau tidak dikasih untuk kesana taku suasana dan keadaan disana mempengaruhi dia. Sihingga makin jauh dari agama. Tidak puas dengan hal ini waktu masyeikh datang dia tanya kan hal ini. Masyeikh katakan silahkan berangkat ke Jepang tapi jangan lupa buat dakwah. Asbab dakwah yang dibuatnya disana sebuah bihara telah berubah menjadi mesjid.
Satu orang dai yang mempunyai istri pelacur. Dia musyawarah dengan masyeikh saya ingin bercerai dengan istri saya. Masyeikh katakan sudah berapa lama menikah. Dijawab 10 tahun. Masyeikh katakan engkau harus bersabar 10 tahun untuk mengajak dia dan banyak ikrom kepadanya. Hal ini pun dilakukan tetapi tidak ada juga perubahan. Musyawarah lagi dengan Masyeikh, Masyeikh katakan sekarang kamu setiap hari hantar jemput istrimu ketempat pekerjaannya. Makin kacau lagi setiap hari hantar jemput istri yang pekerjaannya pelacur. Tetapi dia taat dan setiap hari menunggu istrinya. Lama kelamaan istrinya berubah dan ikut ambil bagian dalam dakwah dan menjadi salah satu penanggung jawab di Pakistan.
Jadi buatlah dakwah dengan kemampuan yang ada pada kita.
DIMANA SAJA KAPAN SAJA DAN DENGAN SIAPA SAJA
»»  Baca selanjutnya...

Dakwah Adalah Amalan Yang Paling Baik


Allah SWT menghantar makhluk yang paling mulia diatas permukaan bumi ini Nabi SAW untuk buat kerja dakwah. Manusia yang paling mulia buat kerja yang paling mulia yaitu  usaha dakwah.

1. Allah SWT buat dakwah

Allah SWT perintahkan kita shalat, puasa, zakat dan haji tetapi Allah SWT tidak mengerjakan itu semua. Tetapi Allah SWT perintahkan kita dakwah, Allah SWT juga buat dakwah.

Allah SWT berfirman :
“Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam)”. (QS. Yunus 25)

Allah SWT langsung menyeru (dakwah) kepada manusia ke Darussalam.
Jadi, dakwah ini adalah kerjanya Allah SWT

2. Nabi Muhammad SAW  buat dakwah

Allah SWT berfirman :
Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata, (QS. Al Jumu'ah 2)

3. Semua para Nabi dan Rasul  buat dakwah

Allah SWT berfirman :
Dan andaikata Kami menghendaki benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (rasul). Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar. (QS. Al Furqaan 51-52)

4. Ummat akhir zaman buat dakwah

Allah SWT berfirman :
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS. Ali 'Imran 110)

Allah SWT muliakan ummat akhir zaman dengan dakwah. Padahal dakwah ini adalah kerjanya Allah SWT, Kerjanya Nabi Muhammad SAW, kerjanya para nabi. Jadi, kalau kita ingin dikatakan ummat yang terbaik “Harus buat dakwah”

Satu orang mahasiswa dikatakan yang terbaik kalau IP (Indeks Prestasinya) Kumlot. Kalau IP nya dibawah 3 tidak dikatakan mahasiswa yang terbaik.

Allah SWT pun tidak pernah katakan kalau kamu shalat, puasa, haji maka kamu akan menjadi ummat yang terbaik. Tetapi Allah SWT mengatakan kalau kita buat dakwah, maka kita akan dikatakan ummat yang terbaik. Jangan pernah mengaku ummat yang terbaik kalau belum dakwah. Jangan pernah mengaku mahasiswa terbaik kalau IP masih dibawah 3.

Allah SWT berfirman :
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (QS. Fushshilat 33)

Allah SWT didalam ayat ini menantang kita, Siapakah yang lebih baik...?

Maknanya, tidak ada lagi amalan yang paling baik diatas permukaan bumi ini selain “Dakwah”. Jadi, amalan, perkataan yang paling baik itu adalah “Dakwah”.

Allah SWT berfirman :
Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik." (QS. Yusuf 108)

Didalam ayat ini dikatakan sabili (Jalan) ini tunggal maknanya tidak ada lagi jalan yang lain. Selain mengajak kepada Allah (Dakwah). Kalau kita masih mencoba jalan lain untuk sampai kepada Allah SWT, sampai kapan pun kita tidak akan pernah sampai. Selain jalan Dakwah.

Umar berkata : Rasulullah, Abu Bakar dan Aku seperti 3 orang musafir. Aku pastikan Rasulullah sudah sampai ketujuannya. Abu Bakar pun berjalan dijalan yang sama dan aku juga pastikan Abu Bakar sampai ketujuaannya. Aku pun berjalan dijalan yang sama dan semoga berjumpa juga dengan Rasulullah dan Abu Bakar.

Apa nama jalannya “Ada’u Ilallah” Jalan Dakwah. Nabi SAW, Abu Bakar dan Umar telah menempuh jalan ini dan selamat sampai ke tujuan. Kalaulah kita juga menempuh jalan yang sama maka kita pun akan sampai ketujuan.

Didalam ayat ini dikatakan lagi : “Ana Wamattaba’ani” aku dan orang-orang yang mengikutiku. Kalau kita mengaku pengikut Nabi SAW harus buat dakwah. Yang dipertanyakan kalau kita tidak buat dakwah kita ini ummat siapa...?

Inilah yang kita minta setiap hari minimal 17 kali. “Ih dinas siraatal mustaqeem”. Jalan yang lurus. Apa jalan yang lurus itu...? Jalan dakwah

Jadi, hanya ada satu jalan untuk berjumpa dengan Allah yaitu jalan dakwah.

Dari Anas r.a berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : Sepagi atau sepetang di jalan Allah adalah lebih baik dari dunia dan segala isinya (Hr. Bukhari)

Kalau kita buat dakwah Sepagi atau sepetang maka akan diberi yang lebih baik dari dunia dan segala isinya. Maksud dunia dan segala isinya bukan benda-benda keduniaan. Emas, permata, gedung yang tinggi, gunung, lautan dsb, Bukan itu. Dunia dan segala isinya itu adalah andaikan semua amalan wali-wali dan manusia yang ada dipermukaan bumi ini dikumpulkan menjadi satu, maka lebih baik lagi sepagi atau sepetang dijalan Allah. Lebih baik lagi dari pada Mekkah, Madinah, Ka’bah, mesjid-mesjid yang ada dipermukaan bumi ini dan tempat-tempat mulia yang lainnya maka itu lebih baik lagi sepagi atau sepetang dijalan Allah.

Dakwah ini adalah kerja Allah SWT
Dakwah ini adalah kerja Nabi Muhammad SAW
Dakwah ini adalah kerja para Nabi dan Rasul
Dakwah ini adalah kerja ummat akhir zaman
Dakwah ini adalah syarat menjadi ummat yang terbaik
Dakwah ini adalah amalan yang paling baik
Dakwah ini adalah perkataan yang paling baik
Dakwah ini adalah satu-satunya jalan menuju Allah
Dakwah ini adalah lebih bai dari pada dunia beserta isinya

Inilah kemuliaan usaha dakwah, kalau kita buat usaha dakwah maka kita pun akan mulia disisi Allah SWT.

Jadi, apakah kita masih berpikir untuk tidak buat usaha dakwah...?

Insya Allah luangkanlah waktu anda 3 hari saja untuk belajar usaha dakwah Nabi SAW
»»  Baca selanjutnya...

Bagaimana caranya supaya islam jaya kembali…?


Dizaman Rasulullah ada 4 amalan yang menjadi  sebab hidayah.
1. Dakwah
2. Taklim wa taklum (Belajar dan mengajar)
3. Zikir dan Ibadah
4. Hikmat (pelayanan Masyarakat)
Ketika Rasulullah masih hidup amalan ini hidup disetiap mesjid-mesjid yang ada di kota Mekkah dan Madinah. Setelah Rasulullah meninggal amalan ini mulah berkurang.
1. Zaman Sahabat
Dizaman ini yang paling menonjol adalah DAKWAH bukan berarti sahabat meninggalkan amalan yang lainnya
2. Zaman Tabi'in
Dizaman ini yang paling menonjol TAKLIM WA TAKLUM. Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi'I, Imam Hambali. Banyaknya para ulama yang disibukkan mengarang buku dan penyebaran ilmu tapi jangan disalah artikan. Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi'I, Imam Hambali mereka juga buat dakwah dan amalan lainnya.
3. Zaman Tabiut Tabi'in  
Dizaman ini yang paling menonjol Zikir dan Ibadah. Syekh Abdul Qadir Jaelani, Imam Ghazali dsb. Ahli zikir ketika itu banyak sekali tapi bukan berarti mereka meninggalkan dakwah.
4. Zaman kita
Dizaman kita yang paling menonjol Hikmat bukan hikmat pelayanan masyarakat tapi lebih condong kepada HIKMAT DIRI SENDIRI. Sudah punya toko 1 pengen 2 sudah punya 2 pengen 3. Punya kebun 10 ha pengen 100 ha. Sudah punya rumah 1 pengen 3. Sudah punya istri 1 pengen 2.
Walau pun masih ada segelintir manusia dizaman kita ini yang mau mengorbankan harta dan dirinya untuk agama.
5. Zaman sesudah kita
Dakwah, Taklim wa taklum, Zikir dan Ibadah dan Hikmat akan hidup kembali seperti dizaman Rasulullah.
Diamana nanti akan susah bayar zakat karena tidak ada yang mau menerima. Seorang wanita berjalan sendirian dikegelapan malam tidak akan ada yang mengganggu.
Ada sebuah kisah dizaman itu nantinya :
Si A beli tanah dari si B. si A menemukan emas di tanah yang dia beli dari si B. Si A mendatangi si B membawa emas yang dia dapat dan berkata : “Saya tidak beli emas ini yang saya beli hanya tanahnya, jadi saya mau memberikan emas ini kepada anda”. Si B menjawab : “Saya pun menjual tanah itu beserta segala isinya” singkat cerita masalah ini sampai ke persidangan dan hakim bertanya Kepada si A “Kamu punya anak laki-laki” si A “Punya”. Hakim bertanya kepada si B “kamu punya anak perempuan” si B “Punya”. Nikahkan mereka berdua dan emas itu berikan kepada mereka.
Ini akan bisa dicapai kalau dizaman kita sekarang ini mulai membangkitkan kembali amalan yang dibuat Rasulullah. Dakwah, Taklim wa taklum, Zikir dan Ibadah dan Hikmat.
Islam akan jaya kembali kalau amalan Rasulullah dahulu kembali kita hidupkan.
Imam Malik rah.a berkata :
“Tidak ada cara yang terbaik dalam memperbaiki Ummat saat ini selain cara yang digunakan Rasullullah SAW pada kurun waktu awal Islam”

»»  Baca selanjutnya...

Apa Yang Sudah Kita Korbankan Untuk Agama ini...?


Bukan mudah Nabi buat usaha, Nabi pergi pagi dengan baju yang berwarna putih pulang petang dengan baju yang berwarna merah karena berlumuran darah dengan rambut penuh debu  menghadapi bermacam-macam kesusahan dan penderitaan caci maki bahkan ancaman bunuh dari pada orang-orang kafir yang ketika itu belum menerima Agama ini.
Ketika Nabi SAW belum buat dakwah, seluruh penduduk mekkah panggil dengan al amin (Nabi yang terpercaya) Nabi ash siddiq (Nabi yang bisa dipegang bicaranya) Nabi at tayyib (Nabi yang paling baik). Tetapi ketika Nabi SAW mulai buat usaha dakwah satu persatu gelar itu mereka ganti, Nabi al majenun (Nabi gila) Nabi pendusta Nabi adalah ahli sihir yang nyata dan pendusta besar. (na'udzubillah)
Dalam riwayat dari Manbat Al-Azdi, katanya: Pernah aku melihat Rasulullah SAW di zaman jahiliah, sedang beliau menyeru orang kepada Islam, katanya: 'Wahai manusia sekaliani Ucapkanlah 'Laa llaaha lliallaah!' nanti kamu akan terselamat!' beliau menyeru berkali-kali kepada siapa saja yang beliau temui. Malangnya aku lihat, ada orang yang meludahi mukanya, ada yang melempar tanah dan kerikil ke mukanya, ada yang mencaci-makinya, sehingga ke waktu tengah hari.
Kemudian aku lihat ada seorang wanita datang kepadanya membawa sebuah kendi air, maka beliau lalu membasuh wajahnya dan tangannya seraya menenangkan perasaan wanita itu dengan berkata: Hai puteriku! Janganlah engkau bimbangkan ayahmu untuk diculik dan dibunuh ... ! Berkata Manbat: Aku bertanya: Siapa wanita itu? Jawab orangorang di situ: Dia itu Zainab, puteri Rasuluilah SAW dan wajahnya sungguh cantik.
(Majma'uz Zawa'id 6:21)
Ketika Nabi berada di Ka'bah, tiba-tiba datang Uqbah bin Abu Mu'aith, lalu dibelitkan seutas kain pada tengkuk beliau dan dicekiknya dengan kuat sekali. Maka seketika itu pula datang Abu Bakar ra membantu. Uqbah bin Abu Mu'aith juga telah mencurahkan taik unta ketika Nabi SAW sujut.
Ketika Nabi SAW diangkat menjadi Nabi, 1 detik pun dipikiran Nabi SAW tidak terpikir lagi untuk buat usaha dunia. Bahkan harta kekayaan Nabi SAW satu demi satu semua dikorbankan untuk agama.
Nabi SAW diangkat menjadi Nabi usia 40 tahun. Kita sekarang sudah usia 50, 60, bahkan 70 tahun, lebih disibukkan dengan perkara dunia.
Nabi SAW gelisah kalau ada makanan dirumahnya. Hari ini kita gelisah kalau tidak ada makanan dirumah. Ada 5 butir kurma dirumah Nabi SAW, malam itu juga diberikan kepada yang lebih membutuhkan.
Nabi SAW gelisah kalau ada uang dirumahnya. Hari ini kita gelisah kalau tidak ada uang dirumah. Ada 5 buah keping uang dinar dirumah Nabi SAW, malam itu juga diberikan kepada yang lebih membutuhkan.
Beberapa bulan tidak pernah berasap dirumah Nabi SAW karena tidak ada yang dimasak. Lapar adalah tamu harian Nabi SAW.
Suatu ketika satu shaf shalat berjamaah sahabat telah roboh dimesjid karena lapar. Nabi SAW berkata : “Wahai para sahabatku andaikan kalian mengetahui fhadilahnya maka yang lebih berat dari itu pun kalian akan mau”. Nabi SAW membuka bajunya dan para sahabat melihat diperut Nabi SAW terikat 3 buah batu untuk mengganjal perutnya.
Satu shaf shalat berjamaah sahabat telah roboh dimesjid karena lapar. Hari ini kita karena kekenyangan tidak mau shalat berjamaah ke mesjid.
Selama 3 tahun Nabi, istrinya khadijah dan para sahabat di boikot dan mereka makan daun-daun yang kering untuk mempertahankan hidup. Ketika itu badan khadijah sudah tidak ada daging lagi hanya tinggal tulang belulang karena tidak makan.
Satu hari Nabi SAW pulang dari kerja dakwah dan dia dapati khadijah sedang menyusui Fatimah. Bukan air susu lagi yang diminum oleh Fatimah tetapi darah. Nabi SAW mengambil Fatimah dan menaruhnya ditempat tidur dan Nabi SAW pun tertidur dipangkuan khadijah karena lelah buat dakwah. ketika itu dengan belaian kasih sayang membelai kepala Nabi SAW terasa air mata Khadijah menetes di pipi Nabi.
Semua orang telah menjauh darimu seluruh harta kekayaanmu telah habis adakah engkau menyesal wahai Khadijah mempersuamikan aku.
Khadijah berkata : “Wahai suamiku , wahai Nabi Allah bukan itu yang aku tangiskan, dahulu aku memiliki kemuliaan, kemuliaan itu aku serahkan pada Allah dan Rasul-Nya, dahulu mempunyai kebangsawanan, kebangsawanan itu aku serahkan pada Allah dan Rasul-Nya, dahulu aku memiliki harta kekayaan dan kuserahkan juga pada Allah dan Rasul-Nya”.
Wahai Rasulullah sekarang aku tidak mempunyai apa-apa lagi, tetapi engkau masih terus memperjuangkan Agama ini, “Wahai Rasulullah sekiranya aku telah mati sedangkan perjuanganmu ini belum selesai sekiranya engkau hendak menyeberangi sebuah sungai, lautan engkau tidak mempunyai rakit atau jembatan maka engkau galilah lubang kuburku engkau gali engkau ambil tulang belulangku engkau jadikanlah sebagai jembatan untuk menyebrangi sungai itu untuk jumpa manusia ingatkan kepada mereka kebesaran Allah ingatkan kepada mereka yang hak ajak mereka kepada Islam wahai Rasulullah”.
2/3 harta kekayaan kota Mekkah milik khadijah tetapi ketika Khadijah hendak menjelang wafat tidak ada pakaian tidak ada kafan digunakan untuk menutupi jasad Khadijah, Bahkan pakaian Khadijah yang digunakan ketika itu adalah pakaian yang sudah sangat kumuh dengan 83 tambalan.
Kalaulah kita mempunyai 2/3 kekayaan kota Jakarta, maka kita akan termasuk orang yang paling kaya di Indonesia. Tetapi Khadijah telah mengorbankan itu semua untuk agama.
Khadijah tidak pernah shalat, puasa, zakat dan haji. Khadijah hanya buat dakwah dan berkorban untuk agama. Tetapi Allah SWT masukkan Khadijah kedalam surga yang tidak ada kesibukan dan bising. Wanita itu identik dengan sibuk dan bising karena merawat anak.
Bagaimana penderitaan Bilal r.a. yang ditindih dengan batu besar di tengah padang pasir ketika matahari sedang terik membakar kulit. Kemudian dicambuk badannya terus-menerus. Yang mencambuknya saja capek. Bagamana pula dengan yang dicambuk.
Bagaimana pedihnya penyiksaan yang dialami Khabab bin al Arat ra tubuhnya diseret di atas timbunan bara api sehingga lemak dan darah yang mengalir dari tubuhnya memadamkan bara api itu.
Bagaimana keluarga Ammar bin Yasir, Ayahnya mati dalam penyiksaan dan ibunya, Sumayyah r.ha wanita pertama dikalangan sahabiyah yang mati syahid. Kemaluannya ditikam hingga ke dadanya oleh Abu Jahal.
Satu orang sahabiyah telah mendatangi Nabi SAW. Ya Nabi Allah, engkau bawalah anakku ini untuk ikut berperang (anak yang masih merah dalam pangkuan). Nabi SAW bertanya : “Apa yang bisa dilakukan oleh anak sekecil ini. Sahabiyah itu menjawab : “Andaikan dalam peperangan ada yang ingin membunuhmu, engkau jadikanlah anakku ini sebagai tameng”.
Begitulah penderitaan Nabi, khadijah dan para sahabat memperjuangkan agama sehingga kita bisa merasakan islam hari ini.
“Di antara orang-orang sebelum kumu, ada yang digalikan Sebuah lubang untuknya lalu ia dimasukkan ke dalamnya, kemudian diletakkan sebuah gergaji di atas kepalanya dan ia pun dibelah menjadi dua bagian. Ada pula yang disisir badannya dengan sisir besi hingga kulit dan dagingnya terkelupas, namun semua itu tidak menghalangi mereka dari Dien mereka.” (Hr. Bukhari)
Agama tersebar hingga hari ini kita kenal Allah bukan dengan mudah, Agama sampai pada kehidupan Agama, Agama sampai pada kampung kita, Agama sampai masuk kedalam rumah-rumah kita, Agama sampai pada ke hati-hati kita.
Bukan di bawa oleh burung, bukan dibawah oleh angin, bukan dibawah oleh air sungai yang mengalir tapi dibawah oleh pengorbanan Nabi dan para Sahabat, dibawah oleh para janda-janda para sahabat, dibawah oleh yatim-yatim para sahabat.
Hari ini kita senang-senang amal Agama diatas penderitaan dan jeritan janda-janda dan yatim-yatim para sahabat.

Hari ini kita senang amal-amal Agama diatas penderitaan Khadijah r.ha.
Hari ini kita senang amal-amal Agama diatas penderitaan Nabi SAW.
Kalaulah hari ini kita tidak menghargai pengorbanan mereka apa yang harus kita jawab dihadapan Allah
Kalaulah kita jumpa Allah
Apa yang kita jawab dihadapan Nabi, apa...? Yang telah mengorbankan seluruh kehidupannya untuk agama.
Apa yang kita jawab dihadapan Abu Bakar, apa...? Yang telah menghabiskan seluruh harta bendanya untuk Agama.
Apa yang kita jawab dihadapan para sahabat, apa...? Yang mengorbankan harta dan dirinya dan syahid jalan Allah.
Apa yang kita jawab dihadapan para sahabiyah, apa...? Yang mengorbankan suami nya syahid di jalan Allah
Apa yang kita jawab dihadapan anak-anak yatim para sahabat, apa...? Yang telah menggerakan ayahnya untuk memperjuangkan Agama.
Agama sangat berhajat pada pengorbanan, semakin banyak kita berkorban maka kecintaan kepada agama pun akan semakin kuat.
Pengorbanan Nabi, Khadijah dan para sahabat dibandingkan kita belumlah ada apa-apanya. Tetapi untuk meluangkan waktu 3 hari setiap bulan pun masih terasa berat. Untuk melungkan waktu 40 setiap tahun pun terasa berat.
Ya Allah, ampuni kami yang masih banyak main-main dalam dakwah.
»»  Baca selanjutnya...

Hukum Tentang Dakwah



Sebelum kita membahas hukum dakwah, kita harus tahu dulu apa itu Dakwah ?

Ditinjau dari segi asal kata bahasa, dakwah berasal dari bahasa Arab, yang berarti "Panggilan, ajakan atau seruan". Dalam ilmu Tata Bahasa Arab, kata dakwah berbentuk sebagai "Isim mashdar" (kata yang menunjukkan atas suatu makna yang tidak terikat oleh waktu), kata ini berasal dari fi’il (kata kerja) " da’a-yad’u ",artinya memanggil, mengajak atau menyeru.
Satu orang anak kecil mengajak ayahnya shalat berjamaah ke mesjid, itu sudah termasuk dakwah.
Satu orang ayah memberikan nasehat agama kepada anaknya, itu sudah termasuk dakwah.
Satu orang ibu menyuruh anaknya supaya menutup aurat, itu sudah termasuk dakwah.

Jadi, dakwah itu mudah.
Nabi SAW tidak bisa baca dan tulis pun buat dakwah.

Apa sih Hukumnya Dakwah … ???

1. Sebuah rumah telah terbakar dan didalamnya ada satu orang gadis yang terjebak dalam kebakaran itu.
Apa sih Hukumnya menyelamatkan gadis tersebut … ???
Pernah kah kita berpikir apa hukumnya menyelamatkan satu orang gadis dari siksa api neraka yang 70 kali lebih panas dari api dunia. (Inilah dakwah)

2. Ketika kita berjalan-jalan di pantai dan melihat satu orang anak kecil mau tenggelam. Tindakan apa yang akan kita lakukan … ??? Tentu akan menolongnya, kalau kita tidak menolongnya maka kita akan dikatakan orang yang tidak punya perasaan dan peri kemanusiaan.

Ketika satu orang sudah tenggelam dalam lautan maksiat. Tindakan apa yang akan kita lakukan … ??? (Inilah dakwah).
Didalam hukum negara Indonesia ada sebuah kaidah. “Kita tidak melakukan kesahahan tetapi dihukum”
Contohnya :  Ketika kita berjalan-jalan di pantai dan melihat satu orang anak kecil mau tenggelam dan tidak menolongnya padahal disamping kita ada pelampung. Maka kita akan dinyatakan bersalah karena tidak menolong anak ini. (Untuk lebih jelasnya silahkan bertanya kepada yang faham masalah hukum)

3. Sebuah keluarga yang ayahnya ustadz dan ibunya ustadzah tetapi tidak mendakwahkan agama atau mengajarkan agama kepada anaknya sehingga anaknya tidak tahu masalah agama. Apakah tindakan ayah dan ibu ini baik atau tidak. (Inilah dakwah).

4. Ketika satu orang hendak bunuh diri meminum racun. Maka kita akan melarangnya
Ketika satu orang minum-minuman keras yang hukumnya dosa. Tindakan apa yang akan kita lakukan … ??? (Inilah dakwah).

5. Ketika satu orang berzina dengan ibu, adik, istri atau anak kita maka kita akan marah.
Ketika satu orang berzina dengan orang lain. Tindakan apa yang akan kita lakukan … ??? Padahal setiap orang tidak ingin ibu, adik, istri atau anaknya dizinahi. (Inilah dakwah).

Jadi, Apa sih Hukumnya Dakwah … ???
Silahkan dijawab sendiri …
Apakah kita tidak mau juga buat dakwah … ???
Tahap awal untuk mengenal usaha dakwah luangkanlah waktu 3 hari
»»  Baca selanjutnya...

Senin, 17 September 2012

Nasehat Maulana Saad


Bayan Hidayat : Maulana Saad
Tarikh : 31/01/2000
Tempat : Nizamuddin, India
________________________________________

Keperluan besar manusia ialah hidayat. Hidayat datang melalui usaha hidayat.
Usaha nabi dan rasul kenalkan manusia kepada Allah. Usaha kepada hati manusia supaya alih cinta dari cinta dunia kepada Allah.
Laungan nabi-nabi ialah makhluk tidak boleh buat apa-apa, Allah maha kuasa 
Kerja Anbiya a.s berpindah dari satu nabi ke satu nabi yang lain. Laungan mereka bertentangan dengan nafsu dan naluri manusia.
Baginda Rasulullah s.a.w adalah imam dan ketua kepada sekelian ambiya dan rasul. Buat kerja agama sebagaimana ambiya a.s yang lain.
Usaha kepada jawatan, pertanian dan perniagaan tidak boleh buat apa-apa, hanya Allah s.w.t boleh buat segala-galanya.
Rasulullah s.a.w beritahu, “Kami diutus untuk kamu (manusia) semua”
Setiap individu kena taat perintah Allah s.w.t.
Baginda s.a.w pesan, “Tidak akan ada nabi selepas beliau, ummat ini kena buat kerja nabuwah”.
Agama dan iman akan datang bila ada usaha dakwah.
Dakwah untuk tinggikan iman; pengkhususannya atas yakin.
Perlu tablighkan supaya yakin terbentuk dalam hati kita.
Enam sifat sahabat yang unggul kena didakwahkan, latih dan doa supaya sifat-sifat ini dapat hidup dalam kehidupan manusia.


Usahakan untuk bawa diri kepada 6 sifat ini dan diri-diri/hati-hati manusia yang lain.
Sahabat-sahabat Nabi s.a.w telah diajar usaha atas agama lebih dari agama itu sendiri.
Betulkan yakin pada janji Allah s.w.t.
Bila buat kerja dakwah dengan sendirinya seseorang akan fikir dan lihat diri sendiri apakah yang didakwah ada dalam diri sendiri.
Bersama dakwah ada 3 kerja, yakni macam dalam sembahyang a) belajar sembahyang b) tanam yakin pada sembahyang, yakni ia penyelesai segala masalah c)Kena usaha untuk mengetahui fadhilat sembahyang dan masalah (hukum hakam )berkaitan sembahyang
Sempurnakan doa
Maksud keluar ke jalan Allah s.w.t ialah supaya yakin selain Allah akan terhalang dan cuma wujudkan yakin pada Allah s.w.t melalui kaedah : i. Jalankan Dakwah ii. Latihan pada diri sendiri iii. Doa
Begitu juga sifat-sifat yang lain seperti ilmu dan zikir kena didakwahkan, latih dan doa pada Allah s.w.t supaya diberikan hakikat sifat-sifat ini.
Sifat berikutnya, Ikram Muslimin, didakwahkan kepada manusia, bawa pada kerja agama, latih dan amalkan dan minta sifat ini dengan menangis pada Allah s.w.t.
Bila latih untuk hidupkan sifat, laksanakan dengan tekan hawa nafsu sendiri.
Kita keluar ke jalan Allah s.w.t kena yakin bahawa amalan keluar ke jalan Allah s.w.t ini adalah kerja Nabi s.a.w supaya kebesaran kerja ini akan lahir dan akan lahir kesannya atas ummat.
Sebanyak mana kesusahan yang ditanggung semasa keluar dijalan Allah s.w.t, maka sebanyak itulah kesan dan menafaatnya.
Mati dijalan Allah s.w.t, sejauh mana jarak dia tinggalkan rumahnya sepanjang itulah mahligai yang akan dibina untuknya di dalam syurga.
Perhatikan adab-adab keluar di jalan Allah s.w.t : i. Keluar jemaah dalam bentuk berjemaah; seorang ahli pun jangan tertinggal belakang/hilang ii. Ahli-ahli jemaah kena kenal Amir/Ketua iii. Berjalan dengan satu Jemaah
Siapa yang keluar dengan satu langkah keluar rumah manakala satu kaki masih berada dalam rumah, sekiranya mati menyahut beliau, pasti dia akan mendapat menafaat besar disisi Allah s.w.t.
Sepagi atau sepetang dijalan Allah s.w.t lebih baik dari dunia dan seisinya. Dunia tidak ada nilai disisi Allah s.w.t dibandingkan dengan amal walaupun sebesar sayap nyamuk.
Semua amal; zikir dan lain-lain bagi orang yang keluar ke jalan Allah s.w.t tidak ada tandingannya bagi orang yang tidak keluar dijalan Allah s.w.t.
Kalau jemaah telah berpergian, kita masih tertinggal dibelakang, ini tidak betul. Yang datang kemudian tidak boleh tampung ganjarannya untuk menyamai orang yang berpergian dahulu.
Satu sahabat melengahkan keluar dijalan Allah s.w.t semata-mata untuk sembahyang dibelakang Nabi s.a.w dimasjid Nabawi pada hari Jumaat sedangkan jemaahnya baru berangkat sebentar. Nabi s.a.w telah beritahu sekiranya dia beramal untuk tampung pahala keluar di jalan Allah s.w.t nescaya dia tidak dapat tampung pahala tersebut walaupun dia membelanjakan seluruh harta dia dijalan Allah s.w.t
Keluar dengan kenal dan taat Amir. Nabi s.a.w dihantar untuk ditaati. Siapa taat Amir dia taat Nabi s.a.w; siapa taat Nabi s.a.w bermakna dia taat Allah s.w.t.
Keluar untuk dapat yakin Allah s.w.t dengan keluarkan yakin selain Allah.
Bila dalam perjalanan boleh muzakarah segala adab-adab. Semua jemaah kena duduk sekali dan dekat-dekat. Bila duduk dengan orang awam/bukan rakan se-jemaah; berikan dakwah. Juga jaga adab perjalanan.
Perhatikan sunnah-sunnah Nabi s.a.w dalam perjalanan. Setiap amal akan beri kesan pada satu tempat.
Ke mana saja route diputus, pentingkan kerja dakwah supaya dakwah jadi sebati.
Apabila sampai manzil/sempadan, buat doa minta Allah s.w.t beri hidayat.
Lepas itu, bila sampai ke masjid yang dituju, masuk ke dalam masjid. Masjid bukan rumah kita, oleh itu kena ambil berat adab-adab masjid. Jaga adab masjid, insya’Allah akan dapat bantuan ghaib. Jangan pandang adab masjid satu perkara remeh-temeh. Umar r.a. amat memberati adab masjid. Letakkan barang-barang di satu sudut masjid. Anggap kegunaan api, air sebagai hak awam. Sembahyang sunnat tahiyatul masjid, lepas itu segerakan duduk dalam mesyuarat.
Apa-apa hal dan segala amalan dimesyuaratkan. Maksud satu ayat : “Bermesyuarat dan bersembahyanglah dalam urusan agama kamu”.
Sembahyang adalah rukun agama. Begitu juga mesyuarat adalah petunjuk jalan dalam usaha agama. Seboleh mungkin, ambil pandangan semua orang dalam mesyuarat.
Kena betulkan fikir teman-teman.
Bila bertemu orang, ajak mereka semua kepada usaha agama.
Pergi jumpa dengan kesemua lapisan masyarakat.
Kena beri dakwah mengikut kedudukan mereka. Hantar orang mengikut tahap orang yang diziarahi.
Ziarah kepada alim-ulamak. Minta doa dari mereka. Ziarah ke atas ulamak adalah juga ibadat.
Bentuk juga jemaah khususi untuk jumpa ketua masyarakat dan orang berpengaruh. Bila ziarah mereka pandang wajah mereka dan banyak tawajjuh pada Allah s.w.t. Jangan pandang harta benda dalam rumah mereka dan jangan terkesan dengan harta benda. Dakwah atas mereka.
Sesiapa yang kita jumpa minta mereka beri sedikit masa bersama kita. Beritahu apa amal yang kita akan buat di masjid.
Semasa ziarah ummumi; boleh jumpa semua lapisan masyarakat. 
Letak dua orang untuk zikir dalam masjid dan yang lain semua keluar ziarah.
Ini adalah tiru-tiru kerja Nabi s.a.w; siapa yang tiru kerja Nabi s.a.w, Insya’Allah akan diberi hakikat.
Dalam ziarah ummumi jaga pandangan dan tumpukan pada zikir. Semua tawajjuh pada Allah s.w.t.
Mutakallim perlu cakap tentang iman dan kebesaran Allah s.w.t.
Minta orang yang dijumpai keluar dari pintu rumah mereka supaya buat sikit langkah kepada kebaikan, maka Allah s.w.t akan mudahkan untuk langkah berikutnya.
Beri penerangan sederhana dan penerangan panjang lebar di dalam masjid.
Bagi majlis ta’alim, hantar dua orang secara gilir-gilr untuk ziarah ta’alim (ta’alimi gasht). Buat ta’alim hingga 2-3 jam. Letakkan kebesaran ta’alim dengan penekanan pada fadhilat, dan adab. Tawajjuh dalam ta’alim. Duduk dalam majlis dengan berwuduk. Jangan bercakap-cakap semasa majlis ta’alim dijalankan.
Bila jaga adab ta’alim akan dapat nur hadith.
Juru ta’alim targhib kepada semua untuk dapat amalkan. Baca dengan perlahan/tidak laju untuk dapat difaham dan diamalkan. Semua kena beri tumpuan pada ta’alim. Usaha untuk didengar, untuk diingati dan apabila balik untuk diamalkan.
Setiap masjid yang di pergi, usaha untuk dapatkan jemaah tunai.
Tanamkan dalam diri bahwa dakwah sebenarnya untuk diri kita bukan untuk orang lain.
Beritahu tentang lima amalan masjid yakni yang diamalkan oleh Nabi s.a.w
Bentangkan supaya mereka yakin dengan 5 amalan masjid.
Beberapa lama kita diperlukan untuk bangunkan usaha tempatan, kita akan gunakan untuk terus duduk disitu.
Ta’alim (ajar-mengajar), khidmat & ibadah semua kerja ini kena buat sungguh-sungguh. Zikir, tilawah Quran kena buat sebagai amalan harian.
Juga ambil berat sembahyang sunnat dan tahajjud & sembahyang awwabiin. Jaga zikir pagi petang, selawat dan tasbihat dan istighfar.
Jaga setiap sembahyang fardhu dan waktunya.
Anggap masa keluar ini amat berharga. Bila buat begini, pasti Allah s.w.t akan tanamkan hidayat untuk diri kita.
Bila telah kembali/balik ke tempat masing-masing, azam untuk buat kerja dakwah di tempat kita (usaha tempatan). 
Pastikan lima amalan masjid hidup dalam makami kita; usaha ziarah, taalim, 2 ½ jam, mesyuarat harian dan malam markaz. 
Lima amalan ini adalah amalan masjid Nabi s.a.w.
Buat doa untuk hidayat seluruh alam tidak terbatas untuk tempatan kita. 
Setiap masjid diusahakan untuk keluarkan jemaah 3 hari.
Bila buat amalan ini, kerja agama akan wujud ditempat kita (makami).
Perbezaan iman dan kufur adalah sembahyang. Jaga sembahyang dengan sungguh-sungguh. Sifat ikhlas lahir melalui sembahyang.

»»  Baca selanjutnya...